Niatilah untuk Menuntut Ilmu Syar'i

Rasulullah ๏ทบ bersabda, โ€œBarangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.โ€
(HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 2436)
Kajian Aqidah

ุจูุณู’ู…ู ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญู’ู…ูŽู€ูฐู†ู ุงู„ุฑูŽู‘ุญููŠู…ู

๐Ÿ“šโ”ƒMateri : Syarah Kitab Riyadush Shalihin. Hadits: https://shamela.ws/
๐ŸŽ™โ”ƒ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi, hafizhahullahu Ta'ala.
๐Ÿ—“โ”ƒ Hari, Tanggal : Jum'at [Sebelum Maghrib], 01 Mei 2026 M / 13 Dzulqa'idah 1447 H
๐Ÿ•Œโ”ƒTempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo


  Daftar Isi:



ูคูค ู€ ุจูŽุงุจู ุชูŽูˆู’ู‚ููŠุฑู ุงู„ู’ุนูู„ูŽู…ูŽุงุกู ูˆูŽุงู„ู’ูƒูุจูŽุงุฑู ูˆูŽุฃูŽู‡ู’ู„ู ุงู„ู’ููŽุถู’ู„ู ูˆูŽุชูŽู‚ู’ุฏููŠู…ูู‡ูู…ู’ ุนูŽู„ูŽู‰ ุบูŽูŠู’ุฑูู‡ูู…ู’ุŒ ูˆูŽุฑูŽูู’ุนู ู…ูŽุฌูŽุงู„ูุณูู‡ูู…ู’ุŒ ูˆูŽุฅูุธู’ู‡ูŽุงุฑู ู…ูŽุฑูŽุงุชูุจูู‡ูู…ู’

Bab 44: Menghormati Para Ulama, Orang Tua, Orang-Orang Terhormat, Mendahulukan Mereka Atas Yang Lainnya, Menjunjung Tinggi Mejelis Mereka, Serta Memperlihatkan Kedudukan Mereka

Hadits No. 8/355: Perintah Mengasihi Anak Kecil dan Menghargai Kehormatan Orang Tua

 ูฃูฅูฅ - ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุนูŽู…ู’ุฑููˆ ุจู’ู†ู ุดูุนูŽูŠู’ุจูุŒ ุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠู’ู‡ูุŒ ุนูŽู†ู’ ุฌูŽุฏูู‘ู‡ู ุฑูŽุถููŽูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนูŽู†ู‡ู… ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ๏ทบ: ((ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ูŽู‘ุง ู…ูŽู†ู’ ู„ูŽู…ู’ ูŠูŽุฑู’ุญูŽู…ู’ ุตูŽุบููŠู’ุฑูŽู†ูŽุงุŒ ูˆูŽูŠูŽุนู’ุฑููู’ ุดูŽุฑูŽููŽ ูƒูŽุจููŠู’ุฑูู†ูŽุง.))
(ุญุฏูŠุซ ุตุญูŠุญ ุฑูˆุงู‡ ุฃุจูˆ ุฏุงูˆุฏ ูˆุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ ูˆู‚ุงู„ ุงู„ุชุฑู…ุฐูŠ: ุญุฏูŠุซ ุญุณู† ุตุญูŠุญ)
ูˆูŽูููŠู’ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู ุฃูŽุจููŠู’ ุฏูŽุงูˆูุฏูŽ: ((ุญูŽู‚ูŽู‘ ูƒูŽุจููŠู’ุฑูู†ูŽุง.))

355. Dari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiyallahu'anhum, bahwa dia berkata: "Rasulullah ๏ทบ bersabda: 'Bukan dari golongan kami orang yang tidak mengasihi anak kecil dan yang tidak menghargai kehormatan orang yang lebih tua di antara kami.'" (Hadits shahih; yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi. Dan at-Tirmidzi mengatakan: "Hadits hasan shahih.")

Dan dalam riwayat Abu Dawud disebutkan: "Hak orang yang lebih tua di antara kami."

๐Ÿ“– Pengesahan Hadits

Hadits shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari dalam kitab al-Adabul Mufrad (354), Abu Dawud (4943), at-Tirmidzi (1920), Ahmad (II/185 dan 207), melalui beberapa jalur darinya yang ia adalah shahih. Masih dalam bab tersebut (diriwayatkan pula) dari Anas bin Malik, Abdullah bin Abbas, Ubadah bin ash-Shamit, Abu Umamah, Watsilah bin al-Asqa, Abu Hurairah, dan Jabir bin Abdillah Radhiyallahu'anhum.

๐Ÿ“—Kosa Kata Hadits

  • At-Tirmidzi Rahimahullah berkata: "Sebagian ulama memaknai sabda Nabi Shallallahu โ€˜alaihi wa sallam "ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ูŽู‘ุง" dengan bukan dari Sunnah kami, dan bukan dari adab kami.

  • Ali bin al-Madini aus menceritakan, Yahya bin Sa'id mengatakan, Sufyan ats-Tsauri mengingkari penafsiran tersebut: "ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ูŽู‘ุง", yakni dia mengemukakan, "ู„ูŽูŠู’ุณูŽ ู…ูู†ู’ ู…ูู„ูŽู‘ุชูู†ูŽุง (bukan termasuk dalam agama kami)."

    Menurut saya; barang siapa yang meyakini halalnya kemaksiatan ini, maka dia tidak termasuk pemeluk agama kami, sedangkan barang siapa melakukannya dengan tidak menghalalkannya maka ini berarti dia tidak menghiasi diri dengan adab Islam. Wallรขhu a'lam.

๐Ÿ’กkandungan Hadits

  1. Disunnahkan untuk mengasihi orang yang lebih muda dan berlemah lembut serta berbuat baik kepada mereka.
  2. Disunnahkan menghormati dan memuliakan orang yang lebih tua.
  3. Masyarakat Islam merupakan bangunan yang kokoh, yang mengasihi anak kecil dan menghormati orang yang lebih tua, karena masing-masing dari keduanya punya kedudukan tersendiri di dalam dinding bangunan tersebut, sedang bangunan ini telah disempurnakan oleh Nabi kita, Muhammad ๏ทบ.

Diharuskan mengetahui hak para ulama dan kemudian menghormati mereka. Dalam hadits Ubadah bin ash-Shamit yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad (V/323) dengan sanad yang hasan terdapat tambahan: "Wa ya'rifu li'รขliminรข (serta mengetahui hak seorang yang pandai di antara kami)."

Imam Asy-Syafiโ€™i Rahimahullah berkata:

ู„ุง ุชุณูƒู†ู† ุจู„ุฏุง ู„ุง ูŠูƒูˆู† ููŠู‡ ุนุงู„ู… ูŠูุชูŠูƒ ุนู† ุฏูŠู†ูƒุŒ ูˆู„ุง ุทุจูŠุจ ูŠู†ุจุฆูƒ ุนู† ุฃู…ุฑ ุจุฏู†ูƒ

โ€œJanganlah sekali-kali engkau tinggal di suatu negeri yang tidak ada di sana ulama yang bisa memberikan fatwa dalam masalah agama, dan juga tidak ada dokter yang memberitahukan mengenai keadaan (kesehatan) badanmu.โ€ [Siyar Aโ€™lam An-Nubala 8/528].

Ali bin Abi Talib Radhiyallahu โ€˜Anhu berkata, โ€œู…ูŽุญูŽุจู‘ูŽุฉู ุงู„ู’ุนูŽุงู„ูู…ู ุฏููŠู†ูŒ ูŠูุฏูŽุงู†ู ุจูู‡ูโ€ (Mencintai seorang alim adalah agama yang wajib kita yakini).

******

Hadits No. ke-9/356: Memperhatikan Manusia Sesuai dengan Kedudukannya

ูฉ/ูฃูฅูฆ. ูˆูŽุนูŽู†ู’ ู…ูŽูŠู’ู…ููˆู†ู ุจู’ู†ู ุฃูŽุจููŠ ุดูŽุจููŠุจู ุฑูŽุญูŽู…ูŽู‡ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฃูŽู†ู‘ูŽ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ู…ูŽุฑู‘ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุณูŽุงุฆูู„ูŒุŒ ููŽุฃูŽุนู’ุทูŽุชู’ู‡ู ูƒูุณู’ุฑูŽุฉู‹ุŒ ูˆูŽู…ุฑู‘ูŽ ุจูู‡ูŽุง ุฑูŽุฌูู„ูŒ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ุซููŠูŽุงุจูŒ ูˆูŽู‡ูŽูŠู’ุฆูŽุฉูŒุŒ ููŽุฃูŽู‚ู’ุนูŽุฏูŽุชู’ู‡ูุŒ ููŽุฃูŽูƒูŽู„ูŽ ููŽู‚ููŠู„ูŽ ู„ูŽู‡ูŽุง ูููŠ ุฐูŽู„ููƒูŽุŸ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽุชู’: ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: ยซ ุฃูŽู†ู’ุฒูู„ููˆุง ุงู„ู†ู‘ูŽุงุณูŽ ู…ูŽู†ูŽุงุฒูู„ูŽู‡ูู…ู’ ยป ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุฃุจููˆ ุฏูŽุงูˆูุฏูŽ. ู„ูŽูƒูู†ู’ ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู…ูŽูŠู’ู…ููˆู†ู ู„ูŽู…ู’ ูŠูุฏู’ุฑููƒู’ ุนูŽุงุฆูุดูŽุฉูŽ.

356. Dari Maimun bin Abi Syabib Radhiyallahuโ€™anhu: Bahwa pernah ada seorang peminta minta melintasi Aisyah Radhiyallahuโ€™anha, lantas Sahabiat ini memberinya sepotong roti. Dan melintas pula seseorang yang berpakaian bagus dan berpenampilan baik, lalu Aisyah mempersilakan orang itu duduk dan makan. Sesudah itu, ada yang menanyakan kepada Aisyah mengenai tindakannya itu, maka Aisyah pun menjawab: โ€œRasulullah ๏ทบ pernah bersabda: โ€œPerlakukan orang-orang sesuai dengan kedudukan mereka.โ€ (HR. Abu Dawud, hanya saja dia mengatakan: โ€œMaimun tidak pernah bertemu langsung dengan Aisyah Radhiyallahuโ€™anha).

Imam Muslim di awal kitab Shahih Muslim menyebutkan hadits ini secara mu'allaq, bahwa dia menceritakan: โ€œDisebutkan dari Aisyah Radhiyallahuโ€™anha, bahwa dia bertutur, โ€œRasulullah ๏ทบ telah memerintahkan kami untuk menempatkan orang orang sesuai dengan kedudukan mereka.โ€

Al Hakim Abu Abdillah di dalam Ma'rifatu Ulumil Hadits berkata: โ€œIa adalah hadits shahih.โ€

๐Ÿ“– Pengesahan Hadits

Hadits ini dha'if. Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud (4842) dengan menyebutkan โ€œillat (cacat) nya yang pertama, yaitu al-inqitha' (keterputusan) antara Maimun dan Aisyah Radhiyallahuโ€™anha. Dalam sanadnya juga ada Habib bin Abi Tsabit, seorang yang dianggap sebagai mudallis (pemalsu), dan dia telah meriwayatkan hadits ini dengan lafazh ุนู† (dari ...).

Imam Muslim juga menyebutkannya dalam pendahuluan kitabnya, Shahih Muslim (I/6), secara mu'allaq, dan syaratnya dalam hadits tersebut tidak seperti syaratnya dalam hadits shahih. Hal itu telah dijelaskan dalam kitab saya yang berjudul an Nukat 'ala Muqaddimati Shahih Muslim.

Al Hakim menyebutkannya di dalam kitab Ma'rifatu Ulumil Hadits, (hlm. 49) secara mu'allaq, dan hadits ini tidak seperti yang dia katakan, di mana di dalamnya terdapat inqitha' dan tadlis.

๐Ÿ“—Kosa Kata Hadits

  • Maka ูƒูุณู’ุฑูŽุฉู‹ : Sepotong roti.
  • Makna ู‡ูŽูŠู’ุฆูŽุฉูŒ : Penampilan yang baik.
  • Makna ู…ูŽู†ูŽุงุฒูู„ูŽู‡ูู…ู’ : Kedudukan mereka.

๐Ÿ’กkandungan Hadits

  1. Perintah untuk memperhatikan tingkatan dan kedudukan manusia, dan memberikan hak kepada masing masing sesuai dengan porsinya. Dengan kata lain, memuliakan orang mulia dan menghormati orang terhormat, serta beri tahukan orang-orang yang memiliki kedudukan tentang ketergelinciran mereka.
  2. Diperbolehkan bersedekah dengan sesuatu yang berjumlah sedikit.

*****

Hadits ke-10/357: Kisah Umar dan Uyainah bin Hisn

ูฃูฅูง. ูˆูŽุนูŽู†ู ุงุจู’ู†ู ุนุจู‘ูŽุงุณู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูŒู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู‚ูŽุฏูู…ูŽ ุนููŠูŽูŠู’ู†ูŽุฉู ุจู’ู†ู ุญูุตู’ู†ูุŒ ููŽู†ูŽุฒูŽู„ูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุงุจู’ู†ู ุฃูŽุฎููŠู‡ู ุงู„ู’ุญูุฑู‘ู ุจู’ู†ู ู‚ูŽูŠู’ุณูุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู†ู‘ูŽููŽุฑู ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ูŠูุฏู’ู†ูŠู‡ูู…ู’ ุนูู…ูŽุฑู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ุงู„ู‚ูุฑู‘ูŽุงุกู ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูŽ ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู ุนูู…ูŽุฑูŽ ูˆูŽู…ูุดูŽุงูˆูŽุฑูŽุชูู‡ูุŒ ูƒูู‡ููˆู„ู‹ุง ูƒูŽุงู†ููˆุง ุฃูŽูˆู’ ุดูุจู‘ูŽุงู†ู‹ุงุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ุนููŠูŽูŠู’ู†ูŽุฉู ู„ูุงุจู’ู†ู ุฃูŽุฎููŠู‡ู: ูŠูŽุง ุงุจู’ู†ูŽ ุฃูŽุฎููŠ ู„ูŽูƒูŽ ูˆูŽุฌู’ู‡ูŒ ุนูู†ู’ุฏูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ุงู„ู’ุฃูŽู…ููŠุฑูุŒ ููŽุงุณู’ุชูŽุฃู’ุฐูู†ู’ ู„ููŠ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ููŽุงุณู’ุชูŽุฃูŽุฐูŽู†ูŽ ู„ูŽู‡ูุŒ ููŽุฃูŽุฐูู†ูŽ ู„ูŽู‡ู ุนูู…ูŽุฑู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ููŽู„ูŽู…ู‘ูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽ: ู‚ูŽุงู„ูŽ ู‡ููŠ ูŠูŽุง ุงุจู’ู†ูŽ ุงู„ู’ุฎูŽุทู‘ูŽุงุจู: ููŽูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ ู…ูŽุง ุชูุนู’ุทููŠู†ูŽุง ุงู„ู’ุฌูŽุฒู’ู„ูŽุŒ ูˆูŽู„ูŽุง ุชูŽุญู’ูƒูู…ู ูููŠู†ูŽุง ุจูุงู„ุนูŽุฏู’ู„ูุŒ ููŽุบูŽุถูุจูŽ ุนูู…ูŽุฑู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ู‡ูŽู…ู‘ูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠููˆู‚ูุนูŽ ุจูู‡ูุŒ ููŽู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูŽู‡ู ุงู„ู’ุญูุฑู‘ู: ูŠูŽุง ุฃูŽู…ููŠุฑูŽ ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽ ุฅูู†ู‘ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ูŽ ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰ ู‚ูŽุงู„ูŽ ู„ูู†ูŽุจููŠู‘ูู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู…ูŽ: { ุฎูุฐู ุงู„ู’ุนูŽูู’ูˆูŽ ูˆูŽุฃู’ู…ูุฑู’ ุจูุงู„ู’ุนูุฑู’ูู ูˆูŽุฃูŽุนู’ุฑูุถู’ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุฌูŽู€ูฐู‡ูู„ููŠู†ูŽ } ูˆูŽุฅู†ู‘ูŽ ู‡ูŽุฐูŽุง ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุฌูŽุงู‡ูู„ููŠู†ูŽ. ูˆูŽุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุฌูŽุงูˆูŽุฒูŽู‡ูŽุง ุนูู…ูŽุฑู ุญููŠู†ูŽ ุชูŽู„ุงูŽู‡ูŽุง ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูุŒ ูˆูŽูƒูŽุงู†ูŽ ูˆูŽู‚ู‘ูŽุงูู‹ุง ุนูู†ู’ุฏูŽ ูƒูุชูŽุงุจู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุชูŽุนูŽุงู„ูŽู‰. ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู„ู’ุจุฎูŽุงุฑููŠู‘ูŽ.

357. Dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma dia berkata, bahwa Uyainah bin Hishn datang dan singgah menemui anak saudaranya yaitu Al-Hurr bin Qais, dan dia termasuk di antara orang yang terdekat dengan Umar radhiyallahu anhu. Ketika itu para ahli pembaca Al-Quran itu dijadikan sahabat dalam majlis Umar serta orang-orang yang diajak bermusyawarah bersamanya, baik orang tua mahupun para pemuda. Uyainah berkata kepada anak saudaranya, โ€œWahai anak saudaraku, kamu ada kedudukan di sisi Amirul Mukminin, lalu mintalah izin untukku agar aku dapat menemuinya.โ€

Lantas Al-Hurr bin Qais meminta izin untuk Uyainah. Tatkala Uyainah sudah menemui Umar dan dia berkata, โ€œWahai Ibnul Khattab, demi Allah, kamu belum memberi pemberian yang banyak kepada kami, dan belum juga engkau berbuat adil di antara kami.โ€ Umar secara spontan marah hingga dia hampir-hampir hendak memukulnya, namun Al-Hurr berkata kepadanya, โ€œWahai Amirul Mukminin, Sesungguhnya Allah Ta'ala berfirman kepada Nabi-Nya, โ€œAmbilah kemaafan dan suruhlah dengan yang baik, dan berpalinglah daripada orang-orang yang jahil.โ€ (QS. Al-A'raf: 7: 199) Dan sesungguhnya ini tergolong dari kalangan orang-orang jahil.โ€ Demi Allah, Umar tidak jadi melakukan hukuman itu ketika Al-Hurr membaca ayat tersebut kepadanya. Umar adalah orang yang selalu memegang teguh kitabullah.โ€

[Shahih Al-Bukhari no. 4642, 7286]

Pengesahan Hadits dan Kandungannya sama dengan hadits #50 bab Sabar.

๐Ÿ“– Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh al-Bukhari (VIII/304-305โ€”Fathul Bari).

๐Ÿ“—Kosa Kata Hadits

  • Makna ุงู„ู†ู‘ูŽููŽุฑู: Sekelompok orang. Yakni beberapa orang yang jumlahnya kurang dari sepuluh.
  • Makna ุงู„ู‚ูุฑู‘ูŽุงุกู: Qari. Maksudnya, para ulama ahli ibadah.
  • Makna ุฃูŽุตู’ุญูŽุงุจูŽ ู…ูŽุฌู’ู„ูุณู ุนูู…ูŽุฑูŽ : Teman duduk Umar. Mereka adalah orang-orang yang selalu menemani Umar bin al-Khathab Radhiyallahu'anhu dalam majelisnya.
  • Makna ูƒูู‡ููˆู„ู‹ุง : Sudah tua. Yakni orang yang berusia di atas 30 tahun.

๐Ÿ’กkandungan Hadits

  1. Kedudukan istimewa disandangkan bagi tiap orang yang menguasai ilmu Al-Qurโ€™an, dan kepada para penghafalnya. Mereka ulama-ulama yang menerapkan hukum-hukumnya, dan mereka tidak mencari nafkah dari membacanya.
  2. Pengarahan terhadap para penguasa supaya menjadikan para ulama sebagai teman dan mitra dalam bermusyawarah.
  3. Pendapat para ulama tidaklah didasarkan pada hawa nafsu, tidak pula demi kepentingan pribadi siapa pun, tetapi untuk memenangkan agama Allah dan Rasul-Nya. Jadi, mereka lebih mencintai kebenaran daripada diri sendiri, orang tua, anak-anak, dan keluarga.
  4. Kecintaan seorang pemimpin kepada para ulama dan penasihatnya dapat diwujudkan dengan mengabulkan permintaan-permintaan mereka, selama tidak terkandung kemaksiatan di dalamnya.
  5. Umar bin al-Khathab Radhiyallahu'anhu adalah orang yang selalu menjalani hidup sesuai batasan-batasan (syariat) Allah, seraya melaksanakan semua perintah-Nya dengan tidak melanggar dan melampaui batas.
  6. Kebijaksanaan para ulama bermanfaat untuk mengingatkan imam (pemimpin).
  7. Disunnahkan bagi pemimpin untuk bersabar dalam menghadapi rakyatnya dan berupaya untuk bisa memenuhi seluruh kepentingan mereka. Tampak jelas sekali kesabaran Amirul Mukminin Umar bin al Khathab Radhiyallahuโ€™anhu dalam hadits di atas.
  8. Pada seruan Uyainah: ู‡ูŠ โ€œHoiโ€ terkandung kecaman.
  9. Ketika Uyainah berseru kepada Umar: โ€œHoi putra al Khathab,โ€ hal ini menunjukkan sikapnya yang tidak sopan. Padahal, seharusnya dia memanggil Umar dengan sebutan: โ€œWahai Amirul Mukminin,โ€ namun orang ini tidak mengetahui bagaimana cara menghormati para pembesar.
  10. Tatkala Umar bin al Khathab dituduh tidak banyak memberi, itulah sebutan bagi orang kikir, dan tatkala dia dituduh tidak bersikap adil dalam memberi keputusan, itulah sebutan bagi orang zhalim. Padahal, kepedulian Umar dalam mengurus kepentingan rakyatnya tampak jelas pada penolakannya untuk memberikan bagian (harta) kepada orang orang yang masih menyandang status muallaf gulubihim (benar benar baru masuk Islam).

Uyainah bin Hishan sendiri termasuk salah seorang muallaf yang diberi bagian ghanimah (harta rampasan) dari Perang Hunain oleh Rasulullah ๏ทบ. Namun seiring dengan keadaan Islam yang terus berkembang hingga akhirnya tegak, Umar melihat alasan pemberian Rasulullah ๏ทบ kepada para muallaf tersebut tidak relevan lagi, maka dia pun menghentikannya. Oleh sebab itulah, Uyainah bin Hishan marah dan menyebut Umar bin al Khathab sebagai seorang yang kikir dan zhalim.

  1. Dalam hadits Ibnu Abbas Radhiyallahuโ€™anhuma ini tidak terdapat hujjah bagi orang yang membolehkan penguasa menutup diri dari rakyatnya. Umar bin al Khathab Radhiyallahuโ€™anhu tidak pernah menutup diri dari kaum Muslimin kecuali pada waktu sedang menyendiri ataupun saat beristirahat. Adapun maksud al-Hurr bin Qais ketika memintakan izin adalah supaya Uyainah bin Hishan Radhiyallahuโ€™anhu dapat berhadapan langsung dengan Amirul Mukminin.

*****

 Hadits No. 11/358: Rasulullah ๏ทบ tidak Mencegah Anak Muda Berbicara kecuali Ada Orang yang Lebih Tua

 ูฃูฅูจ. ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุฃูŽุจููŠ ุณูŽุนููŠุฏู ุณูŽู…ูุฑูŽุฉูŽ ุจู†ู ุฌูู†ู’ุฏูŽุจู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ู„ูŽู‚ูŽุฏู’ ูƒูู†ู’ุชู ุนูŽู„ูŽู‰ ุนูŽู‡ู’ุฏู ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุตูŽู„ู‘ูŽู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ู‘ูŽู… ุบูู„ุงู…ูŽูŽุงุŒ ููŽูƒูู†ู’ุชู ุฃูŽุญููŽุธู ุนูŽู†ู’ู‡ูุŒ ููŽู…ูŽุง ูŠูŽู…ู’ู†ูŽุนูู†ููŠ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ู‚ูŽูˆู’ู„ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุฃูŽู†ู‘ูŽ ู‡ูŽู‡ูู†ูŽุง ุฑูุฌูŽุงู„ุงู‹ ู‡ูู…ู’ ุฃูŽุณูŽู†ู‘ู ู…ูู†ู‘ูููŠ. ู…ูุชู‘ูŽููŽู‚ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู.

358. Dari Abu Sa'id Samurah bin Jundub radhiyallahu anhu dia berkata, โ€œPada masa Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, aku masih muda. Aku selalu hafal apa yang datang daripada Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam. Rasulullah tidak mencegahku berbicara, kecuali jika di sana ada orang yang lebih tua daripadaku.โ€

[Shahih Al-Bukhari no. 1331, 1332 dan Muslim no. 964]

๐Ÿ“– Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari (1/429โ€”Fathul Bari) dan Muslim (964) (88).

๐Ÿ’กkandungan Hadits

  1. Dimakruhkan menyampaikan Sunnah apabila di tempat yang sama terdapat orang yang lebih ahli di bidang tersebut, karena kelebihan ilmu syariat yang dimilikinya, atau hafalannya yang lebih banyak, atau usianya yang lebih tua.
  2. Dibolehkan bagi anak-anak menghadiri majelis-majelis orang dewasa dan juga majelis-majelis ilmu.
  3. Anak muda mengemban ilmu pada waktu kecilnya.
  4. Keharusan memuliakan dan menghormati orang yang lebih tua.
  5. Adanya pengetahuan para Sahabat Rasulullah ๏ทบ terhadap kemuliaan orang-orang tua di antara mereka. Dan mereka mengetahui bahwa mereka senantiasa baik selama mendapatkan ilmu dari orang-orang yang sudah tua di antara mereka.

*****

 Hadits No. 12/359: Balasan bagi Yang Menghormati yang Lebih Tua

 ูฃูฅูฉ. ูˆูŽุนูŽู†ู’ ุงู”ูŽู†ูŽุณูู ุฑูŽุถููŠูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู†ู’ู‡ู ู‚ูŽุงู„ูŽ: ููŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ: ยซ ู…ูŽุง ุงู”ูŽูƒู’ุฑูŽู…ูŽ ุดูŽุงุจู‘ู ุดูŽูŠู’ุฌู‹ุง ู„ูุณู†ู‘ูู‡ู ุงู•ูู„ุงู‘ูŽ ู‚ูŽูŠู‘ูŽุถูŽ ุงู„ู„ู‡ู ู„ูŽู‡ู ู…ูŽู†ู’ ูŠููƒู’ุฑู ู…ูู‡ู ุนูู†ู’ุฏูŽ ุณูู†ู‘ูŽูู‡ู ยป ุฑูŽูˆูŽุงู‡ู ุงู„ุชู‘ููุฑู’ ู…ูŽุฐููŠู‘ู ูˆูŽู‚ูŽุงู„ูŽ: ุญูŽุฏููŠุซู ุบูŽุฑููŠุจูŒ.

359. Dari Anas radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda, โ€œTidaklah orang muda menghormati orang yang lebih tua karena umurnya melainkan Allah akan menjadikan untuknya orang yang menghormatinya karena umurnya (di masa tuanya).โ€

[HR. At-Tirmidzi no. 2022 dinilai Dhaif oleh Syaikh Al-Albani dalam Ad-Da'ifah no. 304]

๐Ÿ“– Pengesahan Hadits

Hadits ini dha'if, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (2022). At-Tirmidzi mendha'ifkan hadits ini melalui ungkapannya bahwa hadits tersebut gharib, dan derajat hadits ini sebagaimana yang dikatakannya. Di dalam hadits tersebut terdapat perawi bernama Yazid bin Bayan al-Mu'allim al-Ugaili yang telah dilemahkan oleh ad-Daraquthni. Adapun al-Bukhari mengatakan: โ€œOrang ini perlu diteliti.โ€ Gurunya adalah Abu Rihal. Abu Hatim mengatakan: โ€œHadits ini tidak kuat dan termasuk hadits munkar.โ€ Lebih lanjut, al-Bukhari Rahimahullah mengungkapkan: โ€œOrang ini mempunyai riwayat-riwayat yang janggal.โ€

๐Ÿ“—Kosa Kata Hadits

  • Makna ู‚ูŽูŠู‘ูŽุถูŽ : Dia menetapkan.

๐Ÿ’กkandungan Hadits

  1. Dianjurkan agar memuliakan kaum Muslimin yang sudah tua karena usia mereka.
  2. Balasan itu sesuai dengan jenis perbuatan, maka sebagaimana engkau berbuat seperti itu pula engkau diberi balasan.
  3. Kebaikan hamba tidak akan hilang di sisi Allah ๏ทป.

โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ขโ€โโœฟโโ€โ€ขโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ”ˆโ€ข

ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ูู…ูŽู‘ ุฅูู†ูู‘ูŠ ุฃูŽุนููˆุฐู ุจููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุฃูุดู’ุฑููƒูŽ ุจููƒูŽ ูˆูŽุฃูŽู†ูŽุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽุณู’ุชูŽุบู’ููุฑููƒูŽ ู„ูู…ูŽุง ู„ุง ุฃูŽุนู’ู„ูŽู…ู

โ€œYa Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahuiโ€.

ูˆุจุงู„ู„ู‡ ุงู„ุชูˆููŠู‚ ูˆุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ู‰ ู†ุจูŠู†ุง ู…ุญู…ุฏ ูˆุนู„ู‰ ุขู„ู‡ ูˆุตุญุจู‡ ูˆุณู„ู