بسم الله الرحمن الرحيم
✍🏼Karya : Syaikh Abdul Muhsin bin Hamd Al-Abbad Al-Badr حفظه الله تعالى
٩ .طهارة القلوب
Kondisi manusia dalam menerima kebenaran ada empat keadaan:
- Hati yang terfitnah dengan mengkufuri dan mengingkari kebenaran tersebut.
- Semakin tambah yakin dan percaya. Inilah hati yang bersih dan sehat dalam menerima kebenaran.
- Hati yang perlu diyakinkan yang dengannya butuh hujah sebagai penguat.
- Hati yang bingung dan bimbang dalam memilih. Dia tidak paham akan yang dimaksud.
Maka, hendaknya kita introspeksi terhadap kondisi hati kita masing-masing.
Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Yunus ayat 57:
يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاۤءَتْكُمْ مَّوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَشِفَاۤءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوْرِۙ وَهُدًى وَّرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِيْنَ ٥٧
Wahai manusia, sungguh telah datang kepadamu pelajaran (Al-Qur’an) dari Tuhanmu, penyembuh bagi sesuatu (penyakit) yang terdapat dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang mukmin.
Hati disebut qalbu karena sifatnya yataqallabu yang artinya mudah bergejolak dan berbolak-balik. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ
“Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (jantung).” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dari hadis di atas dapat kita ketahui bahwa hati itu mempengaruhi jasad (perilaku) seseorang. Maka, hendaknya seorang muslim meminta kepada Allah agar dikaruniakan hati yang baik. Hal ini sebagaimana yang sering Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam minta dalam doa beliau,
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
“Ya muqallibal qulub tsabbit qalbi ‘ala dinik (Wahai Zat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”
Maka, Allah ta’ala telah memberi peringatan dalam Surat An-Nisa Ayat 115:
وَمَن يُشَاقِقِ ٱلرَّسُولَ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ ٱلْهُدَىٰ وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ ٱلْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِۦ مَا تَوَلَّىٰ وَنُصْلِهِۦ جَهَنَّمَ ۖ وَسَآءَتْ مَصِيرًا
Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.
Untuk mendapatkan kebenaran, maka hanya satu jalan yaitu dengan menuntut ilmu. Dengannya kita akan tahu jalan kebenaran dan itu harus dicari dan diusahakan. Allah ta’aala berfirman dalam Surat Al-‘Ankabut Ayat 69:
وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
Inilah orang-orang yang berusaha memaksimalkan kemampuan dalam dirinya. Dan inilah orang-orang yang dicintai Allah ﷻ.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,
فَعَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ المَهْدِيِّيْنَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُوْرِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ رَوَاهُ أَبُوْ دَاوُدَ وَالتِّرْمِذِيُّ وَقَالَ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ صَحِيْحٌ
Wajib atas kalian berpegang teguh pada sunnahku dan Sunnah khulafaur rosyidin al-mahdiyyin (yang mendapatkan petunjuk dalam ilmu dan amal). Gigitlah sunnah tersebut dengan gigi geraham kalian, serta jauhilah setiap perkara yang diada-adakan, karena setiap bidah adalah sesat.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi, ia berkata bahwa hadits ini hasan sahih). [HR. Abu Daud, no. 4607 dan Tirmidzi, no. 2676. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih].
Penyakit Hati
Macam penyakit hati dibedakan menjadi dua jenis:
- Penyakit yang menjangkiti pelakunya tapi tidak merasa sakit. Hal ini seperti penyakit bodoh, syubhat dan keraguan. Karena rusaknya hati, dia tidak lagi merasakan kesakitan di hatinya. Cara mengembalikannya adalah dengan mengembalikan kepada Rasul-Nya yang membawa kebenaran. Ini hanya bisa didapatkan dengan mempelajari ilmu syar’i.
- Orang yang merasa hatinya sakit seperti gelisah, gundah dan galau atau amarah.
Penyakit hati yang hilang dengan obat-obatan alami termasuk jenis penyakit tubuh, dan ini mungkin tidak menyebabkan penderitaannya dan siksaannya setelah mati. Sedangkan penyakitnya yang hanya hilang dengan obat keimanan Nabi, itulah yang menyebabkan penderitaan dan siksa kekal jika tidak ditangani dengan obat penawarnya. Jika ia menggunakan obat-obat itu, maka ia akan sembuh...
Amarah menyakitkan hati, dan obatnya adalah dengan menyembuhkan amarahnya...
Demikian juga: kebodohan adalah penyakit yang menyakitkan hati; sebagian orang mengobatinya dengan ilmu yang tidak bermanfaat, dan mengira bahwa ia sudah sehat dari penyakitnya dengan ilmu itu, padahal sebenarnya hanya menambah sakitnya karena penyakitnya, namun hati sibuk dengan itu sehingga tidak menyadari rasa sakit yang tersembunyi di dalamnya; karena ketidaktahuannya tentang ilmu yang bermanfaat, yang merupakan syarat untuk kesehatan dan kesembuhan seseorang. Nabi bersabda tentang orang yang memberikan fatwa dengan kebodohan, sehingga orang yang menanyakan fatwa itu binasa karena fatwanya:
قتلوه قتلهم الله إلا سألوا إذ لم يعلموا فإنما شفاء العي السؤال
Mereka telah membunuhnya, semoga Allah membinasakan mereka! Mengapa mereka tidak bertanya bila tidak mengetahui? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya. - Diriwayatkan oleh Abu Dawud (336), dan Ibn Majah (572), dan disahihkan oleh Al-Albani.
Maka kebodohan menjadikan suatu penyakit, dan penyembuhannya adalah bertanya kepada yang berilmu.
Demikian juga: orang yang ragu terhadap sesuatu yang meragukan; hatinya menderita sampai diperoleh ilmu dan keyakinan...
Demikian pula: orang yang merasa sempit dengan kebodohan dan kesesatan dari jalan kebenaran dan merasa lapang dengan petunjuk dan ilmu.
Allah ﷻ berfirman:
فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَٰمِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى ٱلسَّمَآءِ ۚ
Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk agama) Islam. Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah kesesatannya, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah ia sedang mendaki langit. [Al-An'am:125].
Sumber: أحاديث إصلاح القلوب Halaman - 70 [Download أحاديث إصلاح القلوب]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم