Niatilah untuk Menuntut Ilmu Syar'i

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.”
(HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 2436)
Kajian Aqidah

بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم

📚┃Materi : Kitab Adabul Mufrad  | Hadits:  https://shamela.ws
🎙┃ Pemateri : Ustadz Yunan Hilmi, Lc Hafizhahullah (Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhori)
🗓┃ Hari/ Tanggal : Senin, 24 November 2025 M / 3 Jumadil Akhir 1447 H
🕌┃Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Adi Sucipto Jajar Solo.
📖┃Daftar Isi:



٢٧٦ - بَابُ رَفْعِ الْأَيْدِي فِي الدُّعَاءِ

Bab-276: Mengangkat Tangan Ketika Berdo'a

📖 Hadits ke-615: Do'a Nabi ﷺ Memohon perlindungan dari Sifat Pengecut dan Bakhil

615. Abu Ma'mar mengabarkan kepada kami, ia Warits mengabarkan kepada kami, ia berkata, Shuhaib mengabarkan kepada kami:

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَعَوَّذُ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْهَرَمِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبُخْلِ» صحيح

Dari Anas bin Malik, ia berkata, "Rasulullah ﷺ berdoa memohon perlindungan (kepada Allah), beliau mengucapkan, "Allaahumma innii a'uudzubika minal kasali, wa a'uudzubika minal jubni, wa a'uudzubika minal harami wa a'uudzubika minal bukhli." (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari sifat malas, aku berlindung kepadamu dari rasa takut, aku berlindung kepada-Mu dari ketuarentaan (kepikunan) dan aku berlindung kepada-Mu dari sifat bakhil)."

  • Diriwayatkan At-Bukhariy: Kitab Ad-Da'awat. Bab At-Ta'awwudz min Ardzalil'umri (6371).

📃 Penjelasan Kata:

  • Makna اَلْكَسَلُ : Meninggalkan sesuatu yang sebenarnya mampu ia lakukan.
  • Makna اَلْهَرَمُ : Maksudnya memohon perlindungan agar tidak dikembalikan kepada umur yang tua renta (pikun). Karena orang yang pikun kemampuan akal, panca indera, ketepatan dan pemahamannya akan berkurang. Selain itu, sebagian pandangannya menjadi buruk dan ia tidak akan mampu lagi melakukan berbagai ibadah serta kurang perhatian terhadap sebagian ibadah lain.

💡 Kandungan Hadits:

  1. Nabi ﷺ memohon perlindungan dari sifat pengecut dan bakhil karena keduanya bisa menyebabkan kekurangan dalam menjalankan kewajiban, menunaikan hak-hak Allah Ta'ala, menyingkirkan kemunkaran dan bersikap keras terhadap para pelaku kemaksiatan. Di sisi lain, dengan keberanian diri dan kekuatan yang cukup, maka berbagai ibadah akan menjadi sempurna dan seorang muslim mampu menolong orang yang terzhalimi dan menegakkan jihad.
  2. Dalam hadits ini terdapat dalil disunnahkannya berdo'a dan berlindung dari hal-hal yang disebutkan dalam hadits ini.

*****

📖 Hadits ke-616: Anjuran agar berprasangka baik kepada Allah ﷻ

616. Khalifah bin Khayyath mengabarkan kepada kami, ia berkata: Katsir bin Hisyam mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ja'far mengabarkan kepada kami dari Yazid bin Al-Ashamm:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي، وَأَنَا مَعَهُ إِذَا دَعَانِي". صحيح

Dari Abu Hurairah, dari Rasulullah ﷺ, beliau bersabda: Allah ﷻ berfirman, 'Aku ada pada persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku dan Aku bersamanga jika ia berdo'a kepada-Ku'.

  • Diriwayatkan Muslim: Kitab Adz-Dzikr wad Du'a'. Bab Fadhlu Adz-Dzikr wa Du'aa (19).

📃 Penjelasan Kata:

  • Makna عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِيْ : Aku akan memperlakukan hamba-Ku sebagaimana yang ia sangkakan kepada-Ku dalam mengabulkan atau menggagalkan keinginan dan tujuannya.
  • Makna أَنَا مَعَهُ: Bersamanya dengan ilmu-Ku.

💡 Kandungan Hadits:

  • Anjuran agar berprasangka baik kepada Allah dan mengharapkan rahmat-Nya.
  • Penetapan sifat ma'iyyah (kebersamaan) bagi Allah yang khusus diberikan kepada kaum mukminin.

*****

٢٧٧ - بَابُ سَيِّدِ الِاسْتِغْفَارِ

Bab 277: Sayyidul Istighfar

📖 Hadits ke-617: Bacaan Sayyidul Istighfar (Penghulunya Istighfar) #1

617. Musaddad mengabarkan kepada kami, ia berkata: yazid bin Zurai' mengabarkan kepada kami, ia berkata: Husain mengabarkan kepada kami, ia berkata, Abdullah bin Buraidah mengabarkan kepada kami dari Basyir bin Ka'ab:

٦١٧ - عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " سَيِّدُ الِاسْتِغْفَارِ:

اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ. أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ.

إِذَا قَالَ حِينَ يُمْسِي فَمَاتَ دَخَلَ الْجَنَّةَ - أَوْ: كَانَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ - وَإِذَا قَالَ حِينَ يُصْبِحُ فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ ٠٠٠ " مِثْلَهُ. صحيح

Dari Syaddad bin Aus, dari Nabi ﷺ , beliau bersabda, "sayyidul Istighfar adalah,

Allaahumma Anta Rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anaa'ahduka Wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha'tu, abuu'u laka bini'matika, wa abuu'u laka bidzanbii, faghfirlii fa'innahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa Anta, A'uudzubika min syari maa shana'tu.

Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu, aku berada di atas perjanjian-Mu dan janji-Mu semampuku. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku, karena sesungguhnya tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang aku perbuat.

Apabila ia mengucapkannya di waktu sore lalu ia meninggal, niscaya ia masuk surga -atau ia termasuk penghuni surga-. Dan (demikian pula) apabila ia mengucapkannya di waktu pagi latu ia meninggal pada hari itu.'

  • Diriwayatkan Al-Bukhariy: Kitab Ad-Da'awat. Bab Maa yaquulu idzaa ashbaha (6323).

📃 Kosa Kata Hadits

  • Makna سَيِّدِ الِاسْتِغْفَارِ :Yakni banyaknya manfaat bagi orang yang beristighfar dengan lafazh ini.
  • Makna عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ : Apa yang aku berjanji kepada-Mu tentang keimanan terhadap-Mu, mengikhlaskan ketaatan hanya untuk-Mu dan bertawakkal kepada-Mu.
  • Makna أَبُوءُ : Aku mengakui (mengetahui).
  • Makna مُوقِنًا بِها: Ikhlas karena Allah dari hatinya seraya membenarkan balasannya.

💡 Kandungan Hadits

  1. Anjuran agar beristighfar dan penjelasan tentang keutamaannya.
  2. Ikrar bahwa hanya milik Allah hak llahiyah, peribadahan dan permintaan perlindungan dari keburukan apa yang diperoleh seorang hamba atas dirinya.
  3. Hendaknya seorang hamba menyandarkan kebaikan kepada Rabb yang mengadakannya dan menyandarkan dosa kepada diri sendiri.
  4. Yang termasuk syarat dalam istighfar adalah mengikhlaskan niat, menghadap kepada Allah ﷻ dan memiliki adab.

*****

📖 Hadits ke-618: Istighfar Nabi ﷺ yang dibaca Saat Bermajelis 100 kali

618. Ahmad bin Abdillah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ibnu Numair mengabarkan kepada kami dari Malik bin Mighwal, dari Ibnu Sauqah, dari Nafi':

٦١٨ - عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: إِنْ كُنَّا لَنَعُدُّ فِي الْمَجْلِسِ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «رَبِّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ» مِائَةَ مَرَّةٍ. صحيح

Dari lbnu 'Umar, ia berkata, "Sungguh kami menghitung ucapan Nabi ﷺ dalam satu majelis, Rabbighfirlii wa tub 'alayya innaka Antat tawwaaburrahiim (Wahai Rabbku, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha penyayang) sebanyak seratus kali.

- Shahih. Diriwayatkan Ahmad (2/21), Abu Dawud: Kitab Ash-shalaat. Bab Fiil Istighfaar (1516), At-Tirmidziy: Kitab Ad-Da'awaat. Bab Maa yaquulu idzaa qaama min Majalisihi (3434) dan lbnu Majah: Kitab AI-Adab. Bab Fiil itstighfaar (3814). Lihat Ash-Shahihah (556).

📃 Kosa Kata Hadits

  • Makna رَبِّ اغْفِرْ لِي :Termasuk istighfarnya para Nabi. Mereka memperbanyak ucap istighfar untuk menunjukkan peribadahan dan sebagai pengakuan atas kelemahan dan kekurangan mereka dalam menunaikan hak-hak sang Khaliq yang diwajibkan kepada mereka.
  • Makna وَتُبْ عَلَيَّ: Cegahlah aku (dari dosa) dengan rahmat, bimbinglah aku untuk bertaubat, atau terimalah taubatku.

💡 Kandungan Hadits

Nabi ﷺ banyak melakukan istighfar dan taubat kepada Arah sebagai bentuk syukur atas banyaknya nikmat yang tidak terhitung yang Allah ﷻ limpahkan kepada beliau ﷺ.

*****

📖 Hadits ke-619: Istighfar Nabi ﷺ yang dibaca setelah Shalat Dhuha 100 kali

619. Muhammad bin Ash-shabbah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Khalid bin Abdillah mengabarkan kepada kami dari Hushain, dari Hilal bin Yasaf, dari Zadzan:

٦١٩ - عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: صَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الضُّحَى ثُمَّ قَالَ: «اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَتُبْ عَلَيَّ، إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ» ، حَتَّى قَالَهَا مِائَةَ مَرَّةٍ. صحيح

Dari Aisyah Radhiyallahu’anha, ia berkata, "Rasulullah ﷺ mengerjakan shalat Dhuha, kemudian beliau berdo'a, 'Allaahummaghfirlii wa tub 'alayya innaka Antat tawwaaburrahiim' (Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku. Sesungguhnya Engkau Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang)." Sampai beliau mengucapkannya sebanyak seratus kali.

- Shahih. Diriwayatkan An-Nasa’i dalam kitab As-Sunan Al-Kubraa (9855) melalui Muhammad bin Ash-Shabbah, An-Nasa’i juga meriwayatkan (9852-9854) melalui syu'bah, 'Abbad bin At-'Awwam dan Abdul Aziz bin Muslim, kesemuanya dari Hushain bin Abdirrahman dari Hitat bin Yassaf, dari Zadzan dari seorang taki-Laki Anshar. lnilah yang lebih dekat kepada kebenaran sebagaimana dikatakan oteh An-Nasa’i.

💡 Kandungan Hadits

  1. Sikap tawadhu'dan ketundukan Rasulullah ﷺ terhadap kebenaran Rububiyah Allah agar diteladani oleh umat beliau.
  2. Seorang hamba hendaknya selalu merasa kurang dalam menunaikan hak Pemilik-nya (Allah ﷻ ).

*****

📖 Hadits ke-620: Bacaan Sayyidul Istighfar (Penghulunya Istighfar) #2

620. Abu Ma'mar mengabarkan kepada kami, ia berkata, 'Abdul Warits mengabarkan kepada kami, ia berkata: Husain mengabarkan kepada kami, ia berkata, 'Abdullah bin Buraidah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Basyir bin Ka'b al-'Adawi mengabarkan kepadaku, ia berkata:

٦٢٠ - حَدَّثَنِي شَدَّادُ بْنُ أَوْسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " سَيِّدُ الِاسْتِغْفَارِ أَنْ يَقُولَ: اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي، لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ، وَأَبُوءُ لَكَ بِذَنْبِي، فَاغْفِرْ لِي، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ "، قَالَ: «مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوقِنًا بِهَا، فَمَاتَ مِنْ يَوْمِهِ قَبْلَ أَنْ يُمْسِيَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوقِنٌ بِهَا، فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ». صحيح

Syaddad bin Aus mengabarkan kepadaku, dari Nabi ﷺ, beliau bersabda, "Sayyidul istighfar adalah mengucapkan,

'Allaahumma Anta Rabbii laa ilaaha illaa Anta, khalaqtanii wa anaa 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika mastatha' tu, a'uudzubika min syarri maa shana'tu, abuu'u laka bini' matika wa abuu'u laka bidzanbii faghfirtii fainnahu laa yaghfirudz dzunuuba illaa anta"

Ya Allah, Engkau adalah Rabb-ku, tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Engkau, Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu, aku di atas perjanjian-Mu dan janji-Mu semampuku, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukan apa yang aku perbuat. Aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku karena tidak ada yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.

Beliau bersabda, "siapa yang mengucapkannga di siang hari dalam keadaan yakin dengannya lalu ia meninggal pada hari itu sebelum datang waktu sore maka ia termasuk penduduk surga, dan siapa yang mengucapkannya di malam hari dalam keadaan yakin dengannya lalu ia meninggal sebelum datang waktu pagi maka ia terrnasuk penghuni surga.'

Diriwayatkan Al-Bukhâri : Kitab Ad-Da'awat. Bab Afdhalul istigfaar (6306).

💡 Kandungan Hadits Lihat penjelasan hadits no.617.

******

📖 Hadits ke-621: Istighfar Nabi ﷺ sehari Seratus Kali

621. Hafsh mengabarkan kepada kami, ia berkata: Syu' bah mengabarkan kepada kami dari Amr bin Murrah:

٦٢١ - عَنْ أَبِي بُرْدَةَ، سَمِعْتُ الْأَغَرَّ، رَجُلٌ مِنْ جُهَيْنَةَ، يُحَدِّثُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ قَالَ: سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «تُوبُوا إِلَى اللَّهِ، فَإِنِّي أَتُوبُ إِلَيْهِ كُلَّ يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ». صحيح

Dari Abu Burdah: Aku mendengar Al-Agharr -seseorang dari (Bani Juhainah)- mengabarkan hadits kepada 'Abdullah bin 'Umar, ia berkata, "Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda, 'Bertaubatlah kalian kepada Allah, karena sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya setiap hari seratus kali."

  • Diriwayatkan Muslim: Kitab Adz-Dzikr wad du'aa. Bab lstihbaabul istigfaar wal istiktsaar minhu (47).

💡 Kandungan Hadits

Dalam hadits ini terdapat anjuran agar bertaubat. Dan taubat mempunyai beberapa syarat:

  1. Berhenti dari kemaksiatan yang dilakukan.
  2. Menyesali perbuatan maksiatnya itu.
  3. Bertekad kuat untuk tidak mengulanginya lagi.

*****

📖 Hadits ke-622: Dzikir yang Dibaca Seratus Kali Setelah Shalat

622. Ahmad bin Yunus mengabarkan kepada kami, ia berkata: Zuhair mengabarkan kepada kami, ia berkata: Manshur mengabarkan kepada kami dari al-Hakam, dari 'Abdurrahman bin Abi Laila:

٦٢٢ - حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ قَالَ: حَدَّثَنَا زُهَيْرٌ قَالَ: حَدَّثَنَا مَنْصُورٌ، عَنِ الْحَكَمِ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي لَيْلَى، عَنْ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ قَالَ: مُعَقِّبَاتٌ لَا يَخِيبُ قَائِلُهُنَّ: سُبْحَانَ اللَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، مِائَةَ مَرَّةٍ. رَفَعَهُ ابْنُ أَبِي أُنَيْسَةَ وَعَمْرُو بْنُ قَيْسٍ. صحيح

Dari Ka'ab bin 'Ujrah, ia berkata, "Wirid yang tidak akan mengecewakan orang yang mengucapkannya adalah, 'Subhaanallaah wal hamdulillaah wa laa ilaaha illallaah wallaahu akbar' (Mahasuci Allah dan segala puji hanya bagi Allah, tidak ada yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Allah dan Allah Mahabesar) seratus kali." Ibnu Abi Unaisah dan 'Amr bin Qais merafa'kan hadits ini kepada Rasulullah ﷺ.

  • Shahih. Diriwayatkan Ath-Thayaalisiy (1156) melalui syu'bah, Abdurrazzaq (3193) melalui Manshur, keduanya dari Al-Hakam secara mauquf. Diriwayatkan juga Muslim: Kitab al-Masajid (144) melalui Malik bin Magul, Hamzah Az-Zayyat dan 'Amr bin Qais. Kesemuanya dari Al-Hakam secara marfu'.

📃 Kosa Kata Hadits

  • Makna مُعَقِّبَاتٌ: Bacaan tasbih yang dibaca seusai shalat fardhu. Ada yang mengatakan, "Dinamakan mu'aqqibat karena bacaan-bacaan tersebut dibaca satu persatu yang diikuti dengan bacaan lainnya.

💡 Kandungan Hadits

Dalam riwayat ini terdapat anjuran agar bertasbih dan berdzikir seusai shalat. Ada tiga macam dzikir setelah shalat, yakni:

  1. Seratus kali dibagi menjadi tiga bagian: tasbih, tahmid dan takbir dan ditambah satu kali takbir sehingga genap seratus kali.
  2. Seperti bacaan di atas, tetapi ditambah dengan kalimat tauhid sehingga genap seratus.
  3. Seratus dibagi menjadi empat bagian, dan bagian keempat adalah bacaan laa ilaaha illallaah.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم