Kategori Akhlak

Cara bergaul seorang hamba terhadap Allah Subhanahu wa Taโ€™ala dan para manusia lainnya.
Kajian Islam

Bismillah

๐Ÿ“šโ”ƒMateri : KUMPULAN HADIST AKHLAK (Syarah Kitab Ahadits Akhlak, Karya Syaikh Abdurrozzaq Bin Abdul Muhsin Al Abbad Al Badr)
๐ŸŽ™โ”ƒPemateri : Ustadz Ja'far Ad Demaky,S.Ag ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰ (Pengajar Pondok Pesantren Al Ukhuwah Sukoharjo )
๐Ÿ—“| Hari: Senin, 3 Jumadil Akhir 1447 / 24 November 2025
๐Ÿ•Œโ”ƒTempat : Masjid Al Kautsar Puri Gading - Jl. Puri Gading Raya Perum Puri Gading, Dusun I, Grogol, Kec. Grogol, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
๐Ÿ—“| Daftar Isi:


ุฃุญุงุฏูŠุซ ุงู„ุฃุฎู„ุงู‚ - ุฑูุญู’ู…ูŽุฉู ุงู„ู’ุนููŠูŽุงู„ู - Ahaditsul Akhlak - Bab 6: Berkasih Sayang dengan Keluarga


Islam adalah Agama Kasih Sayang dan Nabi ๏ทบ adalah Nabi yang Penuh Rahmat

Sesungguhnya Islam adalah agama kasih sayang, dan Nabi kita ๏ทบ adalah Nabi yang penuh rahmat. Allah Ta'ala berfirman:

ูˆูŽู…ูŽุข ุฃูŽุฑู’ุณูŽู„ู’ู†ูŽูƒูŽ ุฅูู„ูŽู‘ุง ุฑูŽุญู’ู…ูŽุฉู ู„ูู„ู’ุนูŽู„ูŽู…ููŠู†ูŽ

Dan Kami tidak mengutusmu, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh alam [Al-Anbiya: 107].

Dalam Shahih Muslim disebutkan bahwa beliau bersabda:

ุฃูŽู†ูŽุง ู…ูุญูŽู…ูŽู‘ุฏูŒุŒ ูˆูŽุฃูŽุญู’ู…ูŽุฏูุŒ ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู‚ูŽููู‘ูŠุŒ ูˆูŽุงู„ู’ุญูŽุงุดูุฑูุŒ ูˆูŽู†ูŽุจููŠูู‘ ุงู„ุชูŽู‘ูˆู’ุจูŽุฉูุŒ ูˆูŽู†ูŽุจููŠูู‘ ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽุฉู

 โ€œAku adalah Muhammad, yang terpuji, yang mengakhiri, yang mengumpulkan, Nabi taubat, dan Nabi rahmat.โ€  [HR. Muslim no. 2355].

Dalam Tirmidzi disebutkan bahwa Nabi ๏ทบ bersabda:

ุงู„ุฑูŽู‘ุงุญูู…ููˆู†ูŽ ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ูู‡ูู…ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู†ูุŒ ุงุฑุญูŽู…ููˆุง ู…ูŽู†ู’ ูููŠ ุงู„ุฃูŽุฑู’ุถู ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ูƒูู…ู’ ู…ูŽู†ู’ ูููŠ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽุงุกู

โ€œOrang-orang yang penyayang niscaya akan disayangi pula oleh ar-Rahman (Allah). Maka sayangilah penduduk bumi niscaya Yang di atas langit pun akan menyayangi kalianโ€. [HR. Tirmidzi no. 1924, Disahihkan oleh AL-Albani].

Faedah:

  • Akhlak ada dua jenis, yaitu jibilli (karakter dan tabiat dasar pada seseorang) dan muktasab(akhlak yang diusahakan atau akhlak yang dicapai lewat upaya latihan dan mujahadah serta pembiasaan diri).
  • Rasulullah แนฃallallฤhu โ€˜alaihi wa sallambukanlah seorang yang berperangai keji (jibilli) dan juga senantiasa menjauhi perbuatan yang keji baik dalam bentuk perkataan maupun perbuatan (muktasab).

Dalam Shahihain disebutkan bahwa Nabi ๏ทบ bersabda:

ุฅูู†ูŽู‘ู…ูŽุง ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ู ุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู’ ุนูุจูŽุงุฏูู‡ู ุงู„ุฑูู‘ุญูŽู…ูŽุงุกูŽ

โ€œAllah hanya akan menaruh rahmat kepada hamba-Nya yang penyayang.โ€ [HR. Bukhari (1284, 6655, 7377, 7448), dan Muslim (923)].

Dalam Shahihain juga disebutkan Nabi ๏ทบ bersabda:

ู…ูŽู†ู’ ู„ุงูŽ ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ู ู„ุงูŽ ูŠูุฑู’ุญูŽู…ู

โ€œBarangsiapa tidak menyayangi, ia tidak akan disayangi.โ€ [HR. Bukhari (5997), dan Muslim (2318)].

Rahmat Islam adalah rahmat yang umum dan menyeluruh bagi seluruh alam.

Pembahasan kita kali ini adalah tentang satu jenis rahmat yang penting dan agung, yaitu rahmat orang tua kepada anaknya. Sebab inilah dasar dari keayahan dan kebenaran asalnya, menjadi pondasi dan landasan pendidikan. Jika rahmat itu hadir dalam hati para ayah dan ibu, maka kebaikan akan tercurah, berkat akan mengalir, tercapailah maslahat besar dan manfaat yang agung, dengan kebaikan, kesetiaan, kemurahan, dan keteguhan dalam menaati Allah atas izin-Nya Tuhan bumi dan langit.

Sesungguhnya jika rahmat dicabut dari hati orang tua, maka kesengsaraan akan hadir, kesulitan berlanjut, anak-anak akan tercerai-berai, dan bencana serta kesulitan akan melimpah.

Dalam hadits disebutkan bahwa Nabi ๏ทบ bersabda:

ู„ูŽุง ุชูู†ู’ุฒูŽุนู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽุฉู ุฅูู„ูŽู‘ุง ู…ูู†ู’ ุดูŽู‚ููŠูู‘

Rahmat tidak dicabut kecuali dari orang yang sengsara. (HR. Abu Dawud (4942), dan Tirmidzi (1923), dan dinilai hasan oleh Al-Albani); hal ini mengisyaratkan bahwa dicabutnya rahmat menyebabkan kesengsaraan dan menjadi penyebab kemiskinan serta kesulitan.

Oleh karena itu, hal yang paling penting dalam pendidikan dan pembinaan anak adalah dilandasi oleh rahmat dan kasih sayang kepada mereka, dengan keramahan, kelembutan, dan kebaikan; sebab ini adalah fondasi yang penting dan dasar yang kokoh yang harus ada dalam hal ini.

Beberapa Hadits tentang Akhlak Rasulullah kepada Anak-anak

1. Hadits Aisyah Radhiyallahuโ€™anha: Mencium Anak-anak  Indikasi Rahmat dari Hati

ุนูŽู†ู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽูู‘ูˆู„ูŽู‘ูŽู’ุนูŽู†ู‡ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ุฌูŽุงุกูŽ ุฃูŽุนู’ุฑูŽุงุจููŠูŒู‘ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ู†:ูŽ ู„ู‡ู‡ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุชูู‚ูŽุจูู‘ู„ููˆู†ูŽ ุงู„ุตูู‘ุจู’ูŠูŽุงู†ูŽุŸ ููŽู…ูŽุง ู†ูู‚ูŽุจูู‘ู„ูู‡ูู…ู’ุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ูˆูŽู‡: (ยซุฃูŽูˆูŽุฃูŽู…ู’ู„ููƒู ู„ูŽูƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ู†ูŽุฒูŽุนูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู…ูู†ู’ ู‚ูŽู„ู’ุจููƒูŽ ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽุฉูŽ)

Dari Aisyah Radhiyallahuโ€™anha berkata: Seorang Arab Badui datang kepada Nabi ๏ทบ dan berkata: "Apakah kalian mencium anak-anak?" Nabi ๏ทบ menjawab: "Apakah aku membiarkan Allah mencabut rahmat dari hatimu?" (HR. Bukhari (5998), dan Muslim (2317)).

2. Hadits Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: Barangsiapa yang tidak menyayangi, tidak akan disayangi.

Dan dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu: bahwa Al-Aqra' bin Habis melihat Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam mencium Al-Hasan, lalu berkata: "Sesungguhnya aku memiliki sepuluh anak, dan aku belum pernah mencium satupun dari mereka." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa yang tidak menyayangi, tidak akan disayangi." (Muttafaqun 'alaih). [HR. Bukhari (5997), dan Muslim (2318), dan lafazhnya untuk Muslim].

Sesungguhnya mencium dan berinteraksi dengan anak-anak melalui memeluk, menggendong, dan mengelus mereka termasuk dalam kategori kasih sayang yang Allah Subhanahu wa Ta'ala tanamkan dalam hati kepada mereka. Ini merupakan bentuk rahmat, kelembutan, dan perhatian terhadap mereka, serta mendatangkan kegembiraan dan kenyamanan dalam hati mereka, sehingga memiliki kedudukan dan kepentingan khusus.

3. Hadits Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu: Nabi ๏ทบ Mencium Ibrahim di Hidungnya

Dari Anas bin Malik radhiyallahu 'anhu berkata:

ุฏูŽุฎูŽู„ู’ู†ูŽุง ู…ูŽุนูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ๏ทบ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุจููŠ ุณูŽูŠู’ูู ุงู„ู’ู‚ูŽูŠู’ู†ู - ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุธูุซู’ุฑู‹ุง ู„ูุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุงู„ุณูŽู„ูŽุงู…ู- ููŽุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ๏ทบ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ููŽู‚ูŽุจูŽู‘ู„ูŽู‡ู ูˆูŽุดูŽู…ูŽู‘ู‡ู))ุŒ ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠูู‘.

"Kami berkunjung bersama Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam kepada Ayahnya Saif al-Qayn - dan dia adalah sepupu Nabi Ibrahim alaihis salam - lalu Rasulullah mengambil Ibrahim, menciumnya dan menciumnya di hidungnyaโ€. (Diriwayatkan oleh al-Bukhari no. (1303).

4. Hadits Al-Barรขโ€™ radhiyallรขhu 'anhu: Nabi Menggendong Al-Hasan bin Ali di Bahunya

ูˆุนูŽู†ู ุงู„ู’ุจูŽุฑูŽุงุกู ุฑูŽู†ูŽ ู„ูู„ูŽู‘ู‡ูุนูŽู†ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ูˆูŽ ูŽู„ู‡ู‡ู ูˆูŽุงุถูุนู‹ุง ุงู„ู’ุญูŽุณูŽู†ูŽ ุจู’ู†ูŽ ุนูŽู„ููŠูู‘ ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽุงุชูู‚ูู‡ูุŒ ูˆูŽู‡ููˆูŽ ูŠูŽู‚ููˆู„ู: ((ุงู„ู„ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูุญูุจูู‘ู‡ู ููŽุฃูŽุญูุจูŽู‘ู‡ู))ุŒ ู…ุชูŽู‘ูู‚ ุนู„ูŠู‡.

Dan dari Al-Barรขโ€™ radhiyallรขhu 'anhu berkata: "Aku melihat Rasulullah meletakkan Al-Hasan bin Ali di bahunya, sambil berkata: 'Ya Allah, sesungguhnya aku mencintainya, maka cintailah dia.'" (Muttafaqun 'alaih). [HR. Bukhari (3749), dan Muslim (2422) dengan redaksi yang sama].

5. Hadits Anas bin Malik radhiyallรขhu 'anhu: Rasulullah adalah Orang yang Paling Penyayang terhadap Anak-anak

ูˆุนูŽู†ู’ ุฃูŽู†ูŽุณู ุจู’ู†ู ู…ูŽุงู„ููƒู ุฑูŽุถู ู„ูŽู„ูŽู‘ู ุนูŽู†ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู…ูŽุง ุฑูŽุฃูŽูŠู’ุชู ุฃูŽุญูŽุฏู‹ุง ูƒูŽุงู†ูŽ ุฃูŽุฑู’ุญูŽู…ูŽ ุจูุงู„ู’ุนููŠูŽุงู„ู ู…ูู†ู’ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ูŽ ูŠู‡ุŒ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ูƒูŽุงู†ูŽ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ู ู…ูุณู’ุชูŽุฑู’ุถุนู‹ุง ู„ูŽู‡ู ูููŠ ุนูŽูˆูŽุงู„ููŠ ุงู„ู’ู…ูŽุฏููŠู†ูŽุฉูุŒ ููŽูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽู†ู’ุทูŽู„ูู‚ู ูˆูŽู†ูŽุญู’ู†ู ู…ูŽุนูŽู‡ู ููŽูŠูŽุฏู’ุฎูู„ู ุงู„ู’ุจูŽูŠู’ุชูŽ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู„ูŽูŠูุฏูŽู‘ุฎูŽู†ูุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุธูุฆู’ุฑูู‡ู ู‚ูŽูŠู’ู†ูŽุงุŒ ููŽูŠูŽุฃู’ุฎูุฐูู‡ู

ููŽูŠูู‚ูŽุจูู‘ู„ูู‡ูุŒ ุซูู…ูŽู‘ ูŠูŽุฑู’ุฌูุนู. ู‚ูŽุงู„ูŽ ุนูŽู…ู’ุฑูŒูˆ: ููŽู„ูŽู…ูŽู‘ุง ุชููˆูููู‘ูŠูŽ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ููŽู„ู‡: ((ุฅูู†ูŽู‘ ุฅูุจู’ุฑูŽุงู‡ููŠู…ูŽ ุงุจู’ู†ูŠุŒ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ู‡ู ู…ูŽุงุชูŽ ูููŠ ุงู„ุซูŽู‘ุฐูŠุŒ ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ู„ูŽู‡ู ู„ูŽุธูุฆู’ุฑูŽูŠู’ู†ู ุชููƒูŽู…ูู‘ู„ุงู†ู ุฑูŽุถูŽุงุนูŽู‡ู ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู))ุŒ ุฑูˆุงู‡ ู…ุณู„ู…(ูฃ)ุŒ ((ูˆุธุฆุฑูŠู†)): ุฃูŠ: ู…ุฑุถุนุชูŠู†.

Dan dari Anas bin Malik radhiyallรขhu 'anhu berkata: "Aku tidak pernah melihat seseorang yang lebih penyayang terhadap anak-anak daripada Rasulullah. Dikatakan kepadanya: Ibrahim sedang disusui di rumah-rumah di Madinah, kemudian beliau pergi dengan kami bersamanya, masuk rumah dan dicium, lalu kembali. Amru berkata: Setelah Ibrahim wafat, Rasulullah bersabda: 'Sesungguhnya Ibrahim adalah anakku, dan dia wafat dalam masa menyusu, dan dia mempunyai dua pengasuh yang akan melanjutkan penyusuannya di surga.'" (Riwayat Muslim no. (2316)), 'dua pengasuh': yaitu dua perempuan yang menyusuinya.

6. Hadits Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma:  Hasan dan Husain radhiyallahu 'anhuma Cucu Kesayangan Nabi ๏ทบ

ูˆุนู† ุงุจู† ุนู…ุฑ ุฑุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนู†ู‡ู…ุง ู‚ุงู„: ุณูŽู…ูุนู’ุชู ุงู„ู†ูŽู‘ูŠูŽู‘ูˆูŽ ู„ู‡ู‡ ูŠูŽู‚ููˆู„ู: ยซู‡ูู…ูŽุง ุฑูŽูŠู’ุญูŽุงู†ูŽุชูŽุงูŠูŽ ู…ูู†ู’ ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง))ุŒ ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠูู‘ุŒ ุฃูŠ: ุงู„ุญุณู† ูˆุงู„ุญุณูŠู† ุฑุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนู†ู‡ู…ุง.

Dan dari Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda: โ€œMereka adalah  adalah dua buah tangkai bungaku di dunia", diriwayatkan oleh Bukhari (no. 3753 dan 5994), yakni Hasan dan Husain radhiyallahu 'anhuma.

Mencium Anak-anak Indikasi Adanya Rahmat di Hati Seseorang

Dan ucapan orang Badui: Apakah kalian menciumnya anak-anak? Padahal kami tidak menciumnya, dia mengatakannya dengan rasa heran dan takjub ketika melihat orang-orang mencium anak-anak mereka, sehingga dia bertanya pertanyaan ini; menurut pemahamannya hal itu adalah hal yang aneh dan tidak lazim dilakukan. Kemudian dia menceritakan tentang dirinya dan keluarganya, lalu berkata: Padahal kami tidak menciumnya; maksudnya: Kami terbiasa untuk tidak mencium anak-anak, mereka melakukannya dengan rasa malu, seolah-olah mereka menganggap bahwa mencium anak-anak tidak pantas bagi derajat mereka, dan itu bisa merendahkan martabat mereka.

Lalu Nabi berkata kepadanya: (Apakah aku bisa membuat Allah mencabut rahmat-Nya dari hatimu?); artinya: Saya tidak bisa menolak itu untukmu, jika Allah Yang Maha Agung telah menentukan bahwa rahmat dicabut dari hatimu, saya tidak bisa menolaknya, urusan itu adalah milik Allah sejak awal dan selamanya.

Dan ini menunjukkan keburukan perbuatan ini yang diberitakan oleh lelaki ini tentang dirinya sendiri dan kaumnya, serta bahwa hal itu bertentangan dengan kasih sayang yang seharusnya ada dalam hati terhadap anak-anak.

Dan di dalamnya terdapat peringatan tentang hubungan antara batin dan lahir; rahmat dan ciuman. Ketika seorang pria berkata: ((Maka mengapa kita menciumnya)), ini adalah lahiriah dari perbuatan mereka, dan ini menunjukkan adanya cacat di batin, yaitu keluarnya rahmat dari hati; karena ciuman kepada anak kecil timbul dari rahmat yang ada di hati. Dan barang siapa yang menyebut dirinya tidak mencium anak-anaknya karena kesombongan; ini menunjukkan bahwa rahmat telah tercabut dari hatinya; karena jika rahmat itu ada di hatinya, tentu dampaknya juga akan terlihat.

Dalam hadis terdapat petunjuk yang sesuai dengan perkataan Nabi, beliau bersabda:

ุฃูŽู„ูŽุง ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ูููŠ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ู…ูุถู’ุบูŽุฉู‹ุŒ ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ูŽุญูŽุชู’ุŒ ุตูŽู„ูŽุญูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ูƒูู„ูู‘ู‡ูุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ููŽุณูŽุฏูŽุชู’ุŒ ููŽุณูŽุฏูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุณูŽุฏู ูƒูู„ูู‘ู‡ูุŒ ุฃูŽู„ูŽุง ูˆูŽู‡ููŠูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽู„ู’ุจู))ุŒ ู…ุชูŽู‘ูู‚ ุนู„ูŠู‡

โ€Tahukah kalian, sesungguhnya dalam tubuh ada segumpal daging, jika baik, maka seluruh tubuh akan baik, dan jika rusak, maka seluruh tubuh akan rusak. Ketahuilah, itu adalah hatiโ€, disepakati kebenarannya [HR. Bukhari (52), dan Muslim (1599).

Maka jika batin diperbaiki dengan rahmat, kasih sayang, kelembutan, dan kepedulian, akan tampak hasilnya, dan salah satu hasilnya adalah seseorang mencium anak-anaknya.

Dan seperti itulah kisah Al-Aqra' bin Habis ketika dia melihat Nabi mencium Al-Hasan, dia berkata saat itu: Sesungguhnya aku memiliki sepuluh anak, dan aku belum pernah menciumnya satu pun, kemudian Nabi berkata: Sesungguhnya orang yang tidak memiliki kasih sayang tidak akan disayangi; maksudnya: jika seseorang tidak memiliki rasa kasih sayang kepada anak-anaknya, maka balasannya sesuai dengan perilaku itu.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโ€โโœฟโโ€โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู…

  • Media
    Sarana belajar Agama Islam melalui video dan audio kajian dari Asatidz Indonesia yang bermanhaj salaf...
    Ebook
    Bahan bacaan penambah wawasan berupa artikel online maupun e-book yang bisa diunduh. Ebook Islami sebagai bahan referensi dalam beberapa topik yang insyaAllah bermanfaat.
  • image
    Abu Hazim Salamah bin Dรฎnรขr Al-Aโ€™raj berkata, โ€œSetiap nikmat yang tidak mendekatkan kepada Allah, maka hal tersebut adalah ujian/petaka.โ€ [Diriwayatkan oleh Ibnu Abid Dunyรข dalam Asy-Syukr Lillรขh]
    image
    โ€˜Ammรขr bin Yรขsir radhiyallรขhu โ€˜anhumรข berkata,โ€œAda tiga perkara, siapa yang mengumpulkannya, sungguh dia telah mengumpulkan keimanan: inshaf dari jiwamu, menebarkan salam kepada alam, dan berinfak bersama kefakiran.โ€ [Diriwayatkan oleh Al-Bukhรขry secara Muโ€™allaq dan Al-Baihaqy]

Share Some Ideas

Punya artikel menarik untuk dipublikasikan? atau ada ide yang perlu diungkapkan?
Kirim di Sini