Niatilah untuk Menuntut Ilmu Syar'i

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.”
(HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 2436)
Kajian Aqidah

ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ

✒┃ Materi :Syarah Fadhlul Islam - Kesempurnaan dan Keagungan Islam Serta Perintah Berpegang Teguh dan Menjaga Kemurniannya
▪ Syarah Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah.
🎙┃ Narasumber : Ustadz Abu Ubaid Rizqi, Lc., hafidzahullah ta'ala
▪ Alumnus LIPIA Jakarta
▪ Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
📆┃Selasa, 15 Sya’ban 1447 / 3 Februari 2026
🕌┃ Tempat : Masjid Ummul Mukminin 'Aisyah Radhiallāhu'anhā Blimbing Gatak Sukoharjo.



Pertemuan#29: Penjelasan Mengenai  Ibrahim adalah Teladan | Loyalis para Nabi | Allah Melihat Hati dan Amal

 📖 60. Imam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah berkata:

وقوله تعالى :

ثُمَّ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ أَنِ ٱتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

"Kemudian Kami wahyukan kepadamu (wahai Rasul), Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif,' dan dia bukanlah termasuk orang-orang musyrik." (An-Nahl: 123).

📃 Penjelasan:

Allah ﷻ berfirman,

إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِّلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ. شَاكِرًا لِّأَنْعُمِهِ ۚ ٱجْتَبَىٰهُ وَهَدَىٰهُ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

"Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam (yang dijadikan teladan) lagi patuh kepada Allah dan hanif (lurus), dan dia bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Allah), dia juga seorang yang mensyukuri nikmat-nikmatNya, Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus." (An-Nahl: 120-121).

Firman Allah: إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ كَانَ أُمَّةً - "Sesungguhnya Ibrahim adalah Seorang imam (yang dijadikan teladan)," yakni, teladan قَانِتًا لِّلَّهِ - "lagi patuh kepada Allah." Yang dimaksud dengan qunut adalah terus-menerus konsisten taat kepada Allah, yakni selaly taat kepada Allah, حَنِيفًا "dan hanif (lurus)," yakni, menghadap kepada Allah dalam beribadah kepadaNya, dan berpaling dari peribadatan kepada selainNya, وَلَمْ يَكُ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ "dan dia bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Allah)." Dia anti dari kaum musyrikin, yakni anti (benci) dari mereka, sebagaimana dia anti dari bapaknya dan kaumnya.

"Dia juga seorang yang mensyukuri nikmat-nikmatNya," شَاكِرًا لِّأَنْعُمِهِ yakni, nikmat-nikmat Tuhannya, karena Allah menyebutkan dalam surat ini, yakni an-Nahl, nikmat-nikmatNya, dan menghitungnya, karena itu Surat an-Nahl juga disebut dengan Surat an-Ni'am, karena di dalamnya Allah menyebutkan nikmatnikmatNya agar hamba-hambaNya mensyukurinya, dan Allah menyebutkan tentang Nabi Ibrahim alaihissalam bahwa dia mensyukuri nikmat-nikmat Allah ﷻ. Syukur nikmat adalah membicarakannya secara lahir, mengakuinya secara batin dan menafkahkannya di jalan yang diridhai oleh Pemberinya.

"Kemudian Kami wahyukan kepadamu (wahai Rasul)," ثُمَّ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ ayat ini tertuju kepada Nabi Muhammad ﷺ . "Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif," مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا - manakala Allah menyifati Nabi Ibrahim dengan sifat-sifat yang agung ini, Allah memerintahkan NabiNya, Muhammad ﷺ agar mengikuti agama Nabi Ibrahim. Agama Nabi Muhammad adalah agama Nabi Ibrahim, yaitu al-Hanifiyah as-Samhah (lurus dan mudah), agama Tauhid, ibadah dan keikhlasan kepada Allah.

*****

📖 61. Imam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah berkata:

عن ابن مسعود رضي الله عنه أنّ رسول الله صلى الله عليه وسلم قال :

Dari Ibnu Mas'ud Radhiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,

إنَّ لِكلِّ نبيٍّ ولاةً منَ النَّبيِّينَ وإنَّ وليِّيَ أبي وخليلُ ربِّي. ثمَّ قرأَ ( إنَّ أولى النَّاسِ بإبراهيمَ للَّذينَ اتَّبعوهُ وَهذا النَّبيُّ والَّذينَ آمنوا واللَّهُ وليُّ المؤمنين)

"Sesungguhnya setiap nabi memiliki para loyalis dari para nabi, dan sesungguhnya loyalisku adalah bapak moyangku dan Khalil Rabbku (Nabi Ibrahim)." Kemudian beliau membaca, "Sesungguhnya orang yang paling berhak (menisbatkan diri) pada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya, Nabi ini (Muhammad), dan orang-orang yang beriman. Dan Allah adalah Pelindung orang-orang yang beriman." (Ali - Imran: 68).

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi no. 2995.

📃 Penjelasan:

Para nabi, sebagian dari mereka loyal kepada sebagian lainnya dengan saling mencintai, meneladani, dan mengikuti. Mereka adalah rangkaian yang satu, dari awal hingga akhir. Yang pertama mengabarkan yang akhir, yang akhir meneladani yang awal, dan sebagian mengikuti sebagian lainnya. Demikianlah para nabi itu Alaihimussalam. Nabi kita, Muhammad ﷺ adalah manusia yang paling berhak menisbatkan diri pada Nabi Ibrahim alaihissalam. Ini adalah bantahan terhadap orang-orang Yahudi dan orang-oran Nasrani. Orang-orang Yahudi berkata bahwa Nabi Ibrahim adalah Yahudi, dan orang-orang Nasrani berkata bahwa Nabi Ibrahim adalah Nasrani. Allah ﷻ telah membantah mereka seraya berfirman:

مَا كَانَ إِبْرَٰهِيمُ يَهُودِيًّۭا وَلَا نَصْرَانِيًّۭا وَلَـٰكِن كَانَ حَنِيفًۭا مُّسْلِمًۭا وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ.٦٧. إِنَّ أَوْلَى ٱلنَّاسِ بِإِبْرَٰهِيمَ لَلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ..٦٨

"Ibrahim bukanlah seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, tetapi dia adalah seorang yang lurus, Muslim, dan dia tidaklnh termasuk orang-orang musyrik. Sesungguhnya orang yang paling berhak (menisbatkan diri) pada Ibrahim ialah orang-orang yan, mengikutinya." (Ali Imran: 67-68).

Adapun kalian, wahai orang-orang Nasrani, tidak mengikuti nabi Ibrahim, kalian jauh dari agama Nabi Ibrahim, sehingga menyembah salib, sedangkan orang-orang Yahudi menyembah Uzair, mereka berkata Uzair adalah anak Allah. Mereka menyembah anak sapi, sebagaimana yang Allah sebutkan, mereka menyembah hawa nafsu, demikianlah agama Yahudi.

Nabi Ibrahim alaihissalam bersikap anti dari mereka, anti juga dari orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani, dan mereka tidak mengikuti Nabi Ibrahim, jadi mereka jauh dari agama Nabi Ibrahim. Orang yang paling dekat dengan Nabi Ibrahim adalah "orang-orang yang mengikutinya", baik dari kalangan Yahudi dan Nasrani, bukan orang-orang yang menyelisihinya, "dan Nabi ini," yaitu Nabi Muhammad ﷺ "dan orang-orang yang beriman. Dan Allah adalah Pelindung orang orang yang beriman." Allah adalah Wali (Penolong) mereka, Dia menolong, mendukung, mencintai, dan memperhatikan mereka, Dia adalah Wali orang-orang Mukmin secara khusus, menolong, mendukung, mencintai, dan memperhatikan mereka. Ini adalah walayah khusus.

Ada walayah umum untuk semua makhluk. Allah ﷻ berfirman,

وَرُدُّوْٓا اِلَى اللّٰهِ مَوْلٰىهُمُ الْحَقِّ

"Dan mereka dikembalikan kepada Allah, Pelindung mereka yang sebenarnya." (Yunus: 30).

Maksudnya, Allah adalah Rabb (Tuhan), Pemilik mereka dan Pengatur mereka. Ini adalah walayah umum untuk semua makhluk, walayah yang berarti kepemilikan, pengaturan dan pemberian rizki. Adapun walayah khusus, maka ia hanya bagi orang-orang Mukmin yang mengikuti Nabi Ibrahim alaihissalam dan yang paling berhak dengan walayah tersebut adalah Nabi Muhammad ﷺ dan umat beliau. Ini adalah bantahan terhadap orang-orang Yahudi dan orang-orang Nasrani yang mengaku bahwa mereka di atas agama Nabi Ibrahim, padahal mereka dusta, mereka tidak berada di atas agama Nabi Ibrahim, akan tetapi mereka di atas kesyirikan, agama yang menyimpang, agama yang sudah dirubah dan diganti.

Ini merupakan dalil bahwa seseorang tidak menjadi wali bagi seorang nabi kecuali bila dia mengikutinya, tidak ada wali bagi Nabi Ibrahim dan Nabi kita Muhammad ﷺ, kecuali siapa yang mengikuti keduanya. Adapun orang-orang yang mengaku mencintai Nabi Muhammad ﷺ padahal mereka menyelisihi beliau, membuat bid'ah dan hal-hal yang diada-adakan, (sekalipun) mereka mengaku mencintai Nabi Muhammad ﷺ, mereka adalah pembual. Seandainya mereka memang mencintai Nabi Muhammad ﷺ, niscaya mereka mengikuti beliau ﷺ, meninggalkan bid'ah dan hal-hal yang diada-adakan serta khurafat yang Allah tidak menurunkan petunjuk tentangnya. Orang yang mencintai Nabi Muhammad ﷺ dengan sebenarnya adalah orang yang mengikuti beliau. Mereka adalah,

اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَاتَّبَعُوا النُّوْرَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ مَعَهٗٓۙ اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَࣖ

"Orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang yang beruntung." (Al-A'raf: 157).

Yang dijadikan pedoman adalah sikap mengikuti, bukan sekedar pengakuan, dan pengakuan yang tidak berdasarkan bukti maka ia hanyalah kebatilan.

*****

📖 62. Imam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah berkata:

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ, قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dia berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,

إِنَّ اللَّهَ لاَ يَنْظُرُ إِلَى صُوَرِكُمْ وَأَمْوَالِكُمْ وَلَكِنْ يَنْظُرُ إِلَى قُلُوبِكُمْ وَأَعْمَالِكُمْ

"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada bentuk tubuh dan harta-harta kalian, akan tetapi melihat kepada hati-hati dan amal-amal kalian."

Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2564 (34).

📃 Penjelasan:

Hadits ini menunjukkan bahwa yang dijadikan pedoman bukan hanya penampilan lahir, bentuk tubuh, dan ketampanan wajah, bukan juga dengan banyaknya harta dan kekayaan. Akan tetapi ditinjau dalam dua hal: hati dan amal. Bila hati shahih, bersih, dan ikhlas kepada Allah sedangkan amalnya lurus di atas syariat Allah, maka dialah yang Allah lihat, terima dan beri pahala.

Adapun sekedar ketampanan wajah dan banyaknya uang, naka ia bukanlah pertimbangan di sisi Allah. Allah ﷻ berfirman,

وَمَآ اَمْوَالُكُمْ وَلَآ اَوْلَادُكُمْ بِالَّتِيْ تُقَرِّبُكُمْ عِنْدَنَا زُلْفٰىٓ اِلَّا مَنْ اٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًاۙ

"Dan bukanlah harta kalian dan bukan pula anak-anak kalian yang mendekatkan kalian kepada Kami sedikit pun, melainkan orangorang yang beriman dan mengerjakan amal shalih." (Saba' : 37).

Jadi merekalah (orang-orang beriman dan beramal shalih) yang dipandang oleh Allah dengan pandangan pertimbangan, penerimaan, dan rahmat.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم