Niatilah untuk Menuntut Ilmu Syar'i

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.”
(HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 2436)
Kajian Aqidah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ

📚┃Materi : Syarah Kitab Riyadush Shalihin. 
🎙┃ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi, hafizhahullahu Ta'ala.
🗓┃ Hari, Tanggal : Jum'at [Sebelum Maghrib], 19 Juni 2026 M / 5 Muharram 1448 H
🕌┃Tempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo


  Daftar Isi:



٤٦ ـ بَابُ فَضْلَ الْحُبِّ فِي اللهِ وَالْحَثِّ عَلَيْهِ ، وَإعْلَاَمَ الرَّجُلِ مَن يُحِبُّهُ أَنّهُ يُحِبُّهُ ، ومَاذَا يَقُولُ لَه إِذَا أعْلَمُ

Bab 46: Keutamaan dan Anjuran Cinta karena Allah, Ucapan Cinta kepada Orang yang Dicintai, dan Jawaban kepada Orang yang Mengucapkannya

Hadits No. 2/376: 7 Golongan Orang yang Mendapat Naungan pada Hari Kiamat

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: اَلْإِمَامُ الْعَادِلُ، وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ ، وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللهِ اِجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، وَرَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فَقَالَ : إِنِّيْ أَخَافُ اللهَ ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ فَأَخْفَاهَا حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِيْنُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allâh dalam naungan-Nya pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: (1) Imam yang adil, (2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh, (3) seorang yang hatinya bergantung ke masjid, (4) dua orang yang saling mencintai di jalan Allâh, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya, (5) seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allâh.’ Dan (6) seseorang yang bershadaqah dengan satu shadaqah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya, serta (7) seseorang yang berdzikir kepada Allâh dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.”

HR. Al-Bukhari (no. 660, 1423, 6479, 6806) dan Muslim (no. 1031 (91)).

📖 Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari (II/143-Fathul Bâri), dan Muslim (1031).

📗Kosa Kata Hadits

  • سَبْعَةٌ : Tujuh golongan dari umat manusia. Ketahuilah, hadits ini hanya memfokuskan penyebutan tujuh golongan, padahal kriteria yang berhak mendapat naungan lebih dari batasan jumlah tersebut. Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah telah menguraikan hal itu secara tersendiri dalam satu bagian yang diberi judul: Ma'rifatu al-Khishal al-Mujibah lidhilal, juga karya as-Sakhawi yang berjudul: al-Khishal al-Mujibah lizhilal, dalam rangka menjelaskan posisi diri mereka beserta tingkat urgensitas amal yang mereka kerjakan.

  • يُظِلُّهُمُ اللهُ فِيْ ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ : Mereka dinaungi di bawah naungan-Nya, sebagaimana disebutkan dalam hadits Salman, yang ada pada musnad Sa'id bin Manshur dengan sanad yang dinilai berderajat hasan oleh al Hafizh Ibnu Hajar. Adapun penisbatannya kepada Allah sebagai penisbatan kemuliaan.

  •  اَلْإِمَامُ : Imam. Maksudnya pemegang kekuasaan yang agung, dan ini termasuk orang-orang (wakil penguasa) yang mengurusi sedikit dari kebutuhan kaum Muslimin.

  • الْعَادِلُ : Adil. Maksudnya adalah yang mengikuti perintah Allah dan meletakkan segala sesuatu pada tempatnya, tanpa berlebih-lebihan dan tidak juga kurang.

  • مُعَلَّقٌ فِي الْـمَسَاجِدِ : Artinya, dipertautkan dengan masjid. Ungkapan ini menunjukkan kecintaan yang besar kepada tempat tempat berdzikir dan shalat, seakan-akan hati hamba bagaikan pelita yang tergantung di atap masjid, yang tidak akan keluar darinya sehingga/sampai dia kembali kepadanya.

  • تَفَرَّقَا عَلَيْهِ : Tubuh dan badan keduanya berpisah karena perjalanan jauh atau karena kematian, namun arwah keduanya tetap berkumpul di atas manhaj Allah.

  • دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍSeorang yang dibujuk oleh wanita yang cantik dan rupawan. Maknanya, seorang perempuan mengajaknya melakukan perbuatan keji/zina.

  •  فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ : Kedua matanya berlinang. Maksudnya keluar air mata dari matanya.

💡kandungan Hadits

  1. Keutamaan seorang imam yang adil yang menerapkan syariat Islam dan memimpin hamba hamba Allah. Oleh karena itu, dia lebih awal disebutkan karena keumuman manfaatnya. Ya Allah, perbaikilah para pemimpin kaum Muslimin.
  2. Keutamaan pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Rabbnya, karena dia cenderung tidak mau mendekati kemaksiatan dan tidak juga mengerjakan perbuatan keji.
  3. Kewajiban mendidik generasi muda untuk selalu mentaati Allah ﷻ dan mengesakan-Nya.
  4. Keutamaan orang yang aktif mendatangi masjid sementara hatinya tetap terkait padanya, sehingga setiap keluar darinya dia akan selalu ingin segera kembali kepadanya sebab cinta untuk berdzikir kepada Allah serta jiwanya yang terus menantikan saat-saat dikerjakan shalat berjamaah di masjid tersebut.
  5. Cinta hamba itu harus karena Allah dan untuk Allah, bukan karena sesuatu hal yang sifatnya tidak abadi atau suatu perhiasan dunia yang akan hilang.
  6. Keutamaan menjaga kesucian diri dan menjauhkan diri dari segala perbuatan keji karena takut kepada Allah, meskipun banyak faktor pendorongnya yang menggiurkan.
  7. Keutamaan sikap selalu merasa diawasi oleh Allah ﷻ dan rasa takut kepada-Nya dalam keadaan sembunyi-sembunyi.
  8. Keutamaan menangis karena takut kepada Allah.
  9. Keutamaan bersedekah secara diam-diam (sembunyi-sembunyi) yang jauh dari riya dan menyakiti orang lain.

Beberapa Peringatan

  1. Ibnu Hajar berkata dalam Fathul Bari: “Penyebutan ar-Rijal (laki-laki) di sini tidak boleh dipahami terbatas, tetapi ia mencakup juga wanita., Kecuali jika maksud imam (pemimpin) yang adil itu adalah imamah (kepemimpinan) yang agung, adapun jika tidak maka dimungkinkan masuknya kaum Hawa, sebab dia pun mempunyai keluarga sehingga mungkin berbuat adil walau tidak termasuk ke dalam kategori orang yang aktif datang ke masjid, karena shalat wanita di rumah lebih baik daripada di masjid. Dan selain itu, maka semua kriteria dalam hadits tersebut melibatkan kaum wanita. Bahkan laki-laki yang diajak oleh wanita untuk berbuat keji, hal yang sama berlaku jika wanita diajak seorang raja yang tampan—misalnya—untuk berbuat keji, lalu dia menolak karena takut kepada Allah padahal amat membutuhkannya. Atau seorang pemuda yang ditawari seorang raja untuk dinikahkan dengan putrinya, tetapi dia takut akan perbuatan keji hingga menolak hal tersebut padahal dia sangat menginginkannya.”
  2. Sabda Rasulullah ﷺ: “Dan dua orang yang saling mencintai karena Allah ...,” dikategorikan sebagai satu kriteria meskipun pelakunya dua orang, karena cinta tidak terwujud tanpa keberadaan dua pihak. Atau karena dua orang yang mencinta itu memiliki satu pengertian, ' sehingga pengkategorian salah satu dari keduanya cukup, tidak perlu yang lainnya, karena tujuannya pengkategorian kriteria dan bukan pengkategorian semua orang yang disifati dengan sifat sifat itu.
  3. Di sini ada peringatan lain, bahwa engkau akan mendapati di antara golongan-golongan dalam hadits tersebut satu hal tambahan pada eksistensi ibadah, yaitu pengendalian diri agar selalu mentaati Allah sekaligus penahanan dan pengekangan hawa nafsu dari kemaksiatan, padahal setiap orang punya sarana dan dorongan untuk berbuat ini. Yang demikian menekankan bahwa pahala itu sesuai dengan tingkat kesulitan. Maka kita memohon semoga Allah menolong kita agar bisa senantiasa mentaati, berdzikir, bersyukur, serta beramal shalih.

******

Hadits No. ke-3/377: Allah Menaungi Orang-orang yang Mencintai Karena-Nya

٣/٣٧٧ ــ وعنه قال: قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: «إنّ الله تعالىٰ يقولُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ: أَيْنَ المُتَحَابُّونَ بِجَلالي؟ الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ في ظِلِّي يَوْمَ لاَ ظِلَّ إلاّ ظِلِّي». رواه مسلم.

3/377- Juga dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya Allah -Ta'ālā- berfirman pada hari Kiamat, 'Di manakah orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Hari ini Aku menaungi mereka dalam naungan-Ku ketika tidak ada naungan selain naungan-Ku'." (HR. Muslim)

📖 Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim (2566).

📗Kosa Kata Hadits

  • Maka  بِجَلالي : Karena Keagungan-Ku

💡kandungan Hadits

  1. Keutamaan cinta karena Allah ﷻ.
  2. Memberi motivasi kepada setiap orang yang berbuat baik dengan tujuan mencari keridhaan Allah ﷻ, agar dia bertambah semangat untuk mengerjakannya.
  3. Penetapan sifat kalam bagi Allah, dan bahwasanya Allah, Rabb kita, berbicara kepada siapa pun kapan saja Dia menghendakinya, dengan suara dan huruf.

*****

Hadits ke-4/378: Agar Saling Mencintai

٤/٣٧٨ ــ وعنه قال: قال رسولُ الله صلى الله عليه وسلم: «وَالَّذِي نَفْسي بِيَدِهِ لا تَدْخُلُوا الجَنَّةَ حَتَّىٰ تُؤْمِنُوا، وَلا تُؤْمِنُوا حَتَّىٰ تَحَابُّوا، أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلىٰ شَيْءٍ إذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ؟ أَفْشُوا السَّلامَ بَينكم». رواه مسلم.

4/378- Masih dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Demi Allah yang jiwaku berada di Tangan-Nya! Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu, jika kalian melakukannya maka kalian akan saling mencintai? Sebarkanlah salam di antara kalian!" (HR. Muslim)

📖 Pengesahan Hadits

Hadits ini diriwayatkan oleh  Muslim (54).

💡kandungan Hadits

  1. Masuk Surga tidak akan terwujud kecuali dengan keimanan.
  2. Iman tidak akan sempurna dan lengkap sehingga seorang Muslim mencintai suatu kebaikan untuk saudaranya seperti dia mencintai kebaikan itu untuk dirinya sendiri.
  3. Menyebarluaskan salam termasuk sebab terbesar bagi terwujudnya kesatuan umat Islam. Maka itu hendaklah mengucapkan salam, baik kepada orang yang engkau kenal maupun yang tidak engkau kenal.
  4. Salam hanya diucapkan kepada orang Muslim. Hal ini berdasarkan batasan pada sabda Rasulullah di atas: "Di antara kalian."
  5. Keinginan keras syariat Islam untuk menyatukan suatu masyarakat dan mengokohkannya dalam struktur bangunan.
  6. Bimbingan orang yang berilmu kepada teman duduknya serta para sahabatnya kepada hal-hal yang bermanfaat bagi mereka, dan ini bisa memasukkan mereka ke dalam Surga.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم