Niatilah untuk Menuntut Ilmu Syar'i

Rasulullah ๏ทบ bersabda, โ€œBarangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.โ€
(HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 2436)
Kajian Aqidah

ุจูุณู’ู€ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑุญู…ู† ุงู„ุฑุญูŠู…

๐Ÿ“šโ”ƒMateri : Syarah Kitab Riyadush Shalihin. Hadits: https://shamela.ws/
๐ŸŽ™โ”ƒ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi, hafizhahullahu Ta'ala.
๐Ÿ—“โ”ƒ Hari, Tanggal : Jum'at [Sebelum Maghrib], 09 Januari 2026 M / Rajab 1447 H
๐Ÿ•Œโ”ƒTempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo


  Daftar Isi:



[ูƒุชุงุจู ุงู„ุนูู„ู…]  ูขูคูก- ุจุงุจู ูุถู„ ุงู„ุนู„ู…

Bab-241 : Keutamaan Ilmu

๐Ÿ“– Hadits ke-4/1479: Keutamaan Menjadi Perantara Hidayah

ูค/ูกูฃูงูฉ- ูˆุนูŽู†ู’ ุณูŽู‡ู’ู„ู ุจู† ุณุนุฏูุŒ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุนู†ู’ู‡ูุŒ ุฃู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูŠูŽู‘ ุตูŽู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆุณูŽู„ูŽู‘ู… ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูุนูŽู„ูŠู‹ู‘ุŒ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุนู†ู’ู‡ู: "ููˆ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ู„ุฃู†ู’ ูŠู‡ู’ุฏููŠูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุจููƒูŽ ุฑุฌูู„ุงู‹ ูˆุงุญูุฏุงู‹ ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู„ูƒูŽ ู…ู† ุญูู…ู’ุฑู ุงู„ู†ูŽู‘ุนู…" ู…ุชูู‚ูŒ ุนู„ูŠู‡ู.

1379. Dari Sahl bin Sa'd Radhiyallahuโ€™anhu, bahwa Nabi ๏ทบ bersabda kepada Ali Radhiyallahuโ€™anhu: "Demi Allah, diberikannya seseorang hidayah oleh Allah melalui dirimu benar-benar lebih baik bagimu daripada kamu (mendapatkan) seekor unta merah (barang termahal kala itu ) " (Muttafaqun alaih).

๐Ÿ“— Pengesahan Hadits

Pengesahan hadits dan penjelasannya telah diberikan pada bahasan hadits nomor 175, dalam Bab "Memberi Petunjuk kepada Kebaikan dan Mengajak kepada Kebenaran atau Kesesatan"

*****

๐Ÿ“– Hadits ke-5/1380: Sampaikanlah Walaupun Hanya Satu Ayat

ูฅ/ูกูฃูจู - ูˆุนู† ุนุจุฏู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุจู† ุนู…ุฑูˆ ุจู† ุงู„ุนุงุตุŒ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุนู†ู’ู‡ูู…ุงุŒ ุฃู†ูŽู‘ ุงู„ู†ูŽู‘ุจูŠูŽู‘ ุตูŽู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆุณูŽู„ูŽู‘ู… ู‚ูŽุงู„ูŽ: "ุจู„ูู‘ุบููˆุง ุนูŽู†ูู‘ูŠ ูˆู„ูŽูˆู’ ุขูŠูŽุฉู‹ุŒ ูˆุญูŽุฏูู‘ุซููˆุง ุนู†ู’ ุจูŽู†ููŠ ุฅุณู’ุฑูŽุงุฆูŠู„ ูˆูŽู„ุง ุญูŽุฑุฌูŽุŒ ูˆู…ู†ู’ ูƒูŽุฐูŽุจ ุนู„ูŽูŠูŽู‘ ู…ูุชูŽุนู…ูู‘ุฏุงู‹ ููŽู„ู’ูŠุชุจูŽูˆูŽู‘ุฃู’ ู…ูŽู‚ู’ุนูŽุฏู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุฑ" ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ.

1380. Dari Abdullah bin Amar bin al-Ash Radhiyallahuโ€™anhu, bahwa Nabi ๏ทบ bersabda "Sampaikanlah dariku walaupun hanya satu ayat. Tidak mengapa kalian membicarakan Bani Israil Barang siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja, maka bersiaplah menempati tempat duduknya di Neraka" (HR. Al-Bukhari)

๐Ÿ“— Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (VI/496-Fathul Bari)

๐Ÿ“ƒ Kosa Kata Hadits

  • Makna ุงู„ุขูŠุฉ : Yang dimaksudkan dengan ayat dalam hadits ini adalah ayat Al-Qur'an atau hadits dari as-Sunnah. Hadits atau as-Sunnah disebut juga dengan ayat karena fungsinya sebagai petunjuk dan penjelas.
  • Makna ูˆูŽู„ุง ุญูŽุฑุฌูŽ : Tidak mengapa membicarakan mereka.

๐Ÿ’ก Kandungan Hadits

1. Penjelasan perihal wajibnya menyampaikan ajaran agama, baik dari Kitabullah atau dari as-Sunnah. Hadits ini merupakan keterangan mengenai wajibnya seseorang menyampaรฏkan pengetahuan Agama yang diketahui dan dipahami walaupun sedikit. Apabila seseorang segera melaksanakannya, maka semua yang datangnya dari Nabi akan datang beruntun kepadanya setelah itu.

2. Tidak mengapa berbicara tentang Bani Israil karena pada mereka terdapat hal-hal yang aneh. Maka, tidak seharusnya membenarkan mereka dan tidak pula mendustakannya, kecuali yang riwayatnya memperteguh syariat kita dengan jalur yang shahih.

3. Diharamkan berbuat dusta dengan mengatasnamakan Rasulullah dan para ulama sepakat bahwa berbohong dengan mengatasnamakan Rasulullah adalah sebagian dari dosa-dosa besar. Bahkan, sebagian mereka berpendapat bahwa berbuat kebohongan dengan mengada-ada terhadap Rasulullah dapat membuat dirinya kafir.

๐Ÿ“– Hadits ke-6/1381: Menuntut Ilmu Jalan Menuju Surga

ูฆ/ูกูฃูจูก- ูˆุนู†ู’ ุฃูŽุจูŠ ู‡ูุฑูŠุฑุฉูŽุŒ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ุฃู†ูŽู‘ ุฑุณููˆู„ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุตูŽู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆุณูŽู„ูŽู‘ู…ุŒ ู‚ุงู„ูŽ: "ูˆู…ูŽู†ู’ ุณู„ูŽูƒ ุทุฑููŠู‚ุงู‹ ูŠูŽู„ู’ุชูŽู…ูุณู ูููŠู‡ู ุนูู„ู’ู…ุงู‹ุŒ ุณู‡ูŽู‘ู„ูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ู„ูŽู‡ู ุจูู‡ู ุทูŽุฑููŠู‚ุงู‹ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู "ุฑูˆุงู‡ู ู…ุณู„ู…ูŒ.

1381. Dari Abu Hurairah Radhiyallahuโ€™anhu, bahwasanya Rasulullah bersabda "Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, maka Allah mempermudah baginya jalan menuju ke Surga." (HR. Muslim)

๐Ÿ“— Pengesahan Hadits

Adapun pengesahan hadits dan penjelasannya telah diberikan pada bahasan hadits nomor (245), di dalam Bab (29): "Memenuhi Kebutuhan Kaum Muslimin".

๐Ÿ“– Hadits ke-7/1382: Pahala yang Terus Mengalir bagi Pemberi Petunjuk

ูง/ูกูฃูจูข- ูˆูŽุนูŽู†ู‡ูุŒ ุฃูŽูŠุถุงู‹ุŒ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุนู†ู’ู‡ ุฃู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู„ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุตูŽู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆุณูŽู„ูŽู‘ู… ู‚ูŽุงู„ูŽ: "ู…ูŽู†ู’ ุฏูŽุนูŽุง ุฅูู„ูŽู‰ ู‡ูุฏู‰ู‹ ูƒุงู†ูŽ ู„ู‡ู ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฃุฌู’ุฑ ู…ูุซู„ู ุฃูุฌูˆุฑู ู…ู†ู’ ุชูŽุจูุนู‡ู ู„ุงูŽ ูŠู†ู’ู‚ูุตู ุฐู„ูƒูŽ ู…ูู†ู’ ุฃูุฌููˆุฑูู‡ูู… ุดูŽูŠู’ุฆุงู‹ "ุฑูˆุงู‡ู ู…ุณู„ู…ูŒ.

1382. Dari Abu Hurairah Radhiyallahuโ€™anhu, bahwasanya Rasulullah bersabda "Barang siapa mengajak kepada suatu petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tidak berkurang sedikit pun dari pahala mereka itu." (HR. Muslim)

๐Ÿ“— Pengesahan Hadits

Pengesahan hadits dan penjelasannya telah diberikan pada bahasan hadits nomor (174), dalam Bab (20): "Memberi Petunjuk kepada Kebaikan dan Mengajak kepada Kebenaran atau Kesesatan".

๐Ÿ“– Hadits ke-8/1383: Tiga Amalan yang Pahalanya Terus Mengalir

ูจ/ูกูฃูจูฃ- ูˆุนู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุตูŽู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆุณูŽู„ูŽู‘ู…: "ุฅูุฐูŽุง ู…ุงุชูŽ ุงุจู’ู†ู ุขุฏูŽู… ุงู†ู’ู‚ูŽุทูŽุน ุนูŽู…ู„ูู‡ู ุฅู„ุงูŽู‘ ู…ูู†ู’ ุซูŽู„ุงุซู: ุตูŽุฏู‚ูŽุฉู ุฌูŽุงุฑูŠูŽุฉูุŒ ุฃูˆู’ ุนูู„ู…ู ูŠูู†ู’ุชูŽููŽุนู ุจูู‡ูุŒ ุฃูˆู’ ูˆูŽู„ุฏู ุตุงู„ุญู ูŠุฏู’ุนููˆ ู„ูŽู‡ู" ุฑูˆุงู‡ู ู…ุณู„ู…ูŒ.

1383. Dari Abu Hurairah Radhiyallahuโ€™anhu, dia bertutur: "Rasulullah bersabda: 'Apabila anak Adam meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali tiga perkara; yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.'" (HR. Muslim)

๐Ÿ“— Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim (1631).

๐Ÿ’ก Kandungan Hadits

1. Anjuran mempersiapkan bekal dengan amal-amal shalih sebelum ajal menjemput.
2. Amal-amal shalih yang manfaatnya tetap berlanjut setelah orangnya meninggal dunia, maka pahalanya tetap mengalir kepadanya.
3. Anjuran agar melaksanakan amal kebaikan dengan cara wakaf, seperti membangun masjid, mendirikan madrasah, membuat sumur, ataupun menanam pohon. Semua itu sedekah jariyah.
4. Disunnahkan agar mengajarkan ilmu dan menyusun kitab-kitab yang bermanfaat. Itulah di antara ilmu yang bermanfaat, yang pahalanya tetap berlangsung sepanjang zaman.
5. Anjuran untuk mendidik anak dan mengajari mereka perkara yang fardhu dan sunnah, serta adab sopan santun supaya mereka menjadi orang-orang shalih.

๐Ÿ“– Hadits ke-9/1384: Dunia Terlaknat Kecuali Bagi Yang Mengingat Allah ๏ทป

ูฉ/ูกูฃูจูค- ูˆูŽุนู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุณู…ูุนู’ุชู ุฑุณููˆู„ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุตูŽู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆุณูŽู„ูŽู‘ู… ูŠูŽู‚ููˆู„ู: "ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ู…ู„ู’ุนููˆู†ูŽุฉูŒุŒ ู…ู„ู’ุนููˆู†ูŒ ู…ูŽุง ูููŠู‡ูŽุงุŒ ุฅู„ุงูŽู‘ ุฐููƒุฑูŽ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุชูŽุนูŽุงู„ู‰ุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ูˆุงู„ุงูŽู‡ูุŒ ูˆุนูŽุงู„ู…ุงู‹ุŒ ุฃูˆู’ ู…ูุชูŽุนู„ูู‘ู…ุงู‹ "ุฑูˆุงู‡ู ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠูู‘ ูˆู‚ุงู„: ุญุฏูŠุซูŒ ุญุณู†ูŒ.

ู‚ูˆู„ู‡ู"ูˆูŽู…ูŽุง ูˆูŽุงู„ุงู‡ู"ุฃูŠู’: ุทุงุนุฉู ุงู„ู„ูู‘ู‡.

1384. Dari Abu Hurairah , dia mengatakan: "Aku pernah mendengar Rasulullah bersabda: 'Dunia itu terkutuk, dan isinya pun terkutuk, kecuali mengingat Allah ta'ala dan yang menunjangnya (taat kepada Allah ta'ala), orang yang berilmu, atau orang yang mencari ilmu.'" (HR. At-Tirmidzi. Dia berkata: "Hadits basan.")

๐Ÿ“— Pengesahan Hadits

Pengesahan hadits dan penjelasannya telah diberikan pada bahasan hadits nomor (478), yaitu dalam Bab (55): "Keutamaan Zuhud terhadap Kenikmatan Dunia".

๐Ÿ“– Hadits ke-10/1385: Mencari Ilmu adalah Fii Sabilillah

ูกู /ูกูฃูจูฅ- ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุฃู†ุณูุŒ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุนู†ู’ู‡ู ู‚ุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูุŒ ุตูŽู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆุณูŽู„ูŽู‘ู…: "ู…ูŽู† ุฎุฑูŽุฌ ููŠ ุทูŽู„ูŽุจู ุงู„ุนูู„ู…ูุŒ ูƒุงู† ููŠ ุณูŽุจูŠู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠุฑุฌูุนูŽ "ุฑูˆุงู‡ู ุงู„ุชุฑู’ู…ูุฐูŠูู‘ ูˆู‚ุงู„: ุญุฏูŠุซูŒ ุญูŽุณู†ูŒ.

1385. Dari Anas , dia berkata: "Rasulullah bersabda: Barang siapa berangkat untuk mencari ilmu, maka dia fi sabilillab sampai kembali."" (HR. At-Tirmidzi. Dia berkata: "Hadits hasan.")

๐Ÿ“— Pengesahan Hadits

Dha'if. Hadits ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (2647) dengan sanad dba'if karena Abu Ja'far ar-Razi hafalannya jelek (sayyi-ul hifzh)

๐Ÿ’ก Kandungan Hadits

Hadits ini dha'if sehingga tidak bisa dijadikan hujah. Adapun hujjah dalam masalah ini sudah cukup dengan hadits shahih dari Nabi ihwal keutamaan ilmu, yaitu keutamaan menuntut ilmu dan/atau mengajarkannya.

๐Ÿ“– Hadits ke-11/1386: Puncak Kebaikan adalah Surga

ูกูก/ูกูฃูจูฆ- ูˆุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูŠ ุณูŽุนูŠุฏู ุงู„ุฎุฏู’ุฑููŠูู‘ุŒ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ุนูŽู†ู’ ุฑุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุตูŽู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆุณูŽู„ูŽู‘ู… ู‚ูŽุงู„ูŽ: "ู„ูŽู†ู’ ู…ูู†ู’ ุฎูŽูŠู’ุฑู ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ูŠูŽูƒููˆู†ูŽ ู…ูู†ู’ุชูŽู‡ูŽุงู‡ู ุงู„ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ". ุฑูˆุงู‡ู ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠูู‘ุŒ ูˆู‚ูŽุงู„ูŽ: ุญุฏูŠุซูŒ ุญุณู†ูŒ.

1386. Dari Abu Sa'id al-Khudri , dari Rasulullah beliau bersabda: "Seorang Mukmin tidak akan pernah kenyang dari kebaikan, sehingga puncak kebaikan yang diperolehnya adalah Surga. (HR. At-Tirmidzi Dia berkata: "Hadits hasan.")

๐Ÿ“— Pengesahan Hadits

Dha'if. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi (2686 dengan sanad dha'if karena riwayat Darraj dari Abul Haitsam itu dha'if.

๐Ÿ’ก Kandungan Hadits

1. Cukuplah hadits shahih melalui jalur-jalur dan syahid (penguat)nya sebagai hujjah dalam masalah ini, yaitu: 'Dua orang yang rakus (tidak kenyang-kenyang), yaitu (1) orang yang rakus ilmu, dia tidak akan kenyang dari ilmunya dan (2) orang yang rakus dunia, dia tidak akan kenyang dari dunianya."

2. Para penuntut ilmu adalah orang yang rakus terhadap ilmu, mereka idak akan kenyang darinya. Sebab, tidak kenyangnya itu merupakan konsekuensi iman dan sifat orang-orang Mukmin. Oleh sebab itu para pemimpin Islam apabila ditanya: "Sampai kapan batas ilmu itu?`' Mereka menjawab: "Al-Mabbaratu ilal Maqbarab (Waktu Berburu Ilmu sampai di Kubur.)"

3. Penuntut ilmu senantiasa mencari tambahannya karena mereka merealisasikan firman Allah ta`ala: "Dan katakanlah: 'Ya, Rabbku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.'" (QS. Thaha [20]: 114

4. Kelezatan yang diperoleh dari ilmu dan iman selalu inovatif. Orang yang memperoleh kelezatan ilmu dan iman selalu merasa kurang dan kehausan, sehingga dia pasti akan selalu mencari tambahannya dengan penuh keceriaan dan kebahagiaan. Motivasinya tidak lain untuk menikmati kelezatan yang telah diperoleh, kelezatan yang diharapkan untuk diperoleh, dan kelezatan dalam mencarinya.

*****

๐Ÿ“– Hadits ke-12/1487: Keutamaan Ahli Ilmu Dibanding Ahli Ibadah

ูกูข/ูกูฃูจูง- ูˆุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูŠ ุฃูู…ูŽุงู…ุฉุŒ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุนู†ู’ู‡ูุŒ ุฃู†ูŽู‘ ุฑูŽุณููˆู„ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุตูŽู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆุณูŽู„ูŽู‘ู… ู‚ูŽุงู„ูŽ: "ูุถู’ู„ู ุงู„ู’ุนุงู„ูู… ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนุงุจูุฏู ูƒูŽููŽุถู’ู„ูŠ ุนูŽู„ูŽู‰ ุฃูŽุฏู’ู†ูŽุงูƒูู…ู’"ุซูู…ูŽู‘ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ุฑุณููˆู„ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆุณูŽู„ูŽู‘ู…:"ุฅู†ูŽู‘ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ูˆู…ู„ุงุฆููƒูŽุชูŽู‡ู ูˆุฃูŽู‡ู’ู„ูŽ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูˆุงุชู ูˆุงู„ุฃุฑุถู ุญุชูŽู‘ู‰ ุงู„ู†ูŽู‘ู…ู’ู„ูŽุฉูŽ ููŠ ุฌูุญู’ุฑูู‡ูŽุง ูˆูŽุญูŽุชูŽู‘ู‰ ุงู„ุญููˆุชูŽ ู„ูŽูŠูุตูŽู„ูู‘ูˆู†ูŽ ุนูŽู„ู‰ ู…ูุนู„ูู‘ู…ููŠ ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุงู„ุฎูŽูŠู’ุฑู’ "ุฑูˆุงู‡ู ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ูˆู‚ุงู„ูŽ: ุญูŽุฏูŠุซูŒ ุญูŽุณู†ูŒ.

1387. Dari Abu Umamah Radhiyallahuโ€™anhu; Bahwasanya Rasulullah bersabda: 'Keutamaan orang yang berilmu terhadap seorang ahli ibadah adalah seperti keutamaan aku terhadap orang yang paling rendah di antara kamu." Selanjutnya, Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya Allah , Malaikat-Malaikat-Nya, serta penghuni langit dan bumi, hingga semua yang berada di dalam lubangnya dan ikan pun benar-benar bershalawat kepada mereka yang mengajarkan kebaikan kepada orang-orang." (HR. At-Tirmidzi. Dia berkata: "Hadits hasan.")

๐Ÿ“— Pengesahan Hadits

Hasan li ghairih. Hadits ini diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (2685 dengan sanad yang dapat dimungkinkan menjadi hasan. Sebab, al-Walid bin Jamil haditsnya lebih mendekati kepada derajat Hasan.
Hadits ini mempunyai syahid (penguat) yang berstatus mursal, dari al-Hasan al-Bashri, yang diriwayatkan oleh ad-Darimi (I/97-98).

Kesimpulannya, hadits ini basan li ghairihi. Wallahu a'lam.

๐Ÿ’ก Kandungan Hadits

1. Anjuran untuk mengajarkan kebaikan kepada orang-orang karena kebaikan merupakan penyebab mereka menjadi selamat, bahagia, dan jiwa mereka bersih. Barang siapa yang melakukan anjuran ini, Allah ๏ทป akan membalasnya sesuai dengan apa yang telah dia lakukan, yaitu shalawat Allah dan para Malaikat-Nya, juga para penduduk bumi, sehingga dia menjadi selamat, bahagia, dan beruntung karenanya.
2. Orang yang mengajarkan kebaikan berarti dia memenangkan agama Allah dan hukum-Nya, serta mengenalkan Asma dan Sifat-Nya. Maka itu, Allah ๏ทป menjadikannya mulia dan terpuji di antara para penduduk langit dan bumi dengan shalawat-Nya dan shalawat para Malaikat-Nya serta para penduduk langit dan bumi.
3. Para ulama yang berdakwah, mereka melaksanakan tugas para Nabi. Yaitu, mengajak kepada Allah ๏ทป, mengajari umat manusia kepada kebaikan. Merekalah yang disebut pewaris para Nabi. Oleh sebab itu, mereka mendapatkan keutamaan, yaitu lebih utama daripada yang lainnya, sebagaimana para Nabi lebih utama daripada umat manusia. Tetapi. hal itu tidak berarti para ulama sama Pangkatnya dengan para Nabi. Hendaklah direnungkan agar jangan sampai kalian menjadi orang-orang yang lalai.

*****

๐Ÿ“– Hadits ke-13/1388: Kelebihan Ahli Ilmu Dibanding Ahli Ibadah

ูกูฃ/ูกูฃูจูจ-ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจูŠ ุงู„ุฏูŽู‘ุฑู’ุฏุงุกูุŒ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ู‚ูŽุงู„: ุณู…ูุนู’ุชู ุฑูŽุณููˆู„ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุตูŽู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆุณูŽู„ูŽู‘ู…ุŒ ูŠู‚ูˆู„ู: "ู…ู†ู’ ุณูŽู„ูŽูƒูŽ ุทูŽุฑูŠู‚ุงู‹ ูŠูŽุจู’ุชูŽุบููŠ ูููŠู‡ู ุนู„ู’ู…ุงู‹ ุณู‡ูŽู‘ู„ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ ู„ูŽู‡ ุทูŽุฑูŠู‚ุงู‹ ุฅูู„ูŽู‰ ุงู„ุฌู†ุฉูุŒ ูˆูŽุฅู†ูŽู‘ ุงู„ู…ู„ุงุฆููƒูŽุฉูŽ ู„ูŽุชูŽุถูŽุนู ุฃุฌู’ู†ูุญูŽุชูŽู‡ูŽุง ู„ูุทุงู„ุจ ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ู ุฑูุถุงู‹ ุจูู…ุง ูŠูŽุตู’ู†ูŽุนูุŒ ูˆูŽุฅู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุนุงู„ูู… ู„ูŽูŠูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑู ู„ูŽู‡ู ู…ู†ู’ ููŠ ุงู„ุณูŽู‘ู…ูŽูˆุงุชู ูˆู…ู†ู’ ูููŠ ุงู„ุฃุฑู’ุถู ุญุชูŽู‘ู‰ ุงู„ุญููŠุชุงู†ู ููŠ ุงู„ู…ุงุกูุŒ ูˆููŽุถู’ู„ู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูู… ุนูŽู„ูŽู‰ ุงู„ู’ุนุงุจูุฏู ูƒูŽููŽุถู’ู„ู ุงู„ู’ู‚ูŽู…ุฑ ุนูŽู„ู‰ ุณูŽุงุฆูุฑู ุงู„ู’ูƒูŽูˆูŽุงูƒูุจูุŒ ูˆุฅู†ูŽู‘ ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ุงุกูŽ ูˆูŽุฑูŽุซูŽุฉู ุงู„ุฃู†ู’ุจููŠุงุกู ูˆุฅู†ูŽู‘ ุงู„ุฃู†ู’ุจููŠุงุกูŽ ู„ูŽู…ู’ ูŠููˆุฑูู‘ุซููˆุง ุฏููŠู†ูŽุงุฑุงู‹ ูˆูŽู„ุง ุฏูุฑู’ู‡ูŽู…ุงู‹ ูˆุฅู†ูŽู‘ู…ุง ูˆุฑูŽู‘ุซููˆุง ุงู„ู’ุนูู„ู’ู…ูŽุŒ ููŽู…ู†ู’ ุฃูŽุฎูŽุฐูŽู‡ู ุฃูŽุฎูŽุฐูŽ ุจูุญุธูู‘ ูˆูŽุงููุฑู". ุฑูˆุงู‡ู ุฃูŽุจููˆ ุฏุงูˆุฏ ูˆุงู„ุชุฑู…ุฐูŠูู‘.

1388. Dari Abud Darda Radhiyallahuโ€™anhu, dia berkata: โ€œAku mendengar Rasulullah ๏ทบ bersabda: โ€œBarang siapa menempuh suatu jalan karena menuntut ilmu, maka Allah mempermudah baginya jalan ke Surga. Sesungguhnya para Malaikat membentangkan sayapnya, untuk orang yang menuntut ilmu karena menyenangi perbuatannya. Sesungguhnya orang yang berilmu benar-benar dimintakan ampun oleh penghuni langit dan bumi, bahkan oleh ikan-ikan di dalam air.

Kelebihan orang yang berilmu terhadap orang ahli ibadah adalah seperti kelebihan bulan terhadap semua bintang lainnya. Sesungguhnya ulama adalah pewaris para Nabi. Sesungguhnya para Nabi tidak mewariskan uang emas dan uang perak, melainkan mereka hanya mewariskan ilmu. Barang siapa mengambilnya, maka berarti dia telah mengambil bagian yang melimpah.โ€ (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi)

๐Ÿ“— Pengesahan Hadits

Hasan. Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Dawud (3641), at-Tirmidzi (3682), Ibnu Majah (223), Ahmad (V/196), ad-Darimi (1/98), al-Baghawi di dalam Syarhus Sunnah (I/275-276), Ibnu Hibban (88-al-Ihsan), Ibnu Abdil Barr di dalam Jami' Bayanil โ€œilm (I/36-37) dan ath-Thahawi di dalam Musykilul Atsar (I/429).

๐Ÿ’ก Kandungan Hadits

1. Jalan yang ditempuh orang yang menuntut ilmu menuju Surga merupakan balasan Allah atasnya karena telah menempuh jalan mencari ilmu yang mengantarkannya kepada ridha Rabbnya. Sedang apa yang dilakukan para Malaikat dengan mengembangkan sayap-sayapnya merupakan bentuk kerendahan hati, penghormatan, dan pengagungan mereka kepada para penyandang dan pencari martabat pewaris kenabian ini. Itulah wujud rasa cinta dan rasa hormat para Malaikat kepada orang yang berusaha untuk hidup di dalam dunia ilmu dan keselamatan. Maka dari itu, di antara Malaikat dan para pewaris kenabian ini mempunyai keserupaan dan relevansi.

2. Mengingat orang berilmu merupakan penyebab umat manusia menjadi selamat dari segala macam dosa yang membinasakan. Usaha Itu terbatas bagi para ulama saja. Karena keselamatan hamba Allah berada di kedua tangan para ulama, maka para ulama juga mendapat imbalan dengan jenis usaha dan amal mereka, yaitu mendapatkan doa keselamatan dan doa ampunan Allah dari segala macam dosa yang membinasakannya, dari semua penduduk langit dan bumi.

3. Sebuah pernyataan bahwa orang yang berilmu lebih utama daripada seorang ahli ibadah seperti bulan dengan semua bintang-bintang lamnya. Pernyataan ini merupakan ungkapan relevansi perumpamaan antara bulan dan bintang. Bulan dapat menerangi seluas ufuk, cahayanya merata untuk seluruh penjuru dunia, sebagaimana pula halnya seorang ahli ilmu. Berbeda dengan bintang, cahayanya tidak lebih hanya untuk dirinya sendiri dan sekitarnya dalam jarak yang dekat. Demikian pula seorang ahli ibadah, cahaya ibadahnya hanya sebatas kepada dirinya, tidak kepada yang lainnya. Kalaupun lebih dari itu, cahaya ibadahnya itu dapat menjangkau sekitarnya hanya dalam jarak yang dekat, seperti halnya bintang.

5. Di antara kebaikan yang paling besar bagi ahli ilmu adalah predikat pewaris para Nabi. Dan para Nabi adalah sebaik-baik makhluk Allah. Oleh karena itu, pewaris para Nabi juga sebaik-baik makhluk setelah para Nabi. Karena warisan para Nabi itu agama, maka ulama sebagai pewaris para Nabi merupakan orang yang paling pantas menduduki kedudukan para Rasul dalam menyampaikan risalah-Nya kepada umat sepeninggal mereka.

5. Di dalam hadits ini pula terkandung suatu peringatan kepada kita bahwa ulama adalah orang yang paling dekat kepada para Rasul. Bukankah warisan hanya jatuh kepada seorang yang paling dekat kepada pemilik yang diwariskan? Begitulah harta warisan uang emas dan perak diwariskan, seperti itu pula warisan nubuwwah. Allah ๏ทป menentukan rahmat-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya.

6. Di dalam hadits ini pula terdapat suatu bimbingan dan perintah agar umat Islam mentaati ulama, berarti menghormati dan memuliakan mereka. Mereka adalah pewaris hak-hak para Rasul yang wajib disampaikan kepada umat. Selain itu, ulama adalah Khalifah mereka di tengah-tengah umat.

7. Di dalam hadits ini juga terdapat suatu peringatan, bahwa mencintai ulama termasuk bagian dari agama. Membenci ulama berarti menafikan agama, sebagaimana pula mencintai dan membenci para Nabi yang memberikan warisan kepada mereka. Rasulullah meriwayatkan firman Rabbnya : โ€œBarang siapa memusuhi seorang kekasih-Ku, maka dia benar-benar telah menantang-Ku dengan peperangan.โ€ Para pewaris Nabi adalah para penghulu kekasih-kekasih Allah ๏ทป.

8. Dalam hadits ini terdapat suatu peringatan kepada para ulama agar mereka mengikuti petunjuk dan cara para Nabi dalam menyampaikan dakwah. Misalnya dalam hal kesabarannya, ketabahannya di dalam menjawab dengan kebaikan, dan kelemahlembutan atas perlakuan umatnya yang tidak baik ketika mereka diajak kepada Allah dengan Cara terbaik. Upaya memberi nasihat, semuanya itu adalah bagian dan warisan para Nabi kepada mereka yang amat tinggi kedudukannya dan amat besar pula resikonya.

9. Di dalam hadits ini mengandung suatu peringatan kepada para ulama agar di dalam mendidik umat, mereka memperlakukan sebagaiman sang ayah mendidik anak. Mereka mendidiknya secara bertahap dan berkembang, dimulai dari ilmu yang kecil sampai kepada yang besar Diberinya pula tanggung jawab sesuai dengan kemampuan mereka seperti halnya mendidik anak dan pengaturan menu makanan mereka Maka dari itu, ruh umat manusia bersama para Nabi dan Rasul tidak ubahnya dengan anak-anak bersama ayah mereka. Bahkan, jauh di bawah itu. Oleh karenanya, setiap ruh yang belum pernah dididik oleh para Rasul, maka ruh itu sama sekali tidak akan pernah beruntung dan tidak pernah baik.

10. Para Nabi tidak mewariskan uang emas dan perak. Mereka hanya mewariskan ilmu. Inilah pertanda bahwa para Nabi itu sempurna, dan kesetiaan mereka itu kepada umat amatlah besar. Sempurnanya nikmat-nikmat Allah kepada para Rasul dan umatnya adalah dengan diselamatkan-Nya dari aib dan cacat. Di samping diselamatkan pula dari semua materi yang membuat orang-orang salah menduga bahwa para Nabi dan Rasul Allah seperti para raja yang menyenangi dunis dan kekuasaan. Allah melindungi mereka dari anggapan tersebut dengan perlindungan yang amat kuat dan teguh.

11. Barang siapa memegang ilmu, maka amat beruntunglah dia. Sebab, keuntungan yang paling besar bagi seseorang ialah yang bermanfaat dan abadi baginya. Dalam hal ini tidak lain yang dimaksud yaitu Ilmu dan agama. Itulah keuntungan abadi yang berguna karena walaupun orangnya telah meninggal dunia, maka manfaatnya terus berjalan selama-lamanya dan tidak akan terputus-putus dengan pemiliknya. Sebab, bagian ini senantiasa bersambung dengan Yang Mahahidup dan tidak mati. Keuntungan semacam ini tidak akan terputus dan tidak akan lepas, sedangkan keuntungan lainnya akan hilang dan lenyap setelah penyandang dan bendanya lenyap.

12. Mengingat baiknya dunia ini karena ulama. Jika tidak ada ulama, manusia akan seperti binatang, bahkan lebih jahat dari binatang. Maka dari itu, kematian ulama adalah musibah besar yang ia tidak dapat diobati kecuali dengan datangnya pengganti lain sesudahnya.

13. Ulama juga yang memimpin bangsa, negara, dan pemerintahan. Maka matinya seorang ulama adalah rusaknya aturan-aturan dunia. Karena Itu, untuk agama ini, Allah senantiasa menjadikan pengganti para pendahulunya untuk memelihara kelestarian agama Allah, KitabNya, dan para hamba-Nya.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโ€โโœฟโโ€โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูุดู’ุฑููƒูŽ ุจููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ู„ูู…ูŽุง ู„ุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู

โ€œYa Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahuiโ€.

ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู