ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
✒┃ Materi :Syarah Fadhlul Islam - Kesempurnaan dan Keagungan Islam Serta Perintah Berpegang Teguh dan Menjaga Kemurniannya
▪ Syarah Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah.
🎙┃ Narasumber : Ustadz Abu Ubaid Rizqi, Lc., hafidzahullah ta'ala
▪ Alumnus LIPIA Jakarta
▪ Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
📆┃Selasa, 27 Jumadil Awal 1447 / 18 November 2025
🕌┃ Tempat : Masjid Ummul Mukminin 'Aisyah Radhiallāhu'anhā Blimbing Gatak Sukoharjo.
📖┃ Daftar Isi:
باب ما جاء أن البدعة أشد من الكبائر
Pertemuan#20: Bab Keterangan Bahwa Bid'ah itu Lebih Berat Bahayanya Dibandingkan Dosa-dosa Besar #2
📖 40. Imam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah berkata:
باب ما جاء أن البدعة أشد من الكبائر
Bab Keterangan Bahwa Bid'ah itu Lebih Berat Bahayanya Dibandingkan Dosa-dosa Besar (https://shamela.ws/book/11221/11#p1).
📃 Penjelasan #40:
Kaba'ir adalah dosa-dosa besar. Karena dosa terbagi menjadi dua bagian: kaba'ir (dosa-dosa besar) dan shaghair (dosa-dosa kecil).
Patokan kaba'ir adalah setiap kemaksiatan yang Allah pastikan adanya hukuman had (Had adalah Hukuman yang telah ditentukan oleh syariat) baginya di dunia, seperti, had zina, mencuri, membunuh yang bukan hak, minum khamar. Ini adalah kaba'ir, yakni, sesuatu yang diharuskan adanya hukuman had di dunia yang ditegakkan atas siapa yang melakukannya, maka ia termasuk kabair. Atau dosa yang telah ditetapkan ancamannya di akhirat, seperti ancaman siksa neraka atas siapa yang melakukan perbuatan tertentu, atau ancaman laknat, atau murka. Ini juga sebagai patokan kaba'ir. Yaitu:
- Dosa yang mengakibatkan hukuman had di dunia.
- Ancaman siksa di akhirat.
- Ditutup dengan (ungkapan) murka atau laknat.
- Rasulullah ﷺ berlepas diri dari pelakunya, seperti beliau bersabda, "Bukan termasuk golongan kami siapa yang berbuat ini dan ini."
Adapun dosa yang ada nash yang melarangnya namun tidak mengakibatkan apa pun darinya, dan ia hanyalah larangan semata, maka ia adalah shaghair (dosa-dosa kecil).
Dosa besar yang paling besar adalah syirik kepada Allah ﷻ karena Allah mengabarkan bahwa Dia tidak mengampuni pelakunya. Allah ﷻ berfirman,
إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa: 48)
Adapun dosa-dosa besar selain syirik, maka ia kembali kepada kehendak Allah, bila Allah berkehendak, maka Allah mengampuni pelakunya, dan bila Allah berkehendak maka Allah menghukum pelakunya dengan sebabnya. Allah ﷻ berfirman,
وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
"Dan Dia mengampuni apa (dosa-dosa) yang selain (syirik) itu bagi siapa yang Dia kehendaki."
- Menurut Ahlus Sunnah wal Jama'ah, pelaku dosa besar selain syirik itu tidak dikafirkan, akan tetapi dia dihukumi orang yang imannya kurang, sehingga fasik.
- Adapun Khawarij dan Mu'tazilah, maka mereka menilai pelaku dosa besar sebagai orang yang keluar dari Islam.
- Sedangkan Jahmiyah dan Murjiah menilai bahwa kemaksiatan-kemaksiatan tidak berdampak buruk terhadap imannya.
- Khawarij mengafirkan pelaku dosa besar, dan mereka menyatakannya kekal di dalam neraka.
- Mu'tazilah berkata, "Dia berada di antara dua manzilah, dia bukan Muslim dan juga bukan kafir, namun bila dia mati dan belum bertaubat, maka dia kekal di dalam neraka".
- Murji'ah berpendapat bahwa iman itu di dalam hati, iman tidak terkena dampak buruk kemaksiatan.
- Ahlus Sunnah wal Jama'ah berpendapat bahwa pelaku dosa besar selain syirik adalah orang yang imannya berkurang, dia berada di bawah kehendak Allah, bukan kafir, akan tetapi imannya berkurang, atau fasik, atau Mukmin dengan imannya dan fasik dengan dosa besarnya, akan tetapi dia tidak keluar dari Islam, dan dia beresiko terkena azab yang telah diancamkan oleh Allah.
Bid'ah lebih berat daripada dosa-dosa besar dari sisi bahwa bid'ah adalah mengada-adakan sesuatu yang baru dalam agama yang tidak disyariatkan oleh Allah. Pelakunya menyangka bahwa ia termasuk agama, berbeda dengan pelaku dosa besar, dia tidak menyatakan bahwa perbuatannya termasuk agama, Sebaliknya, dia mengakui bahwa dia berbuat durhaka dan menyelisihi, akan tetapi hawa nafsu mengendalikannya sehingga dia terjerumus dalam kemaksiatan, dia tidak mengklaim bahwa perbuatannya termasuk agama, berbeda dengan pelaku bid'ah, dia menyangka bahwa perbuatannya termasuk agama. Oleh karena itu, bid'ah tersebut menjadi lebih berat daripada dosa besar.
Demikian pula pelaku dosa besar mengetahui bahwa dirinya salah, dan dia ingin bertaubat, berbeda dengan pelaku bid'ah dia tidak mengakui dirinya salah, sebaliknya, dia melihat dirinya benar, dan bahwa amalnya sah. Oleh karena itu, jarang pelaku bid'ah yang bertaubat, karena dia melihat dirinya di atas kebenaran, berbeda dengan pelaku dosa, sekalipun dia melakukan dosa besar, maka sesungguhnya dia mengetahui bahwa dirinya salah dan takut mendapatkan azab, dan yang sering kali bertaubat adalah pelaku dosa besar. Ini sisi alasan lain mengapa bid'ah lebih berat daripada dosa besar.
*****
📖 41. Imam Muhammad bin Abdul Wahab Rahimahullah berkata:
يَقوله تعالى :
Berdasarkan Firman Allah ﷻ:
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ
Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. [QS. An-Nisa ayat 48].
📃 Penjelasan #41:
Terkadang bid'ah itu bisa berbentuk syirik dan bisa lebih rendah daripada syirik. Bid'ah itu bermacam-macam. Ada bid'ah syirik yang mengeluarkan pelakunya dari Islam, seperti berdo'a kepada selain Allah, meminta pertolongan kepada orang-orang mati, menyembelih (hewan kurban) untuk kuburan. Ini adalah bid'ah syirik yang tidak diampuni oleh Allah, kecuali bila pelakunya bertaubat.
Bila seseorang mati tanpa bertaubat darinya, maka dia kekal di dalam neraka. Allah ﷻ berfirman,
إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ
"'Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni (dosa) dipersekutukannya sesuatu denganNya (syirik)."
Syirik juga perbuatan bid'ah, karena Allah menciptakan manusia untuk beribadah kepadaNya, maka bila mereka menyembah selainNya bersamaNya, maka mereka telah mengadakan sesuatu yang baru dalam agama yang bukan darinya. Ini adalah bid'ah paling besar. Syirik adalah bid'ah terbesar, karena ia adalah syariat yang tidak direstui dan tidak diridhai oleh Allah ﷻ.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم