بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
📚┃Materi : Syarah Kitab Riyadush Shalihin. Hadits: https://shamela.ws/
🎙┃ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi, hafizhahullahu Ta'ala.
🗓┃ Hari, Tanggal : Jumat [Sebelum Maghrib], 28 November 2025 M / 7 Jumadil Akhir 1447 H
🕌┃Tempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo
[كتاب الجهاد] ٢٣٤- باب فضل الجهاد
Bab-234 : Keutamaan Jihad
📖 Hadits ke-32/1316: Terbunuhnya 70 Penghafal Al-Qur’an
٣٢/١٣١٦- وعنه قَالَ: جاءَ ناسٌ إِلَى النَّبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أنِ ابْعث معنَا رِجَالاً يُعَلِّمونَا القُرآنَ والسُّنَّةَ، فَبعثَ إلَيْهِم سبعِينَ رَجُلاً مِنَ الأنْصارِ يُقَالُ لهُمُ: القُرَّاءُ، فيهِم خَالي حرَامٌ، يقرؤُون القُرآنَ، ويتَدَارسُونَهُ باللَّيْلِ يتعلَّمُونَ، وكانُوا بالنَّهار يجيئُونَ بالماءِ، فَيَضعونهُ في المسجِدِ، ويحْتَطِبُون فَيبيعُونه، ويَشْتَرُونَ بِهِ الطَّعام لأهلِ الصُّفَّةِ ولِلفُقراءِ، فبعثَهم النَّبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَعَرَضُوا لَهُمْ فقتلُوهُم قَبْلَ أنْ يبلُغُوا المكانَ، فقَالُوا: اللَّهُمَّ بلِّغ عنَّا نَبيَّنَا أَنَّا قَد لَقِينَاكَ فَرضِينَا عنْكَ وَرَضِيتَ عَنا، وأَتى رجُلٌ حَراماً خالَ أنَسٍ مِنْ خَلْفِهِ، فَطعنَهُ بِرُمحٍ حَتَّى أنْفَذهُ، فَقَال حرامٌ: فُزْتُ وربِّ الكَعْبةِ، فَقَالَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: " إنَّ إخْوانَكم قَد قُتِلُوا وَإنَّهُمْ قالُوا: اللَّهُمَّ بلِّغ عنَّا نَبِيَّنَا أَنَّا قَد لَقِيناكَ فَرضِينَا عنكَ ورضِيتَ عَنَّا" متفقٌ عَلَيْهِ، وهذا لفظ مسلم.
1316. Dari Anas Radhiyallahu’anhu, dia bercerita bahwa ada beberapa orang datang kepada Nabi ﷺ lalu berkata: “Utuslah bersama kami beberapa orang laki-laki untuk mengajar kami al-Qur'an dan as-Sunnah.” Maka beliau mengutus tujuh puluh orang laki-laki Anshar. Mereka disebut al Qurra (karena mereka para huffazh).
Di antara mereka adalah Haram (bin Milhan), pamanku. Mereka memang ahli membaca al-Qur'an, bertadarus di malam hari dan belajar. Di siang hari mereka mengangkut air ke masjid (untuk keperluan bersuci orang banyak). Mereka juga mencari kayu bakar lantas menjualnya. Dengan harga kayu bakar itu mereka membeli makanan untuk ahli Shuffah dan kaum fakir miskin. Mereka itulah yang dikirim Nabi ﷺ.
Sampai di tengah perjalanan, sebelum sampai di tempat yang mereka tuju, ternyata para Sahabat yang diutus Nabi ﷺ ini diserang oleh orang-orang yang membawa mereka dan semuanya tewas terbunuh. Ketika itu mereka sempat berdoa: “Wahai, Allah! Sampaikanlah kepada Nabi kami berita tentang musibah yang menimpa kami, bahwa kami telah menghadap Engkau, lalu kami senang kepada Engkau, dan Engkau pun senang kepada kami.”
Kemudian, seorang laki-laki datang dari arah belakang Haram, paman Anas, menusuknya dengan tombak sampai tembus. Haram pun berkata: “Menanglah aku! Demi Rabb Ka'bah.”
Setelah itu, Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya saudara-saudara kamu telah terbunuh dan mereka berkata: “Wahai, Allah! Sampaikanlah kepada Nabi kami berita tentang musibah yang menimpa kami, bahwa kami telah menghadap Engkau, lalu kami senang kepada Engkau, dan Engkau pun senang kepada kami.” (Muttafaq 'alaih ini lafazh Muslim.)
- Hadits ini diriwayatkan oleh al Bukhari (VI/18 19-Fathul Bari) dan Muslim (41/1511).
- Boleh membaca Al-Qur'an pada waktu halaqah pengajian keilmuan.
- Para ulama dianjurkan bertadarus antar sesama mereka.
- Seyogianya imam mengutus ulama untuk mengajarkan iman kepada orang yang baru memeluk Islam.
- Ilmu pertama kali yang harus dipelajari adalah membaca Al-Qur’an.
Note: Qurra pada zaman Nabi ﷺ berbeda dengan zaman sekarang yang hanya membaca dan menghafal saja, mereka selalu mengambil 4 tingkatan sekaligus: membaca, menghafal, mempelajari tafsirnya dan mengamalkannya. - Ahlil Qur'an selalu membaca, saling mempelajari, dan mengamalkan isi Al-Qur’an sebagaimana yang mereka ketahui.
- Usaha keras dalam ibadah tidak menghalangi pekerjaan seseorang guna memenuhi kebutuhan pokok, sandang dan pangan.
- Hadits ini menetapkan sifat pendengaran, penglihatan, dan ridha bagi Allah ﷻ.
- Baik semasa hidup maupun setelah meninggal, para pemeluk Islam tetap yakin dengan berita yang dibawa Nabi ﷺ bahwa mereka akan mendapatkan kemenangan dan keberuntungan.
- Kaum kafir adalah kaum yang licik sehingga harus diwaspadai oleh seluruh kaum Muslimin.
- Menetapkan karamah bagi para wali Allah ﷻ, yaitu mereka yang beriman dan selalu bertakwa. Saya (penulis) menghimpun sejumlah karamah para Sahabat yang shahih dalam satu juz dengan judul Ar-Riyadhul Mustathabah fi Shahihi Karamatish Shahabah.
*****
📖 Hadits ke-33/1317: Terbunuhnya Sa'ad bin Mu'adz Pada Perang Uhud
٣٣/١٣١٧-وعنهُ قَالَ: غَاب عَمِّي أنسُ بنُ النضْر رضي اللَّه عنْهُ عنِ قِتَالِ بدرٍ، فَقَالَ: يَا رسولَ اللَّه غِبتُ عَنْ أوَّلِ قِتالٍ قاتَلتَ المُشرِكينَ، لئِنِ اللَّه أشْهَدني قِتالَ المُشرِكِينَ ليَرينَّ اللَّه مَا أَصنع. فلمَّا كانَ يومُ أحُدٍ انكشفَ المُسلِمُونَ، فَقَالَ: اللَّهُمَّ إنِّي أَعتَذِرُ إلَيك مِمًَّا صنع هَؤُلاءِ يعْني أصْحابهُ ؤأَبْرأُ إليكَ مِمَّا صَنَعَ هَؤُلاءِ يَعني المُشركينَ ثُمَّ تقدَّم فاستَقبلهُ سعدُ بنُ مُعاذٍ فَقَالَ: يَا سعدُ بنَ مُعاذٍ الجنَّةُ وربِّ النَّضْرِ، إنِّي أجِدُ رِيحَهَا مِن دونِ أُحدٍ، قَالَ سعدٌ: فَمَا استَطعتُ يَا رسولَ اللَّهِ مَا صنَع، قَالَ أنسٌ: فَوجدْنَا بِهِ بِضعاً وثَمانِينَ ضَربَةً بالسَّيفِ، أوْ طَعنةَ برُمْحٍ أوْ رَمْيَةً بِسهمٍ، ووجدناهُ قَدْ قُتِلَ ومثَّلَ بِهِ المُشرِكونَ، فَما عرفَهُ أحدٌ إلاَّ أُختُهُ بِبنانِهِ. قَالَ أنسٌ: كُنَّا نَرى أوْ نَظُنُّ أَنَّ هذِهِ الآيةَ نَزَلَتْ فِيهِ وفي أَشبَاهِهِ: {مِنَ المُؤْمِنينَ رِجَالٌ صدقُوا مَا عَاهَدوا اللَّه عليْهِ فَمِنْهُمْ منْ قَضَى نَحْبَهُ} إلى آخرهَا [الأحزاب: ٢٣] . متفقٌ عَلَيْهِ، وَقَدْ سبَقَ في باب المُجاهدة.
1317. Dari Anas Radhiyallahu’anhu, dia menuturkan, bahwasanya pamanku, Anas bin an-Nadhr Radhiyallahu’anhu tidak ikut berperang di Perang Badar. Dia lantas berkata: “Wahai Rasulullah! Saya tidak bisa mengikuti pada awal peperangan, di saat engkau memerangi kaum musyrikin. Andaikata Allah berkenan memperlihatkan saya peperangan melawan kaum musyrikin, sungguh Allah benar-benar akan melihat apa yang akan saya perbuat.”
Ketika Perang Uhud terjadi, sementara pasukan kaum Muslimin kalah, Anas (bin an-Nadhr Radhiyallahu’anhu) berkata: “Wahai Allah! Sesungguhnya saya mohon ampun kepada Engkau atas perbuatan para Sahabat ini (karena meninggalkan posisi yang ditentukan Rasulullah ﷺ sehingga mereka kalah). Saya juga berlepas diri kepada Engkau dari perbuatan kaum musyrikin ini (karena mereka memerangi Rasulullah).”
Kemudian, Anas pun maju, lalu Sa'ad bin Mu'adz datang menjemputnya. Maka ia (Anas) berkata: “Hai, Sa'ad bin Mu'adz! Demi Rabbnya an-Nadhr, Surga itu aku rasakan baunya dari dekat Gunung Uhud!” Sa'ad berkata: “Wahai, Rasulullah! Saya tidak melakukan seperti yang dia lakukan.”
Anas (bin Malik) berkata: “Maka kami mendapatkan pada tubuhnya sebanyak delapan puluh luka lebih bekas tebasan pedang, atau tikaman tombak, atau tusukan anak panah. Kami mendapatkannya telah tewas terbunuh, yang tubuhnya dicincang oleh kaum Musyrikin sehingga tidak ada seorang pun dapat mengenalnya, kecuali saudara perempuannya yang mengenali dengan (mengamati) ujung-ujung jarinya.”
Anas (bin Malik) berkata: “Kami berpendapat atau menyangka bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan peristiwa tersebut, juga orang-orang yang senasib dengannya, yaitu: "Di antara orang-orang Mukmin itu ada orang-orang yang menepati apa yang telah mereka janjikan kepada Allah...” sampai akhir ayat (OS. Al-Ahzab (331: 23). (Muttafaq 'alaih)
- Pengesahan hadits dan penjelasannya tertera pada pembahasan hadits nomor (109), dalam Bab: “Mujahadah.”
📖 Hadits ke-34/1318: Rumah para Syuhada di Surga
٣٤/١٣١٨- وعنْ سمُرةَ رضي اللَّه عَنهُ قالَ: قَالَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: "رأَيْتُ اللَّيْلَةَ رجُلين أتَياني، فَصعِدا بِي الشَّجرةَ، فَأدْخَلاني دَاراً هِي أحْسنُ وَأَفضَل، لَمْ أَر قَطُّ أَحْسنَ مِنْهَا، قالا: أَمَّا هذِهِ الدَّار فَدارُ الشهداءِ" رواه البخاري وَهُوَ بعضٌ من حديثٍ طويلٍ فيه أنواع العلم سيأتي في باب تحريمِ الكذبِ إنْ شاءَ اللَّه تَعَالَى.
1318. Dari Samurah Radhiyallahu’anhu, dia bercerita bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Semalam aku bermimpi dua orang laki-laki datang kepadaku. Mereka membawaku naik pohon, lalu membawaku masuk sebuah rumah yang paling bagus dan paling utama, sama sekali belum pernah aku melihat rumah sebagus itu. Kedua orang itu berkata: “(Rumah ini adalah rumah para syuhada.” (HR. Al-Bukhari. Hadits ini potongan dari sebuah hadits panjang yang di dalamnya terkandung berbagai macam ilmu. Dengan izin Allah, akan datang penjelasannya pada bab “Diharamkannya Bohong”).
- Pengesahan hadits dan penjelasannya, insya Allah, akan datang pada hadits nomor (1546), dalam Bab: “Diharamkannya Bohong.”
*****
📖 Hadits ke-35/1319: Surga itu Bertingkat-tingkat
٣٥/١٣١٩-وعنْ أنسٍ رضي اللَّه عنْهُ أنَّ أُم الرَّبيعِ بنْتَ البَرَاءِ وهي أُمُّ حارثةَ بنِ سُرَاقةَ، أتَتِ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَقَالَت: يَا رَسُولَ اللَّهِ ألاَ تُحدِّثُني عَنْ حارِثَةَ، وَكانَ قُتِل يوْمَ بدْرٍ، فَإنْ كانَ في الجَنَّةِ صَبَرتُ، وَإن كانَ غَيْر ذلكَ اجْتَهَدْتُ عليْهِ في البُكَاءِ، فَقَالَ:"يَا أُم حارِثَةَ إنَّهَا جِنانٌ في الجَنَّةِ، وَإنَّ ابْنَكِ أَصاب الفرْدوْسَ الأَعْلى". رواه البخاري.
1319. Dari Anas Radhiyallahu’anhu, bahwasanya Ummu ar Rubayyi binti al-Bara, yaitu Ummu Haritsah bin Suraqah datang kepada Nabi ﷺ seraya berkata: “Wahai, Rasulullah, sudikah engkau menuturkan kepada saya tentang Haritsah! Dia telah gugur pada hari Perang Badar. Jika dia di Surga, saya bersabar. Jika dia tidak demikian, maka saya akan menangis sekuat-kuatnya (sebelum diharamkannya ratapan).” Beliau lantas bersabda: “Wahai, Ummu Haritsah, Surga itu bertingkat-tingkat. Sesungguhnya anakmu mendapat bagian Surga Firdaus al A'la.” (HR. Al Bukhari).
Hadits ini diriwayatkan oleh al Bukhari (VI/26—Fathul Bari).
Peringatan: Di dalam lafazh al Bukhari setelah redaksi yaum badr terdapat lafazh - ashabahu sahmu gharbin.
Makna أَصَابَهُ سَهْمُ غَرْبٍ : Terkena anak panah nyasar. Tidak diketahui siapa yang melemparnya dan dari arah mana.
- Keutamaan Haritsah Radhiyallahu’anhu, yakni Sahabat ini mendapatkan bagian Surga al Firdaus al A'la.
- Setiap orang Islarn yang sudah memasuki arena perang fi sabilillah lalu dia gugur dalam medan perang itu, dengan cara bagaimanapun, selama sesuai dengan syariat Islam, maka orang itu matinya syahid.
- Boleh menangisi mayat walaupun dia gugur dalam peperangan yang diduga dia mati syahid.
- Apabila imam mengetahui suatu hal yang tidak menyelisihi syara di dalam keluarga mayat, dia tidak perlu menegurnya tetapi cukup diam saja.
- Mengetahui apa saja yang telah Allah persiapkan untuk orang-orang yang bertakwa dapat meringankan musibah yang menimpa orang-orang Mukmin di dunia.
- Surga bertingkat-tingkat. Yang paling tinggi adalah Firdaus Al A'la. Semoga Allah menjadikan kita termasuk di antara penghuninya dan mendapatkan bagian warisan daripada dengan karunia, kemurahan, dan rahmat-Nya.
*****
📖 Hadits ke-36/1320: Syahidnya Abdullah, ayah Jabir Radhiyallahu’anhuma
٣٦/١٣٢٠-وعَنْ جابر بن عبدِ اللَّهِ رضي اللَّه عنْهُما قَالَ: جِيءَ بِأَبِي إِلَى النَّبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قدْ مُثِّل بِهِ فَوُضعَ بَيْنَ يَديْه، فَذَهَبْتُ أَكْشِفُ عنْ وجهِهِ فَنَهاني قَوْمي فَقَالَ النَّبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: "مَا زَالَتِ الملائِكَةُ تُظِلُّهُ بِأَجْنِحَتِها". متفقٌ عَلَيْهِ.
1320. Dari Jabir bin Abdullah Radhiyallahu’anhu, dia menuturkan: “(Jenazah) ayahku pernah dibawa menghadap Nabi ﷺ dalam kondisi telah disayat-sayat (oleh orang kafir). Setelah jenazah ayahku diletakkan di hadapan beliau, aku pun ingin membuka tutup wajahnya, tetapi kaumku melarangku". Maka Nabi ﷺ bersabda: “Para Malaikat masih saja menaunginya dengan sayap-sayapnya.” (Muttafaq 'alaih)
Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (VI/32-Fathul Bari) dan Muslim (2471).
- Menjelaskan keutamaan Abdullah, ayah Jabir Radhiyallahu’anhuma.
- Bagi orang-orang kafir, orang mati atau orang yang masih hidup tidak memiliki kehormatan apa-apa. Demikian juga sikap mereka terhadap seorang Mukmin, mereka tidak pernah peduli terhadapnya walaupun dalam hubungan kekeluargaan atau hubungan ikatan janji setia.
- Tidak menjadi/bukan syarat bahwa setiap anggota keluarga orang yang meninggal harus melihat wajah jenazah, lebih-lebih apabila dikhawatirkan terjadi sesuatu kepadanya.
- Di dalam memperbaiki perkara munkar, dianjurkan untuk dilakukan dengan cara lemah lembut dalam momen seperti ini (yang disebutkan dalam hadits) agar justru tidak terjadi penolakan, di saat hati setiap orang masih menyisakan rasa cintanya terhadap jenazah.
- Menjelaskan tentang kebijakan dan rasa kasih sayang Rasulullah ﷺ terhadap umatnya, yaitu dengan menyegerakan penyampaian kabar gembira bagi mereka di dunia sehingga hati mereka tenang dan tenteram. Dengan begitu, mereka tidak lagi berkeluh kesah atas apa yang menimpa orang yang mereka kasihi.
- Orang yang mati syahid mempunyai kedudukan khusus di sisi Allah sehingga para Malaikat menaunginya dengan sayap-sayapnya.
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم