Niatilah untuk Menuntut Ilmu Syar'i

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.”
(HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 2436)
Kajian Aqidah

ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ

✒┃ Materi :Syarah Fadhlul Islam - Kesempurnaan dan Keagungan Islam Serta Perintah Berpegang Teguh dan Menjaga Kemurniannya
▪ Syarah Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah.
🎙┃ Narasumber : Ustadz Abu Ubaid Rizqi, Lc., hafidzahullah ta'ala
▪ Alumnus LIPIA Jakarta
▪ Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
📆┃Selasa, 17 Rajab 1447 / 6 Januari 2026
🕌┃ Tempat : Masjid Ummul Mukminin 'Aisyah Radhiallāhu'anhā Blimbing Gatak Sukoharjo.
📖┃ Daftar Isi:



Pertemuan#25: Mengikuti Agama Nabi Ibrahim 'alaihissalam yang Hanif

📖 53. Imam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah berkata:

وقوله تعالى :

Dan Firman-Nya:

وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَٰهِيمَ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفْسَهُۥ ۚ وَلَقَدِ ٱصْطَفَيْنَٰهُ فِى ٱلدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.

📃 Penjelasan:

Ayat ini berkaitan dengan Abdullah bin Salam Radhiyallahu’anhu yang menawarkan Islam kepada saudara-saudaranya (Salamah dan Abu Muhajir), dan dalam redaksi ayat disebut agama Ibrahim (Tahanuf) - agama hanifiyah, maka Islam sama dengan agama yang dibawa nabi Ibrahim alaihissalam. Dan ayat ini berlaku bagi seluruh umat.

Firman Allah  وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَٰهِيمَ "Dan tidak ada yang membenci agama Ibrahim," yakni meninggalkannya Makna الرغبة عن الشيء adalah meninggalkan sesuatu. Dan الرغبة في الشيء adalah mencarinya.

Dan agama Nabi Ibrahim alaihissalam adalah tauhid dan ikhlas kepada Allah. وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَٰهِيمَ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفْسَهُۥ "Dan tidak ada orang yang membenci agama Ibrahim, kecuali orang yang memperbodoh dirinya sendiri."

Kata السفه bermakna kehilangan akal, yaitu bodoh pada dirinya padahal dia mengaku berakal, merasa bijak, dan mengetahui perkara, akan tetapi sejatinya dia adalah orang yang bodoh. Orang yang meninggalkan agama Nabi Ibrahim adalah orang yang bodoh. وَلَقَدِ ٱصْطَفَيْنَٰهُ "dan sungguh kami telah memilihnya' yakni, Kami telah memilih Nabi Ibrahim alaihissalam:

فِى ٱلدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ. إِذْ قَالَ لَهُۥ رَبُّهُۥٓ أَسْلِمْ ۖ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

Di dunia ini, dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang yang Shalih. (Ingatlah) ketika Tuhannya berfirman kepada (Ibrahim), 'Berserah dirilah!' Dia menjawab, 'Aku berserah kepada Tuhan seluruh alam'." (Al-Baqarah: 130-131).

Dia mengikhlaskan agamanya untuk Allah, meninggalkan penyembahan kepada berhala-berhala dan patung-patung, Bahkan menghancurkannya berkeping-keping, serta berlepas diri dari para penyembahnya, mengalami apa yang telah dialami berupa gangguan dari kaumnya.

إِذْ قَالَ لَهُۥ رَبُّهُۥٓ أَسْلِمْ ۖ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

"(Ingatlah) ketika Tuhannya berfirman kepadanya (Ibrahim), 'Berserah dirilah!' Dia menjawab, ' Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam'," yakni tunduklah kepada Allah Tuhan semesta alam, dan jangan tunduk kepada selain Allah.

📖 54. Imam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah berkata:

وفيه حديث الخوارج قد تقدّم

Dalam masalah ini ada hadits tentang Khawarij yang telah disebutkan sebelumnya.

📃 Penjelasan:

Yakni dalam bab ini ada hadits tentang Khawarij yang telah disebutkan sebelumnya.

يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ. ثم لايعود ن اليه

Mereka melesat keluar dari agama (Islam) sebagaimana anak panah melesat dari sasarannya, kemudiaan mereka tidak kembali kepadanya.

Ini adalah bid'ah Khawarij.

📖 55. Imam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah berkata:

وفيه انّه ﷺ قال:

Dalam masalah ini juga, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

أنّ آل أبي فلان ليسوالي بأولؤآء، إنّما أولياء المتقون

Sesungguhnya Keluarga Abu Fulan bukanlah loyalis-loyalisku, akan tetapi loyalis-loyalisku adalah orang-orang yang bertakwa.

Diriwayatkan Bukhari no. 5990 dan Muslim no. 215 dari Hadits Amr bin Ash. Di dalam pembahasan ini terdapat riwayat dari Bukhari dan Muslim:

إِنَّما وَلِيِّي اللَّهُ وصالحُ المُؤْمِنِين

Sesungguhnya waliku hanyalah Allah dan orang-orang mukmin yang sholeh.

📃 Penjelasan:

Sabda Nabi ليسوالي بأولؤآء (Mereka bukan loyalis-loyalisku) Dari kata ألوَلاية dengan wawu difathah yang bermakna kecintaan sedangkan yang dikasrah الوِلاية bermakna kerajaan dan kekuasaan. Rasulullah ﷺ bersikap anti dari siapa saja yang tidak berpegang pada agama Tauhid, sekalipun dia berasal dari kerabat yang senasab dengan beliau. Beliau tidak mencintainya, dan mereka bukan wali-wali beliau. Yakni beliau tidak mencintai mereka selama mereka tidak berpegang pada agama beliau. Wali-wali beliau adalah orang-orang yang bertakwa, baik mereka itu kerabat beliau atau selain kerabat.

Salman al-Farisi, Bilal bin Rabah al-Habasyi, dan Shuhai ar-Rumi Radhiyallahu’anhum bukan termasuk kerabat Nabi, mereka adalah para mantan hamba sahaya, dan bersama semua ini, mereka menjadi orang-orang dekat Rasulullah ﷺ yang beliau cintai, karena mereka adalah orang-orang beriman. Di saat yang sama Abu Lahab dia adalah paman Nabi, saudara bapak beliau, dia adalah musuh beliau, dan beliau berlepas diri darinya. Masalahnya bukan masalah kekerabatan, tidak ada kemuliaan bagi kekerabatan dengan Rasulullah tanpa (kekerabatan) agama.

Adapun bila seseorang berada di atas agama Rasulullah ﷺ maka dia mendapatkan dua kemuliaan, kemuliaan kekerabatan dan kemuliaan agama, sehingga dua kemuliaan agama terkumpul padanya. Adapun orang yang tidak beragama, maka hubungan kekerabatan dengan Rasulullah ﷺ tidak berguna selama agamanya bertentangan dengan agama beliau, karena itu Rasulullah ﷺ berlepas diri dari keluarga Abu Fulan. Beliau bersabda : ليسوالي بأولؤآء (Mereka bukanlah loyalis-loyalisku). Karena wali-wali beliau adalah orang-orang yang bertakwa, dari ras apa pun dia.

Ini mengandung keharusan berlepas diri dari kaum musyrikin, sekalipun mereka adalah kerabat Rasulullah ﷺ. Dalam hadits:

من بطّأ به عمله، لم يسرع به نسبه

Barangsiapa yang amalnya membuatnya lamban (untuk mencapai derajat kebahagian), maka nasehatnya tidak akan bisa membuatnya cepat (meraih derajat kemuliaan). HR. Muslim no. 2699 dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.

📖 56. Imam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah berkata:

وفيه ايضا عن أنس رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر له أن بعض الصحابة قال: أما أنا فلا آكل اللحم، وقال الآخر: أما أنا فأقوم ولا أنام، وقال الآخر: أما أنا فلا أتزوج النساء، وقال الآخر: أما أنا فأصوم ولا أفطر، فقال صلى الله عليه وسلم: «أُقُومُ وَأَنَامُ وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ وَآكُلُ اللًّحْمَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي

Diriwayatkan juga dari Anas (semoga Allah meridainya) bahwa Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam diberitahu bahwa sebagian dari para Sahabat berkata: “Adapun aku, aku tidak akan makan daging.” Yang lain berkata: “Adapun aku, aku akan shalat sepanjang malam dan tidak tidur.” Yang lain lagi berkata: “Adapun aku, aku tidak akan menikahi wanita.” Yang lain lagi berkata: “Adapun aku, aku akan berpuasa sepanjang hari dan tidak berbuka.” Maka Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Aku shalat sepanjang malam dan tidur, aku berpuasa dan berbuka, aku menikahi wanita, dan aku makan daging. Barangsiapa berpaling dari Sunnahku, maka ia bukanlah termasuk golonganku.”

Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5063 dan Muslim no. 1401.

📃 Penjelasan:

Hadits ini diriwayatkan di dalam ash-Shahih. Para sahabat tersebut menginginkan kebaikan, ibadah, dan ketaatan, maka mereka datang untuk bertanya tentang ibadah Rasulullah ﷺ agar mereka bisa mencontoh beliau, manakala mereka diberi tahu tentang ibadah beliau, maka seakan-akan mereka merasa ibadah beliau sedikit, kemudian mereka berkata, "Rasulullah tidak seperti kita, dosa-dosa beliau yang telah berlalu dan yang akan datang telah diampuni. Jadi beliau tidak perlu beribadah".

Manakala hal tersebut terdengar oleh beliau, beliau sangat marah, seraya bersabda,

"Mengapa ada orang-orang yang berkata begini dan begitu? Ketahuilah sesungguhnya aku di antara kalian adalah orang yang paling takut kepada Allah dan paling bertakwa kepadaNya namun aku shalat dan tidur, aku berpuasa dan berbuka, aku menikahi beberapa wanita, dan aku makan daging. Barangsiapa membenci Sunnahku, maka dia bukan dari golonganku."

Hadits ini memperingatkan bahaya sikap ghuluw (berlebihan) dalam beribadah, yaitu menambah dan memberikan beban berat terhadap diri. Agama Islam itu pertengahan dan seimbang, sehingga engkau tidak usah memberatkan dirimu dan membebaninya di atas batas kemampuannya. Rasulullah ﷺ telah memperingatkan dari sikap ghuluw dalam banyak hadits, yaitu menambah dalam ibadah, akan tetapi engkau harus mengasihi diri sendiri. Bila seseorang beribadah dengan seimbang dan pertengahan, maka dia akan mengamalkannya terus menerus. Berbeda bila dia memberatkan diri dalam beribadah, maka dia akan bosan dan meninggalkannya.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم