Kategori Akhlak

Cara bergaul seorang hamba terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala dan para manusia lainnya.
Kajian Islam

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

📚┃ Materi : Jika Bisa Dipermudah maka Jangan Dipersulit (Amalan Dzahir dari Beningnya Hati)
🎙┃ Pemateri : Ustadz Mishbah Abu Zakariya hafizhahullah.
🗓️┃ Hari, Tanggal : Ahad, 25 Januari 2026 M / 5 Sya’ban 1447 H
🕌┃ Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Safira Residence Singopuran


Daftar Isi 



Akhlak Mulia sebab Masuk Surga

Setelah memuji Allâh dan bershalawat atas Nabi-Nya, Ustadz mengawali kajian dengan mengingatkan kita untuk selalu bersyukur atas nikmat yang telah Allah Ta’ala berikan hingga masih dipertemukan dalam majelis ilmu setelah Shalat Subuh Berjama'ah.

Setiap manusia tidak akan pernah mampu hidup sendiri, setiap hari tentu ada interaksi dengan orang lain, baik muamalah maliyah maupun muamalah umum lainnya seperti dalam hal jual beli, hutang ataupun hak dan kewajiban seorang muslim lainnya.

Setiap amalan memerlukan kebersihan hati, karena amalan dzahir mencerminkan kebersihan hati. Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Ada banyak karakter dalam hidup bermuamalah, hingga ada yang berperilaku selalu menyulitkan urusan orang lain. Hingga ada istilah jika bisa dipersulit kenapa dipermudah... Tentu ini akhlak yang buruk, karenanya Jika Bisa Dipermudah maka Jangan Dipersulit.

Berikut beberapa hadits Nabi ﷺ tentang akhlak mulia:

Mudah dalam Jual beli dan Membayar dan Menagih Hutang

1. Hadits Utsman bin Affan Radhiyallahu’anhu

Dari Utsman bin Affan Radhiyallahu’anhu, dia berkata Rasulullah ﷺ bersabda:

أَدْخَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ رَجُلًا كَانَ سَهْلًا مُشْتَرِيًا وَبَائِعًا وَقَاضِيًا وَمُقْتَضِيًا الْجَنَّةَ

"Allah Azza wa jalla memasukkan kedalam surga seseorang yang memudahkan (dalam) menjual dan membeli, ketika membayar utang, dan ketika menagih utang.“

( HR. Ahmad no. 410,485,508 dan HR. Nasai no. 4696 Dihasankan Oleh Syaikh al-Albani rahimahullah dalam Shahih Sunan dan Silsilah As-Shahihah no. 1181).

2. Hadits Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu’anhu

Dari Abdullah bin Amr, dia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

دَخَلَ رَجُلَ الْجَنَّةِ بِسَمَاحَتِهِ، قَاضِيًاوَمُتَقَاضِيًا

Seorang pria masuk surga dengan sebab toleransi (sikap mudah) ketika membayar hutang dan menagih hutang.

(HR. Ahmad no. 6963. Dihasankan oleh Syaikh Syu'aib Al-Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad).

3. Hadits Jabir bin Abdullah radhiallahu 'anhuma

Dari Jabir bin Abdullah radhiallahu 'anhuma berkata, "Bahwasanya Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda,

غفرَ اللهُ لرجلٍ كان قَبلَكم ؛ كان سهلًا إذا باعَ ، سهلًا إذا اشترَى ، سهلًا إذا اقْتضَى

"Allah Subhanahu wa Ta'ala mengampuni seorang pria sebelum kamu, dahulu dia toleransi (sikap mudah) jika membeli dan toleransi jika menagih hutang".

HR. Tirmidzi no. 1320 dan Ahmad no. 14658. Dishahihkan Syaikh Al-Albani dalam Shahih Sunan dan Syaikh Syu'aib Al-Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad).

💡 Faedah Hadits Poin ke-1:

1. Toleransi (sikap mudah) ketika membeli atau menjual merupakan amal shalih dan sebab masuk surga.
2. Toleransi (sikap mudah) ketika membeli, seperti: tidak terlalu pelit ketika menawar harga barang.
3. Toleransi (sikap mudah) ketika menjual, seperti: mudah menyerahkan ketika ditawar harga barangnya.
4. Toleransi (sikap mudah) ketika membayar hutang atau menagih hutang, merupakan amal shalih dan sebab masuk surga.
5. Toleransi (sikap mudah) ketika membayar hutang seperti: segera membayarnya ketika sudah mampu.
5. Toleransi (sikap mudah) ketika menagih hutang, seperti nemberi tempo orang yang kesusahan membayar hutang atau memaafkan sebagian atau semua hutangnya.
7. Allah memasukkan surga hamba-Nya yang Dia kehendaki dengan sebab iman dan amal shalih yang dia lakukan
8. Beriman kepada adanya surga dan neraka dan pengaruhnya.

Inilah sedikit penjelasan tentang hadits-hadits yang agung ini.

Memaafkan Orang yang Berhutang sebab Masuk Surga

1. Hadits Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu’anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda:

كَانَ تَاجِرٌ يُدَايِنُ النَّاسَ ، فَإِذَا رَأَى مُعْسِرًا قَالَ لِفِتْيَانِهِ تَجَاوَزُوا عَنْهُ ، لَعَلَّ اللَّهَ أَنْ يَتَجَاوَزَ عَنَّا ، فَتَجَاوَزَ اللَّهُ عَنْهُ

“Dahulu ada seorang pedagang biasa memberikan hutang kepada orang-orang. Jika dia melihat orang yang kesusahan membayar hutang, dia berkata kepada para pegawainya, “Maafkan dia, semoga Allah memaafkan kita!”. Maka Allah memaafkan dia”.

(HR. Bukhori, no. 2078, 3480; Muslim, no. 31/1562 ).

2. Hadits Hudzaifah Radhiyallahu’anhu #1

'Uqbah bin 'Amr berkata kepada Hudzaifah: “Tidakkah Anda menyampaikan hadits kepada kami, apa yang Anda dengar dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam?” Dia berkata, “Aku mendengar beliau bersabda:

إنَّ رَجُلًا كانَ فِيمَن كانَ قَبْلَكُمْ، أتاهُ المَلَكُ لِيَقْبِضَ رُوحَهُ، فقِيلَ له: هلْ عَمِلْتَ مِن خَيْرٍ؟ قالَ: ما أعْلَمُ، قيلَ له: انْظُرْ، قالَ: ما أعْلَمُ شيئًا، غيرَ أنِّي كُنْتُ أُبايِعُ النَّاسَ في الدُّنْيا وأُجازِيهِمْ، فَأُنْظِرُ المُوسِرَ، وأَتَجاوَزُ عَنِ المُعْسِرِ، فأدْخَلَهُ اللَّهُ الجَنَّةَ.

“Sesungguhnya ada seseorang pria sebelum kamu, malakul maut datang kepadanya untuk mencabut nyawanya, Lalu dia ditanya: “Apakah kamu pernah berbuat kebaikan?”. Dia menjawab: “Saya tidak tahu!”. Lalu dia ditanya lagi: “Perhatikanlah (mungkin kamu pernah berbuat kebaikan!”) Dia menjawab: “Saya tidak tahu apa-apa, kecuali bahwa saya dulu di dunia berdagang (dan biasa memberikan hutang) kepada orang-orang. Saya memberi tempo kepada orang yang mudah membayar hutang, dan memaafkan orang yang kesusahan membayar hutang”. Maka Allah memasukkannya ke surga.

(HR. Bukhori, no. 3451)

3. Hadits Hudzaifah Radhiyallahu’anhu #2

Dari Rib’iy bin Hirosy, dari Hudzaifah, dari Nabi shallallahu shallallahu 'alaihi wa sallam:

أَنَّ رَجُلًا مَاتَ فَدَخَلَ الْجَنَّةَ. فَقِيلَ لَهُ: مَا كُنْتَ تَعْمَلُ؟ (قَالَ فَإِمَّا ذِكْرٌ وَإِمَّا ذِكْرٌ) فَقَالَ: إنِّي كُنْتُ أُبَايِعُ النَّاسَ. فَكُنْتُ أَنْظُرُ الْمُعْسِرَ وَأَتَجَوَّزُ فِي السِّكَّةِ أَوْ فِي النَّقْدِ. فَغُفِرَ لَهُ

“Dahulu ada seseorang pria meninggal dunia, Lalu dia ditanya: “Apakah yang dahulu kamu perbuat?”. Perawi berkata: Kemungkinan dia ingat, atau diingatkan, lalu dia menjawab: “Saya dulu di dunia berdagang (dan biasa memberikan hutang) kepada orang-orang. Saya memberi tempo kepada orang yang kesusahan membayar hutang, dan memaafkan cacat pada cetakan uang”. Maka dia diampuni.

Abu Mas’ud berkata: “Dan aku juga mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam”.

(HR. Muslim, no. 28/1560; Ahmad, no. 23384)

💡 Faedah Hadits Poin ke-2:

Ada beberapa faedah yang bisa kita ambil dari hadits-hadits ini, antara lain:

  1. Sesungguhnya di dalam kisah-kisah orang-orang zaman dahulu terdapat ‘ibroh (pelajaran).
  2. Balasan itu sesuai dengan jenis perbuatan. Orang yang suka memaafkan, maka Allah juga akan memaafkan dosa-dosanya.
  3. Allah memb uka pintu-pintu rezeki, antara lain dengan berdagang.
  4. Boleh menjual barang dengan pembayaran hutang.
  5. Toleransi (sikap mudah) ketika membayar hutang atau menagih hutang, merupakan amal shalih dan sebab masuk sorga.
  6. Kewajiban memberi tempo kepada orang yang kesusahan membayar hutang, dan tidak boleh memberikan denda.
  7. Di akhirat orang mungkin lupa terhadap perbuatan-perbuatannya ketika di dunia. Tetapi semua perbuatan dan perkataan manusia dicatat oleh malaikat.

Inilah sedikit penjelasan tentang hadits yang agung ini.

Șemoga Allah ﷻ selalu memudahkan kita untuk melaksanakan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan. Dan selalu membimbing kita di atas jalan kebenaran menuju ridho dan sorga-Nya yang penuh kebaikan.

Referensi: 115 Hadits Syarat, Penghalang dan Sebab Masuk Surga - Ustadz Muslim Al-Atsary Hafidzahullah hal. 246.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم

  • Media
    Sarana belajar Agama Islam melalui video dan audio kajian dari Asatidz Indonesia yang bermanhaj salaf...
    Ebook
    Bahan bacaan penambah wawasan berupa artikel online maupun e-book yang bisa diunduh. Ebook Islami sebagai bahan referensi dalam beberapa topik yang insyaAllah bermanfaat.
  • image
    Abu Hazim Salamah bin Dînâr Al-A’raj berkata, “Setiap nikmat yang tidak mendekatkan kepada Allah, maka hal tersebut adalah ujian/petaka.” [Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunyâ dalam Asy-Syukr Lillâh]
    image
    ‘Ammâr bin Yâsir radhiyallâhu ‘anhumâ berkata,“Ada tiga perkara, siapa yang mengumpulkannya, sungguh dia telah mengumpulkan keimanan: inshaf dari jiwamu, menebarkan salam kepada alam, dan berinfak bersama kefakiran.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry secara Mu’allaq dan Al-Baihaqy]

Share Some Ideas

Punya artikel menarik untuk dipublikasikan? atau ada ide yang perlu diungkapkan?
Kirim di Sini