ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
✒┃ Materi :Syarah Fadhlul Islam - Kesempurnaan dan Keagungan Islam Serta Perintah Berpegang Teguh dan Menjaga Kemurniannya
▪ Syarah Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah.
🎙┃ Narasumber : Ustadz Abu Ubaid Rizqi, Lc., hafidzahullah ta'ala
▪ Alumnus LIPIA Jakarta
▪ Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
📆┃Selasa, 17 Rajab 1447 / 6 Januari 2026
🕌┃ Tempat : Masjid Ummul Mukminin 'Aisyah Radhiallāhu'anhā Blimbing Gatak Sukoharjo.
Pertemuan#26: Peringatan Bahaya Sikap Ghuluw (berlebihan) dalam Beribadah
وفيه ايضا عن أنس رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ذكر له أن بعض الصحابة قال: أما أنا فلا آكل اللحم، وقال الآخر: أما أنا فأقوم ولا أنام، وقال الآخر: أما أنا فلا أتزوج النساء، وقال الآخر: أما أنا فأصوم ولا أفطر، فقال صلى الله عليه وسلم: «أُقُومُ وَأَنَامُ وَأَصُومُ وَأُفْطِرُ وَأَتَزَوَّجُ النِّسَاءَ وَآكُلُ اللًّحْمَ، فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي
Diriwayatkan juga dari Anas (semoga Allah meridainya) bahwa Rasulullah shalla Allahu alaihi wa sallam diberitahu bahwa sebagian dari para Sahabat berkata: “Adapun aku, aku tidak akan makan daging.” Yang lain berkata: “Adapun aku, aku akan shalat sepanjang malam dan tidak tidur.” Yang lain lagi berkata: “Adapun aku, aku tidak akan menikahi wanita.” Yang lain lagi berkata: “Adapun aku, aku akan berpuasa sepanjang hari dan tidak berbuka.” Maka Nabi shalla Allahu alaihi wa sallam bersabda: “Aku shalat sepanjang malam dan tidur, aku berpuasa dan berbuka, aku menikahi wanita, dan aku makan daging. Barangsiapa berpaling dari Sunnahku, maka ia bukanlah termasuk golonganku.”
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari no. 5063 dan Muslim no. 1401.
Selengkapnya: Syarah Fadhlul Islam#26: Peringatan Bahaya Sikap Ghuluw (berlebihan) dalam Beribadah
ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
✒┃ Materi :Syarah Fadhlul Islam - Kesempurnaan dan Keagungan Islam Serta Perintah Berpegang Teguh dan Menjaga Kemurniannya
▪ Syarah Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah.
🎙┃ Narasumber : Ustadz Abu Ubaid Rizqi, Lc., hafidzahullah ta'ala
▪ Alumnus LIPIA Jakarta
▪ Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
📆┃Selasa, 17 Rajab 1447 / 6 Januari 2026
🕌┃ Tempat : Masjid Ummul Mukminin 'Aisyah Radhiallāhu'anhā Blimbing Gatak Sukoharjo.
📖┃ Daftar Isi:
Pertemuan#25: Mengikuti Agama Nabi Ibrahim 'alaihissalam yang Hanif
وقوله تعالى :
Dan Firman-Nya:
وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَٰهِيمَ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفْسَهُۥ ۚ وَلَقَدِ ٱصْطَفَيْنَٰهُ فِى ٱلدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ
Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.
Ayat ini berkaitan dengan Abdullah bin Salam Radhiyallahu’anhu yang menawarkan Islam kepada saudara-saudaranya (Salamah dan Abu Muhajir), dan dalam redaksi ayat disebut agama Ibrahim (Tahanuf) - agama hanifiyah, maka Islam sama dengan agama yang dibawa nabi Ibrahim alaihissalam. Dan ayat ini berlaku bagi seluruh umat.
Firman Allah وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَٰهِيمَ "Dan tidak ada yang membenci agama Ibrahim," yakni meninggalkannya Makna الرغبة عن الشيء adalah meninggalkan sesuatu. Dan الرغبة في الشيء adalah mencarinya.
ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ
✒┃ Materi :Syarah Fadhlul Islam - Kesempurnaan dan Keagungan Islam Serta Perintah Berpegang Teguh dan Menjaga Kemurniannya
▪ Syarah Oleh Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan Hafidzahullah.
🎙┃ Narasumber : Ustadz Abu Ubaid Rizqi, Lc., hafidzahullah ta'ala
▪ Alumnus LIPIA Jakarta
▪ Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhari
📆┃Selasa, 18 Jumadil Akhir 1447 / 9 Desember 2025
🕌┃ Tempat : Masjid Ummul Mukminin 'Aisyah Radhiallāhu'anhā Blimbing Gatak Sukoharjo.
📖┃ Daftar Isi:
باب ما جاء أن البدعة أشد من الكبائر
Pertemuan#22: Bab Keterangan Bahwa Bid'ah itu Lebih Berat Bahayanya Dibandingkan Dosa-dosa Besar #4
Dalam ash-Shahih, bahwa Nabi ﷺ bersabda tentang Khawarij,
أَيْنَمَالَقَيْتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ
"Di mana pun kalian mendapati mereka, maka bunuhlah mereka.
Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 5057, dan Muslim, no. 1066, dari hadits Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu.