Pengantar dan Pembukaan
Segala puji hanya milik Allah ﷻ yang telah menciptakan langit dan bumi, serta menciptakan kegelapan dan cahaya. Namun, orang-orang kafir justru berpaling dari-Nya. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ, pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan, yang diutus oleh Allah menjelang datangnya hari kiamat. Beliau telah menyampaikan risalah, menunaikan amanah, menasihati umat, dan berjihad di jalan Allah dengan sebenar-benarnya jihad. Semoga shalawat dan salam juga tercurah kepada keluarga, para sahabat, dan orang-orang yang senantiasa mengikuti petunjuk beliau hingga hari kiamat.
Saudara-saudaraku yang mulia, saat ini kita berada di salah satu majelis ilmu dan halaqah dzikir. Kita memohon kepada Allah ﷻ agar memberikan pahala atas setiap langkah ketaatan yang kita lakukan, serta menjadikan majelis ini sebagai saksi kebaikan bagi kita kelak di hari kiamat, bukan sebagai penuntut yang memberatkan kita.
Tujuan Penciptaan dan Peran Al-Qur'an
Allah ﷻ menciptakan jin dan manusia untuk sebuah tugas dan tujuan yang sangat agung, yaitu untuk beribadah dan mengesakan-Nya. Allah ﷻ berfirman:
وََمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Az-Zariyat: 56)
Untuk membimbing manusia, Allah ﷻ mengutus Nabi Muhammad ﷺ kepada seluruh umat manusia sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan. Allah ﷻ juga menurunkan Al-Qur'an—kitab yang mulia dan agung—guna mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, dari kesesatan menuju petunjuk, serta dari penghambaan kepada sesama makhluk dan berhala menuju peribadahan hanya kepada Allah ﷻ semata. Allah ﷻ berfirman:
الۤرٰۗ كِتٰبٌ اَنْزَلْنٰهُ اِلَيْكَ لِتُخْرِجَ النَّاسَ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ەۙ بِاِذْنِ رَبِّهِمْ اِلٰى صِرَاطِ الْعَزِيْزِ الْحَمِيْدِۙ ١
"Alif, lam ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji." (QS. Ibrahim: 1)
Al-Qur'an merupakan petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa, sebagaimana ditegaskan pada awal surah Al-Baqarah. Kitab ini memberikan petunjuk kepada jalan yang paling lurus dalam hal keyakinan, ibadah, akhlak, maupun perilaku.
Kemuliaan dan Cahaya Al-Qur'an
Al-Qur'an adalah kitab yang aziz (mulia dan sangat berharga). Barang siapa yang berpegang teguh dan mengamalkannya dengan sebenar-benarnya, maka Allah akan memuliakannya di dunia dan akhirat. Tidak ada kebatilan yang dapat menghampirinya, baik dari depan maupun dari belakang, karena ia diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Barang siapa menginginkan kemuliaan sejati, hendaklah ia kembali kepada Al-Qur'an.
Selain itu, Al-Qur'an adalah cahaya. Allah ﷻ adalah cahaya langit dan bumi, Rasulullah ﷺ diutus sebagai lentera yang menerangi, dan Al-Qur'an diturunkan sebagai cahaya untuk memberi petunjuk bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya. Sejauh mana seorang muslim mengambil dan mempelajari Al-Qur'an, sejauh itulah cahaya yang akan diresapkan Allah ke dalam hatinya, baik di dunia maupun di akhirat.
Di akhirat kelak, orang-orang munafik yang berada dalam kegelapan akan memohon kepada orang-orang beriman agar bersedia membagikan cahayanya. Namun, permintaan itu ditolak dan dibatasi oleh dinding penutup. Orang-orang munafik terhalang karena dahulu di dunia mereka menunda-nunda keimanan, ragu terhadap Al-Qur'an, dan tertipu oleh angan-angan kosong hingga datangnya ketetapan Allah.
Keberkahan, Obat, dan Syafaat Al-Qur'an
Al-Qur'an adalah kitab yang penuh berkah. Orang yang membaca, membenarkan, dan mengamalkannya akan diberkahi jasadnya, keluarganya, hartanya, serta seluruh urusan hidupnya. Al-Qur'an juga berfungsi sebagai syifa (penawar/obat) bagi penyakit hati maupun penyakit fisik (hissiyyah dan ma'nawiyyah). Allah ﷻ berfirman:
وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَا هُوَ شِفَاۤءٌ وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَۙ
"Dan Kami turunkan dari Al-Qur'an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman..." (QS. Al-Isra': 82)
Bagi orang beriman, Al-Qur'an adalah petunjuk dan penyembuh. Sebaliknya, bagi orang yang tidak beriman, Al-Qur'an justru menjadi sumbatan di telinga dan kegelapan bagi mereka. Al-Qur'an juga merupakan nasihat teragung yang memberikan pelajaran serta penawar bagi penyakit dada.
Kelak di hari kiamat, Al-Qur'an dan amalan puasa akan datang memberikan syafaat bagi orang yang mengerjakannya. Al-Qur'an akan berkata kepada Allah, "Aku telah menghalanginya dari tidur di malam hari, maka berikanlah syafaat kepadaku untuknya." Begitu pula puasa akan berkata, "Aku telah menghalanginya dari makan, maka berikanlah syafaat untukku baginya." Maka kedua amalan tersebut diberi izin untuk memberikan syafaat.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ ﻭَﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ ﻳَﺸْﻔَﻌَﺎﻥِ ﻟِﻠْﻌَﺒْﺪِ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ، ﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟﺼِّﻴَﺎﻡُ : ﺃَﻱْ ﺭَﺏِّ، ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻄَّﻌَﺎﻡَ ﻭَﺍﻟﺸَّﻬَﻮَﺍﺕِ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻭَﻳَﻘُﻮﻝُ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥُ : ﻣَﻨَﻌْﺘُﻪُ ﺍﻟﻨَّﻮْﻡَ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ، ﻓَﺸَﻔِّﻌْﻨِﻲ ﻓِﻴﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻴُﺸَﻔَّﻌَﺎﻥِ
“Amalan puasa dan membaca Al-Qur’an akan memberi syafa’at bagi seorang hamba di hari kiamat. Puasa berkata: Wahai Rabb, aku telah menahannya dari makan dan syahwat di siang hari, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya. Dan Al-Qur’an berkata: Aku menahannya dari tidur di waktu malam, maka izinkanlah aku memberi syafa’at kepadanya, maka keduanya pun diizinkan memberi syafa’at.” [HR. Ahmad, Shahih At-Targhib: 1429]
Bentuk-Bentuk Meninggalkan Al-Qur'an (Hajrul Qur'an)
Sungguh tidak pantas bagi seorang muslim yang telah mengetahui begitu banyaknya keutamaan ini justru berpaling dan enggan mempelajari serta mengamalkan Al-Qur'an. Rasulullah ﷺ kelak akan mengadukan kaumnya kepada Allah ﷻ karena mereka mengabaikan Al-Qur'an:
وَقَالَ الرَّسُوْلُ يٰرَبِّ اِنَّ قَوْمِى اتَّخَذُوْا هٰذَا الْقُرْاٰنَ مَهْجُوْرًا ٣٠
"Berkatalah Rasul: 'Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al-Qur'an itu sesuatu yang tidak dihiraukan'." (QS. Al-Furqan: 30)
Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan bahwa bentuk meninggalkan Al-Qur'an (hajrul Qur'an) terdiri dari beberapa jenis:
- Meninggalkan Membacanya (Hajrut Tilawah): Banyak kaum muslimin yang tersibukkan oleh gawai dan berbagai saluran media, sehingga tidak mengkhususkan waktu walau sebentar untuk membaca Al-Qur'an. Padahal, membaca satu huruf dari Al-Qur'an diganjar dengan sepuluh kebaikan.
- Meninggalkan Tadabur (Hajrut Tadabbur): Tidak berusaha merenungi dan memahami makna ayat-ayat Al-Qur'an yang diturunkan sebagai perintah untuk dihayati.
- Meninggalkan Hafalan (Hajrul Hifdh): Tidak ada hafalan Al-Qur'an sedikit pun di dalam dadanya. Orang yang dadanya kosong dari Al-Qur'an diumpamakan seperti rumah tua yang ditinggalkan hingga menjadi sarang kotoran dan serangga.
- Meninggalkan Pengamalan (Hajrul 'Amal): Al-Qur'an diturunkan sebagai pedoman hidup untuk diamalkan. Sebagian ulama menyebutkan bahwa ada pembaca Al-Qur'an yang justru dilaknat oleh Al-Qur'an itu sendiri karena ia membaca ayat tentang larangan berbuat zalim atau berdusta, namun ia tetap melanggarnya.
- Meninggalkan Hukum-hukumnya (Hajrut Tahakum): Enggan mengembalikan dan memutuskan perkara atau perselisihan berdasarkan ketentuan Al-Qur'an dan Sunnah yang shahih.
- Meninggalkan Pengobatan dengannya (Hajrut Tasyafi): Tidak menggunakan Al-Qur'an sebagai sarana penyembuhan dan perlindungan, seperti membaca Ayat Kursi sebelum tidur atau merutinkan surah Al-Baqarah yang mengandung keberkahan dan benteng dari sihir.
Banyak orang sangat memperhatikan kesehatan fisik dan berobat ketika sakit jasad, namun lupa mengobati penyakit hatinya seperti iri, dengki, sombong, riya, dan syubhat. Padahal, keselamatan sejati di akhirat ditentukan oleh kebersihan hati dari penyakit-penyakit ma'nawiyyah tersebut.
Penutup dan Doa
Keselamatan, keberuntungan, dan kemuliaan di dunia maupun akhirat hanya dapat diraih dengan berpegang teguh pada Al-Qur'an melalui tilawah, tadabur, hafalan, pengobatan, hukum, dan pengamalan. Barang siapa mencari petunjuk dan kemuliaan di luar Al-Qur'an, niscaya Allah akan menyesatkan dan menghancurkannya.
Ya Allah, jadikanlah Al-Qur'an yang agung sebagai penyejuk hati kami, penghilang duka dan kesedihan kami. Ajarkanlah kami apa yang belum kami ketahui darinya, ingatkanlah apa yang kami lupakan, dan anugerahkanlah kemampuan untuk membacanya dengan cara yang Engkau ridhai. Angkatlah derajat kami dengan Al-Qur'an, wafatkanlah kami dalam keadaan muslim bersama orang-orang saleh, serta ampunilah seluruh dosa-dosa kami dan kaum muslimin. Amiin ya Rabbal 'alamiin.
Rangkuman Poster

*****
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم