ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
✒┃ Materi :Syarah Fadhlul Islam - Kesempurnaan dan Keagungan Islam Serta Perintah Berpegang Teguh dan Menjaga Kemurniannya
▪ Syarah Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah.
🎙┃ Narasumber : Ustadz Abu Ubaid Rizqi, Lc., hafidzahullah ta'ala
▪ Alumnus LIPIA Jakarta
▪ Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
📆┃Selasa, 18 Jumadil Akhir 1447 / 9 Desember 2025
🕌┃ Tempat : Masjid Ummul Mukminin 'Aisyah Radhiallāhu'anhā Blimbing Gatak Sukoharjo.
📖┃ Daftar Isi:
باب ما جاء أن البدعة أشد من الكبائر
Pertemuan#22: Bab Keterangan Bahwa Bid'ah itu Lebih Berat Bahayanya Dibandingkan Dosa-dosa Besar #4
📖 44. Imam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah berkata:
Dalam ash-Shahih, bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang Khawarij,
أَيْنَمَالَقَيْتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ
"Di mana pun kalian mendapati mereka, maka bunuhlah mereka.
Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 5057, dan Muslim, no. 1066, dari hadits Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu.
📃 Penjelasan #44:
Di antara bid'ah yang buruk adalah bid'ah Khawarj. Mereka adalah orang-orang yang menentang Ulil Amri (pemerintah) dari kaum Muslimin, menolak menaati dan mendengar, memberontak terhadap Ulil Amri dengan pedang, mengafirkan kaum Muslimin bila mereka melakukan dosa-dosa besar yang bukan syirik. Mereka itu adalah Khawarij.
Nabi ﷺ memerintahkan untuk membunuh mereka demi membendung keburukan mereka dan mematikan bid'ah mereka karena as-Sunnah dan syariat mendorong untuk mendengaf dan menaati Ulil Amri kaum Muslimin, sebab mendengar dan menaati Ulil Amri mengakibatkan kemaslahatan-kemaslahatar besar, bersatunya kalimat, terjaganya darah, berhukum kepada syariat, menegakkan hukuman had, jihad dan kemaslahatar kemaslahatan lain yang besar. Bila perkara tersebut rusak maka kemaslahatan-kemaslahatan tersebut akan terbengkalai, kekacauan menyebar, darah-darah ditumpahkan, harta-harta dirampas, kehormatan-kehormatan dilanggar, hukuman hudud dilalaikan dan kerusakan-kerusakan lainnya. Bersatu, mendengar dan menaati Ulil Amri (pemerintah) adalah kewajiban kaum Muslimin agar kemaslahatan dunia dan agama tetap tegak.
Adapun orang yang menentang (Ulil Amri), maka dia telah berbuat bid'ah dalam agama yang bukan termasuk darinya, sekalipun mereka menyangka bahwa diri mereka mengingkari kemungkaran, dan berjihad dijalan Allah, karena sejatinya mereka adalah ahli bid'ah dan para penyimpang dari syariat Allah ﷻ. Apa yang mereka lakukan adalah bagian dari kemungkaran, lebih berat dibandingkan kemungkaran yang mereka tuduhkan kepada Ulil Amri bahwa mereka melakukannya atau memang mereka benar-benar melakukannya, karena walaupun dengan asumsi Ulil Amri melakukannya, tetap saja menentang mereka mengandung kerusakan yang lebih besar dibandingkan dengan kerusakan dari perbuatan meninggalkan pengingkaran atas kemungkaran mereka secara terbuka, sehingga dia tetap wajib mendengar dan menaati.
Note:
- Memerangi Khawarj bertujuan untuk mematikan penyimpangan akidah mereka, maka tidak ada perampasan ghanimah seperti pada perang kepada kaum musyrikin.
- Yang memerangi adalah pemerintah muslim yang sah, bukan individu yang dapat menimbulkan kekacauan dan fitnah.
*****
Awal cikal bakal Khawarij ada di zaman Nabi ﷺ saat Dzul Khuwaishirah berkata kepada Rasulullah ﷺ.
Dari Abu Sa’id Al Khudriy radliallahu ‘anhu berkata; Ketika kami sedang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang sedang membagi-bagikan pembagian(harta), datang Dzul Khuwaishirah, seorang laki-laki dari Bani Tamîm, lalu berkata; Wahai Rasulullah, tolong engkau berlaku adil. Maka beliau berkata: Celaka kamu!. Siapa yang bisa berbuat adil kalau aku saja tidak bisa berbuat adil. Sungguh kamu telah mengalami keburukan dan kerugian jika aku tidak berbuat adil.
فَقَالَ عُمَرُ يَا رَسُولَ اللَّهِ ائْذَنْ لِي فِيهِ فَأَضْرِبَ عُنُقَهُ
Kemudian ‘Umar berkata, “Wahai Rasulullah, izinkan aku untuk Membunuhnya memenggal batang lehernya!
فَقَالَ دَعْهُ فَإِنَّ لَهُ أَصْحَابًا يَحْقِرُ أَحَدُكُمْ صَلَاتَهُ مَعَ صَلَاتِهِمْ وَصِيَامَهُ مَعَ صِيَامِهِمْ
Rasulullah berkata, “Biarkanlah dia. Karena dia nanti akan memiliki teman-teman (pengikut) yang salah seorang dari kalian memandang remeh (tidak ada apa-apanya) sholat kalian dibandingkan shalat mereka, puasa kalian dibandingkan puasa mereka (luar biasa ibadah mereka).
يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لَا يُجَاوِزُ تَرَاقِيَهُمْ
Mereka membaca Al-Qur’an namun tidak sampai melewati tenggorokan mereka.
يَمْرُقُونَ مِنْ الدِّينِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنْ الرَّمِيَّةِ
Mereka keluar dari agama seperti melesatnya anak panah dari targetnya (HR Bukhari 3341 atau Fathul Bari 3610)
Dalam riwayat lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menegaskan,
إِنَّ مِنْ ضِئْضِئِ هَذَا قَوْمًا يَقْرَءُونَ الْقُرْآنَ لاَ يُجَاوِزُ حَنَاجِرَهُمْ يَقْتُلُونَ أَهْلَ الإِسْلاَمِ وَيَدَعُونَ أَهْلَ الأَوْثَانِ يَمْرُقُونَ مِنَ الإِسْلاَمِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ لَئِنْ أَدْرَكْتُهُمْ لأَقْتُلَنَّهُمْ قَتْلَ عَادٍ
“Sesungguhnya di belakang orang ini akan muncul suatu kaum yang rajin membaca al-Qur’an namun tidak melampaui pangkal tenggorokan mereka. Mereka membunuhi umat Islam dan justru meninggalkan para pemuja berhala. Mereka keluar dari Islam sebagaimana melesatnya anak panah dari sasaran bidiknya. Apabila aku menemui mereka, niscaya aku akan membunuh mereka dengan cara sebagaimana terbunuhnya kaum ‘Aad.” (HR. Bukhari dan Muslim dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu’anhu, ini lafaz Muslim).
Kaum 'Ad adalah kaum nabi Hud alaihissalam, Allah ﷻ mengadzab mereka dengan cara yang sangat buruk, Allah ﷻ mengirim mereka dengan angin kering yang membinasakan,
تَنزِعُ ٱلنَّاسَ كَأَنَّهُمْ أَعْجَازُ نَخْلٍ مُّنقَعِرٍ
Yang menggelimpangkan manusia seakan-akan mereka pokok korma yang tumbang. (QS. Al-Qomar Ayat 20).
Angin ini menerbangkan mereka ke angkasa setinggi-tingginya, kemudian menghempaskan mereka dalam posisi terbalik sehingga leher mereka patah, karena perawakan mereka yang besar mereka seperti tonggak pohon kurma yang batangnya tercabut, mereka memiliki perawakan yang besar dan tinggi.
Nabi ﷺ memerintahkan untuk menghukum Khawarij dengan hukuman yang menjerakan mereka seperti hukuman atas kaum 'Ad, karena keburukan dan kerusakan mereka. Mereka menyebarkan kerusakan melalui pemikiran-pemikiran mereka dan penentangan mereka terhadap Ulil Amri. Mereka adalah kelompok sesat yang membahayakan umat. Bahaya mereka bukan hanya terhadap para Ulil Amri semata, akan tetapi bagi seluruh umat. Oleh karena itu, Ulil Amri kaum Muslimin bersama kaum Muslimin wajib memerangi mereka demi menepis keburukan mereka. Karena itu pula Amirul Mukminin, Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu memerangi mereka dan membunuh mereka dalam jumlah besar di an-Nahrawan. Allah memberikan kemenangan kepada beliau atas mereka di sana, sehingga beliau berhasil menumpulkan kekuatan mereka, dan sesudah beliau para Ulil Amri terus memerangi mereka setiap kali sekelompok orang dari mereka muncul. Dalam hadits,
كُلَّمَا ظَهَرَ مِنْهُمْ قَرْنٌ قَطْعٌ
"Setiap kali sebuah kelompok dari mereka muncul, ia dipotong." (Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, no. 174, dari hadits Abdullah bin Umar).
Alhamdulillah.
Mereka adalah kelompok yang membahayakan kaum Muslimin. Keyakinan mereka adalah menolak "mendengar dan menaati" Ulil Amri (pemerintah), memberontak Ulil Amri dengan mengangkat senjata, mengafirkan Ulil Amri, mengafirkan kaum Muslimin, dan menghalalkan darah kaum Muslimin. Dalam hadits,
أَنَّهُمْ يَقُولُونَ أَهَهِلُ الْإِسْلَامَ وَيَدَّعُونَ اهْللْأَوْثَانِ
"Mereka membunuh kaum Muslimin dan membiarkan para penyembah berhala." (Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 3344: dan Muslim, no. 1064, dari hadits Abu Sa'id Al-Khudri).
Inilah sejarah Khawarij, tidak pernah diinformasikan bahwa mereka memerangi orang-orang kafir selamanya, sebaliknya mereka memerangi kaum Muslimin, menghalalkan darah dan harta kaum Muslimin. Semoga Allah memberikan keselamatan.
*****
📖 45. Imam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah berkata:
Dalam ash-Shahih,
أَنَّهُ ﷺ نَهَى عَنْ قَتْلِ أُمَرَاءِ الْجَوْرِ مَا صَلَّوْا
"Bahwa Nabi ﷺ melarang membunuh para pemimpin zhalim selama mereka shalat."
📃 Penjelasan #45:
Yang Penulis maksud dengan "ash-Shahih" adalah Shahih Muslim bahwa Nabi ﷺ melarang membunuh para pemimpin zhalim, yaitu para pemimpin pelaku kemaksiatan, yang zhalim dalam memimpin, yaitu menzhalimi masyarakat, sekalipun mereka adalah orang-orang fasik, maka tidak boleh mendurhakai mereka, dan kefasikan mereka dipikulkan atas mereka sendiri.
Adapun perkara memberontak terhadap pemimpin, maka mudaratnya kembali kepada kaum Muslimin. Hal ini termasuk melakukan perkara yang mudaratnya lebih ringan dalam rangka menghindari mudarat yang lebih besar. Tidak disangsikan bahwa kemaksiatan Ulil Amri adalah mudarat, akan tetapi menjadikannya sebagai alasan untuk memberontak dan memecah-belah jamaah kaum Muslimin agar tidak taat, maka hal ini lebih besar mudaratnya.
Ucapan beliau ﷺ "Selama mereka shalat." Ini menunjukan kedudukan shalat dalam Islam, dan bahwa siapa yang meninggalkannya maka dia telah kafir, berbeda dengan pendapat sebagian orang yang berkata, "Agama bukan hanya shalat, seseorang tetaplah Muslim walaupun tidak shalat."
Rasulullah ﷺ melarang membunuh dan memberontak terhadap Ulil Amri selama yang bersangkutan shalat, walaupun (di saat yan sama) yang bersangkutan melakukan penyimpangan-penyimpangan dan kemaksiatan-kemaksiatan yang bukan merupakan kekafiran. Maka sesungguhnya Ulil Amri yang seperti ini patut disikapi dengan kesabaran, karena hal itu mengandung kemaslahatan besar yang lebih banyak dibandingkan kerusakan dari kemaksiatannya pada dirinya, karena mudarat kemaksiatannya terbatas pada dirinya sendiri. Adapun memecah-belah jamaah kaum Muslimin agar tidak taat dan memberontak terhadap Ulil Amri, maka mudaratnya menimpa Islam dan kaum Muslimin.
Asal dari hadits tersebut adalah sabda Nabi ﷺ, dari Auf bin Malik dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ia bersabda,
خِيَارِ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِينَ تُحِبُّونَهُمْ وَيُحِبُّونَكُمْ وَيُصَلُّونَ عَلَيْكُمْ وَتُصَلُّونَ عَلَيْهِمْ وَشِرَارِ أَئِمَّتِكُمْ الَّذِينَ تُبْغِضُونَهُمْ وَيُبْغِضُونَكُمْ وَتَلْعَنُونَهُمْ وَيَلْعَنُونَكُمْ قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلَا نُنَابِذُهُمْ بِالسَّيْفِ فَقَالَ لَا مَا الصَّلَاةُ وَإِذَا رَأَيْتُمْ مِنْ وَلَاتِكُمْ شَيْئًا
“Sebaik-baik pemimpin kalian adalah pemimpin yang kalian cintai, dan mereka pun mencintai kalian. Kalian mendoakan mereka, mereka pun mendoakan kalian. Seburuk-buruk pemimpin kalian adalah yang kalian benci, mereka pun benci kepada kalian. Kalian pun melaknat mereka, mereka pun melaknat kalian”. Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, apakah kita perangi saja mereka dengan senjata?” Nabi menjawab, “Jangan, selama mereka masih salat. Bila kalian melihat sesuatu yang kalian benci dari pemimpin kalian, maka cukup bencilah perbuatannya, namun jangan kalian melepaskan tangan kalian dari ketaatan kepadanya.” (HR. Muslim no. 1855)
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم