بِسْـمِ اللَّهِ الرحمن الرحيم
📚┃Materi : Kitab Adabul Mufrad | Hadits: https://shamela.ws
🎙┃ Pemateri : Ustadz Yunan Hilmi, Lc Hafizhahullah (Pengajar Ilmu Syar'i Pondok Pesantren Imam Bukhori)
🗓┃ Hari/ Tanggal : Senin, 12 Januari 2026 M / 23 Rajab 1447 H
🕌┃Tempat : Masjid Al-Ikhlas - Adi Sucipto Jajar Solo.
📖┃Daftar Isi:
٢٨١ - بَابُ مَنْ ذُكِرَ عِنْدَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَمْ يُصَلِّ عَلَيْهِ
Bab-281: ORANG YANG NABI ﷺ DISEBUTKAN PADANYA TETAPI TIDAK BERSHALAWAT KEPADA BELIAU
📖 Hadits ke-647: Dzikir yang Dibaca Juwairiyah
647. 'Ali mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sufyan mengabarkan kepada kami, ia berkata: Muhammad bin 'Abdirrahman, maula keluarga Thalhah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar Kuraib Abu Risydin, dari lbnu Abbas:
٦٤٧ - عَنْ جُوَيْرِيَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ بْنِ أَبِي ضِرَارٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ مِنْ عِنْدِهَا، وَكَانَ اسْمُهَا بَرَّةَ، فَحَوَّلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْمَهَا، فَسَمَّاهَا جُوَيْرِيَةَ، فَخَرَجَ وَكَرِهَ أَنْ يَدْخُلَ وَاسْمُهَا بَرَّةُ، ثُمَّ رَجَعَ إِلَيْهَا بَعْدَمَا تَعَالَى النَّهَارُ، وَهِيَ فِي مَجْلِسِهَا، فَقَالَ: " مَا زِلْتِ فِي مَجْلِسِكِ؟ لَقَدْ قُلْتُ بَعْدَكِ أَرْبَعَ كَلِمَاتٍ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ، لَوْ وُزِنَتْ بِكَلِمَاتِكِ وَزَنَتْهُنَّ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ عَدَدَ خَلْقِهِ، وَرِضَا نَفْسِهِ، وَزِنَةَ عَرْشِهِ، وَمِدَادَ - أَوْ مَدَدَ - كَلِمَاتِهِ"
Dari Juwairiyah binti Al-Harits bin Abi Dhirar, bahwa Nabi ﷺ (suatu kali) keluar dari rumahnya. Dulu namanya Barrah, lalu Nabi ﷺ mengganti namanya dengan Juwairiyah. Beliau keluar karena tidak suka beliau masuk sedangkan namanya adalah Barrah. Beliau kembali menemuinya setelah hari bertambah siang, sementara ia masih tetap berada di tempat duduknya. Rasulullah ﷺ bertanya, "Engkau masih berada di tempat dudukmu? Setelah meninggalkanmu, aku telah mengucapkan empat kalimat sebanyak tiga kali yang sekiranya ditimbang dengan kalimat-kalimatmu niscaya (bandingannya) akan sama, (yaitu) 'Subhaanallaahi wa bihamdihi 'adada khalqihi wa ridhaa nafsihi wa zinata 'arsyihi wa midaada -atau madada- kalimaatihi' (Mahasuci Allah, hamba memuji-Nya, pujian sebanyak bilangan makhluk-Nya, sebesar ridha diri-Nya, seberat timbangan 'arsy-Nya dan sebanyak tinta (tulisan) Kalam-Nya).'
📖 Diriwayatkan Muslim: Kitab Adz-Dzikr wad Du'aa' Bab At-Tasbiih Awwalan nahaar wa 'indan naum (79). Dan di Kitab Al-Aadaab Bab lstihbaab taghyiiril ismil qabiihi ilaa hasan (16).
قَالَ مُحَمَّدٌ: حَدَّثَنَا عَلِيٌّ قَالَ: حَدَّثَنَا بِهِ سُفْيَانُ غَيْرَ مَرَّةٍ قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدٌ، عَنْ كُرَيْبٍ،
Muhammad berkata: 'Ali mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sufyan mengabarkannya kepada kami -lebih dari satu kali- , ia berkata: Muhammad mengabarkan kepada kami dari Kuraib:
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ مِنْ عِنْدِ جُوَيْرِيَةَ، وَلَمْ يَقُلْ: عَنْ جُوَيْرِيَةَ إِلَّا مَرَّةً. صحيح
Dari Ibnu 'Abbas bahwa Nabi ﷺ keluar dari sisi Juwairiyah. Dan ia tidak mengatakan: "Dari Juwairiyah" kecuali satu kali.
- Makna عَدَدَ خَلْقِهِ :Dibaca manshub, yakni sejumlah bilangan makhluk-Nya. As-Suyuthiy berkata, "Dibaca nashab karena sebagai zharf". Yakni banyak jumlah makhluk-Nya.
- Makna وَرِضَا نَفْسِهِ : Aku mensucikan-Nya sesuai yang diridhai-Nya.
- Makna وَزِنَةَ عَرْشِهِ : Aku mensucikan-Nya sesuai dengan berat 'arsy-Nya, sedangkan beratnya tidak ada yang mengetahui kecuali Allah Tabaraka wa Ta'ala.
- Makna وَمِدَادَ - أَوْ مَدَدَ - كَلِمَاتِهِ: Sebanyak jumlah kalam-Nya.
- Makna وَلَمْ يَقُلْ : (Dan ia tidak mengatakan) dari Juwairiyah kecuali Hanya satu kali. Maksudnya, Sufyan menyebutkannya dari Musnad lbni 'Abbas lebih dari satu kali dan menyebutkannya dari Musnad Juwairiyah hanya satu kali.
- Hadits ini menunjukkan keutamaan kalimat-kalimat ini.
- Di dalamnya terdapat dalil tentang kemuliaan, keutamaan dan kebaikan Rasulullah ﷺ terhadap umatnya, karena beliau menunjukkan kepada mereka ungkapan-ungkapan yang mudah tetapi dapat mendatangkan pahala dan balasan tanpa harus bersusah payah dan berlelah-lelah. Alhamdulillah, segala puji hanya bagi Allah.
- Di dalamnya terdapat dalil disunnahkannya mengubah nama yang jelek atau nama yang makruh menjadi nama yang baik. Alasan pengubahan nama tersebut untuk menghindari tazkiyah (memandang diri suci) atau dikhawatirkan terjebak ke dalam tathayyur (menganggap sial).
*****
📖 Hadits ke-648: Do'a khusus setiap selesai membaca tasyahhud akhir sebelum salam
648. Ibnu Salam mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Mu'awiyah mengabarkan kepada kami dari al-A'masy, dari Abu Shalih:
٦٤٨ - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ مِنْ جَهَنَّمَ، اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَّالِ، اسْتَعِيذُوا بِاللَّهِ مِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ». صحيح
Dari Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulullah ﷺ, bersabda: Berlindunglah kalian kepada Allah dari neraka Jahannam. Berlindunglah kalian kepada Allah dari adzab kubur. Berlindunglah kalian kepada Allah dari fitnah Al-Masih Dajjal. Berlindunglah kalian dari fitnah kehidupan dan kematian."
📖 Diriwayatkan oleh Muslim: Kitab Al-Masaajid. Bab Maa yusta'adzu minhu fiish shalaati (130 dan 132).
- Makna فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ : Fitnah hidup yakni segala hal yang menjadi fitnah bagi manusia ketika hidupnya, seperti terfitnah dengan dunia, hawa nafsu, kebodohan, dan merupakan fitnah yang besar udaun mendapat su'ul khotimoh ketika meninggal -kita berlindung kepada Allah- dari su'ul khatimah. Adapun fitnah mati bisa jadi yang dimaksud adalah fitnah kubur, yaitu pertanyaan Malaikat Munkar dan Naki, dan adanya siksa kubur.
1. Seorang muslim hendaknya memanjatkan do'a ini secara khusus setiap selesai membaca tasyahhud akhir sebelum salam.
2. Seorang hamba yang beriman hendaknya memohon perrindungan kepada Allah dari siksa jahannam dan siksa kubur, aun selalu kembali kepada Allah seraya memohon kepada-Nya agar dijauhkan dari siksa kubur dan siksa neraka.
*****
٢٨٢ . بَابُ دُعَاءِ الرَّجُلِ عَلَى مَنْ ظَلَمَهُ
282. DO'A BURUK SESEORANG TERHADAP ORANG YANG MENZHALIMINYA
📖 Hadits ke-649: Do'a Dari Perbuatan Dzalim
649. Al-Hasan bin Ar-Rabi' mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ibnu ldris mengabarkan kepada kami dari Laits, dari Muharib bin Ditsar:
٦٤٩ - عَنْ جَابِرٍ قَالَ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لِي سَمْعِي وَبَصَرِي، وَاجْعَلْهُمَا الْوَارِثَيْنِ مِنِّي، وَانْصُرْنِي عَلَى مَنْ ظَلَمَنِي، وَأَرِنِي مِنْهُ ثَأْرِي». صحيح
Dari Jabir, ia berkata, Rasulullah ﷺ mengucapkan (doa), 'Allaahuma ashlih lii sam'ii wa basharii waj' alhumal waaritsaini minnii, wanshurnii 'alaa man zhalamanii wa arinii minhu tsa'rii' (ya Allah, perbaikilah pendengaran dan penglihatanku, dan jadikanlah keduanya pewaris diriku, serta tolonglah aku atas orang yang menzhalimiku dan tampakkanlah kepadaku akibat buruknya dari pembalasanku."
Shahih lighairihi. Kecuali lafazh "ashlih lii", karena yang betul adalah "matti'nii". Dalam isnad ini ada Laits bin Abi Sutaim, ia shaduuq namun sangat kacau hafalannya, haditsnya tidak dapat diklarifikasi sehingga ia ditinggatkan. Lihat Ash-Shahihah (3170). Diriwayatkan juga Al-Bazzar (3194/Kasyful Astaar) dari jalur Laits, namun hadits Abu Hurairah berikut ini memperkuatnya.
- Makna وَاجْعَلْهُمَا الْوَارِثَيْنِ مِنِّي: Jagalah keduanya tetap dalam kondisi sehat dan selamat -hingga aku meninggal, atau ingin agar keduanya tetap hidup dan kuat ketika sudah berusia tua dan ketika kekuatannya berkurang.
- Makna ُالثَّأر :darah. Dikatakan: Tsa'artul qatiila wa tsa'artu bihi, fa anaa tsaa'ir, artinya aku membunuh orang yang membunuhnya.
1. Anjuran bagi setiap hamba agar meminta setiap kebutuhannya kepada Rabb-nya.
2. Disunnahkan menyibukkan diri dengan doa dan dzikir karena yang demikian termasuk ketaatan dan sesuatu yang mudah dilakukan, namun sangat berat dalam timbangan pada hari kiamat kelak.
*****
📖 Hadits ke-650: Do'a Nabi dari Perbuatan Dzalim
650. Musa mengabarkan kepada kami, ia berkata: Hammad mengabarkan kepada kami dari Muhammad bin 'Amr, dari Abu Salamah:
٦٥٠ - عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ مَتِّعْنِي بِسَمْعِي وَبَصَرِي، وَاجْعَلْهُمَا الْوَارِثَ مِنِّي، وَانْصُرْنِي عَلَى عَدُوِّي، وَأَرِنِي مِنْهُ ثَأْرِي». صحيح
Dari Abu Hurairah, ia berkata, "Nabi ﷺ mengucapkan: 'Allaahumma matti'nii bisam'ii wa basharii waj' alhumal waaritsa minnii wanshurnii 'alaa 'aduwwii wa arinii minhu tsa'rii' (Ya Allah, berilah aku kesenangan dengan pendengaran dan penglihatanku, dan jadikanlah keduanya pewaris dariku, serta tolonglah aku atas musuhku dan tampakkanlah akibat (kezhalimannya) kepadaku darinya)."
- Makna مَتِّعْنِي : Berasal dari kata at-tamtii', yakni berilah manfaat kepadaku.
- Makna اجْعَلْهُمَا الْوَارِثَ مِنِّي : Jagalah keduanya tetap dalam kondisi sehat dan lurus selama hidupku.
Lihat penjelasan hadits sebelumnya.
*****
📖 Hadits ke-651: Do'a Nabi Tatkala Shalat
651. Ali bin Abdillah mengabarkan kepada kami, ia berkata: Marwan bin Mu'awiyah mengabarkan kepada kami, ia berkata:
٦٥١ - حَدَّثَنَا سَعْدُ بْنُ طَارِقِ بْنِ أَشْيَمَ الْأَشْجَعِيُّ قَالَ: حَدَّثَنِي أَبِي قَالَ: كُنَّا نَغْدُو إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَيَجِيءُ الرَّجُلُ وَتَجِيءُ الْمَرْأَةُ فَيَقُولُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ أَقُولُ إِذَا صَلَّيْتُ؟ فَيَقُولُ: " قُلِ: اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي، وَارْحَمْنِي، وَاهْدِنِي، وَارْزُقْنِي، فَقَدْ جَمَعَتْ لَكَ دُنْيَاكَ وَآخِرَتَكَ "
Sa'd bin Thariq bin Usyaim Al-Asyja'iy mengabarkan kepada kami, ia berkata: Ayahku mengabarkan kepadaku, ia berkata: "Kami berangkat menemui Nabi ﷺ, lalu datanglah seorang laki-laki dan datang pula seorang wanita. Laki-laki itu bertanya, 'Wahai Rasulullah, apa yang aku ucapkan jika aku shalat?' Beliau menjawab,' Ucapkanlah: (Allaahummaghfirlii warhamnii wahdinii warzuqnii') (Ya Allah, ampunilah aku, rahmatilah aku, berilah aku petunjuk dan berilah aku rizki). Maka dunia dan akhiratmu telah terkumpul bagimu.''
حَدَّثَنَا عَلِيٌّ قَالَ: حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ حَيَّانَ قَالَ: حَدَّثَنَا أَبُو مَالِكٍ قَالَ: سَمِعْتُ أَبِي وَلَمْ يَذْكُرْ: إِذَا صَلَّيْتَ. وَتَابَعَهُ عَبْدُ الْوَاحِدِ، وَيَزِيدُ بْنُ هَارُونَ
صحيح
(...) 'Ali mengabarkan kepada kami, ia berkata: Sulaiman bin Hayyan mengabarkan kepada kami, ia berkata: Abu Malik mengabarkan kepada kami, ia berkata: Aku mendengar ayahku, dan ia tidak menyebutkan: "Jika aku shalat." Dan diikuti oleh 'Abdul Wahid dan Yazid bin Harun.
- Diriwayatkan Muslim: Kitab Adz-Dzikr wad Du'aa. Bab Fadhlut tahliil wat tasbiih wad du'aa (34-36).
Do'a ini mencakup kebaikan dunia dan akhirat. Kebaikan akhirat terdapat dalam ucapan: "Ampunilah aku dan rahmatilah aku." Adapun kebaikan dunia terdapat dalam ucapan: "Berilah aku rizki dan berilah aku petunjuk."
•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم