بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَـٰنِ الرَّحِيمِ
📚┃Materi : Syarah Kitab Riyadush Shalihin Bab-51
🎙┃ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi, hafizhahullahu Ta'ala.
🗓┃ Hari, Tanggal : Jum'at [Sebelum Maghrib], 04 September 2026 M / 22 Rabi’ul Awal 1448 H
🕌┃Tempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo
[Bab-51 : Roja' (Mengharap)] ٥١ - بَابُ الرَّجَاءِ
📖 Hadits ke-413: Ahli Tauhid Pasti Masuk Surga
وَعَنْ أَبِي ذَرٍّ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قالَ: قَالَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ، فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا أَوْ أَزْيْدُ، وَمَنْ جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ، فَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا أَوْ أَغْفِرُ. وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّي شِبْرًا، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ ذِرَاعًا، وَمَنْ تَقَرَّبَ مِنِّي ذرَاعًا، تَقَرَّبْتُ مِنْهُ باعًا، وَمَنْ أَتَانِي يَمْشِي، أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً، وَمَنْ لَقِيَنِي بِقُرَابِ الْأَرْضِ خَطِيئَةً لَا يُشْرِكُ بِي شَيْئًا، لَقِيتُهُ بِمِثْلِهَا مَغْفِرَةً » رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Daripada Abu Zarr radhiyallahu anhu dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Allah Ta'ala berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan satu kebaikan, dia akan dibalas dengan sepuluh kali ganda atau lebih, dan barangsiapa yang mengerjakan satu kejahatan, dia akan dibalas dengan satu kejahatan atau Aku akan mengampuninya. Barangsiapa yang hampir kepada-Ku sejengkal, maka Aku hampir kepadanya sehasta. Barangsiapa yang hampir kepada-Ku sehasta, maka Aku hampir kepadanya sedepa. Barangsiapa yang datangi kepada-Ku dengan berjalan, nescaya Aku datang kepadanya dengan berlari. Dan barangsiapa yang berjumpa kepada-Ku dengan membawa dosa sebanyak isi bumi, sedangkan dia tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu pun, maka Aku akan menerimanya dengan keampunan sebanyak isi bumi juga.”
[Shahih Muslim no. 2687]
📃 Kosa Kata Hadits
- Kata الباع: Satu depa.
💡 Kandungan Hadits
- Mengharapkan ampunan dan rahmat Allah serta tidak berputus asa dari ampunan-Nya. Paling sedikit pelipatgandaan balasan kebaikan mencapai sepuluh kali lipatnya. Dan Allah melipatgandakan kepada siapa saja yang Dia kehendaki.
- Hadits ini termasuk di antara hadits yang membahas sifat-sifat ilahi. Di dalamnya terdapat ketetapan mengenai kedatangan Allah ﷻ kepada hamba-Nya.
- Kita mengakui hal tersebut sebagaimana adanya, maka kita tidak meniadakan atau menakwilkannya (mengubah maknanya), ataupun menyerupakannya dengan sifat-sifit makhluk.
- Kita juga tidak memaksakan diri untuk membahasnya terlalu jauh sehingga kita mengatakan: “Bahwa kedatangan Allah itu dengan cara berpindah. Apakah pada saat itu Dia meninggalkan Arsy.” Dan ketahuilah bahwa usaha untuk mengetahui hal tersebut termasuk dalam Bab “Penguasaan Ilmu tentang Allah”, dan hal itu merupakan suatu hal yang mustahil baik menurut syariat maupun akal. Semoga Allah memberi rahmat kepada orang yang berpegang teguh kepada atsar dan berjalan pada manhaj kaum Salaf.
*****
Hadits no. 414: Ahli Tauhid Pasti Masuk Surga dan Kafir Pasti Masuk Neraka
وَعَنْ جَابَرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، مَا الْمُوجِبَتَانِ؟ فَقَالَ: « مَنْ مَاتَ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ مَاتَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا، دَخَلَ النَّارَ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ.
Daripada Jabir radhiyallahu anhu dia berkata, bahwa seorang Arab Badwi datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan bertanya, “Wahai Rasulullah, Apakah dua hal yang sudah pasti itu?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Barangsiapa meninggal dunia sedangkan dia tidak menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka dia masuk surga. Dan barangsiapa yang meninggal dunia sedangkan dia menyekutukan Allah dengan sesuatu, maka dia masuk neraka.”
[Shahih Muslim no. 93]
📃 Kosa Kata Hadits
- Kata أَعْرَابِيٌّ : Orang Arab Badui, yaitu yang menetap di gurun-gurun.
- Kata الْمُوجِبَتَانِ : Dua hal yang pasti, suatu hal memastikan seseorang masuk surga dan satu hal lagi memastikan masuk neraka.
💡 Kandungan Hadits
Ahlussunnah wal Jama'ah bersepakat bahwa orang yang berbuat dosa atau maksiat tidak akan kekal di dalam neraka, yakni selama dia meninggal dunia dalam keadaan beriman. Sedangkan orang kafir pasti akan kekal di dalamnya.
*****
Hadits no. 415: Orang orang yang bertauhid tidak akan kekal di Neraka Jahannam
وَعَنْ أَنسٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمُعَاذٌ رَدِيفُهُ عَلَى الرَّحْلِ قَالَ: « يَا مُعَاذُ » قَالَ : لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ، قَالَ: « يَا مُعَاذُ » قَالَ: لَبَّيْكَ يَارَسُولَ اللَّهِ وَسَعْديْكَ. قَالَ: « يَا مُعَاذُ » قَالَ: لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَسَعْدَيْكَ ثَلاَثًا، قَالَ: « مَا مِنْ عَبْدٍ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ صِدْقًا مِنْ قَلْبِهِ إِلاَّ حَرَّمَهُ اللَّهُ عَلَى النَّارِ » قَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ أُخْبِرُ بِهَا النَّاسَ فَيَسْتَبْشِرُوا؟ قَالَ: « إِذًانْ يَّتَّكِلُوا » فَأَخْبَرَ بِهَا مُعَاذٌ عِنْدَ مَوْتِهِ تَأَثُّمًا. مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ.
Dari Anas radhiyallahu anhu dia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Muaz radhiyallahu anhu sama-sama berada di atas kenderaan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil, “Wahai Muaz!” Muaz menjawab, “Wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memanggil kembali, “Wahai Muaz!” Muaz menjawab, “Wahai Rasulullah, aku penuhi panggilanmu.” Perkara ini berulang sampai tiga kali. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas bersabda,
“Tidaklah seseorang bersaksi bahawa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah Rasulullah, tulus dari dalam hatinya, kecuali Allah akan mengharamkan baginya neraka.”
Lalu Muaz bertanya, “Apakah boleh aku memberitahu hal itu kepada orang lain, sehingga mereka bergembira dengannya?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Nanti mereka akan menjadi malas.” (untuk beramal)
Lalu Muaz menyampaikan hadits itu ketika dia akan meninggal dunia kerana takut akan dosa.”
[Shahih Al-Bukhari no. 128. Muslim no. 32. Ahmad 5/230]
📃 Kosa Kata Hadits
- Kata رَدِيْفُهُ: Membonceng kepada beliau. Maksudnya, Mu'adz menaiki binatang tunggangan di belakang Rasulullah.
- Kata لَبَّيْكَ: Aku memenuhi panggilanmu dengan memberikan jawaban setelah jawaban.
- Kata وَسَعْدَيْكَ : Aku taat kepadamu dengan memberikan bantuan demi bantuan dalam mentaatimu.
- Kata يَتَكِلُ: Berpangku tangan atau pasrah. Maksudnya adalah mereka akan menjadikan sabda Rasulullah kepada Mu'adz sebagai pedoman, dan mereka tidak mau beramal.
💡 Kandungan Hadits
- Diperbolehkan untuk membonceng di atas binatang tunggangan. Al Hafizh Ibnu Mandah Rahimahullah mengumpulkan orang-orang yang pernah dibonceng oleh Nabi ﷺ dalam satu buku tersendiri.
- Penjelasan tentang kedudukan Mu'adz Radhiyallahu’anhu di sisi Rasulullah ﷺ dan kecintaan beliau kepadanya (Mu'adz).
- Diperbolehkan tidak membicarakan hal-hal yang tidak dijangkau atau tidak dipahami oleh akal lawan bicara, karena dikhawatirkan orang tersebut akan terjerumus dalam larangan, atau meninggalkan amalan yang lebih baik.
- Tidak diperbolehkan menyembunyikan ilmu karena dikhawatirkan akan hilang, akan tetapi (sampaikanlah ia) dengan syarat-syarat yang sudah diketahui.
- Diperbolehkan bagi seseorang untuk mengambil sikap yang lebih selamat bagi dirinya, sebagaimana dilakukan oleh Mu'adz bin Jabal, meskipun akhirnya dia membicarakan hal tersebut karena takut terperangkap dalam dosa penyembunyian ilmu.
- Diperbolehkan bertanya mengenai hal hal yang masih diragukan di dalam diri sang penanya.
- Di antara hak kalimat: “laa ilaaha illallah Muhammad Rasulullah” adalah pengucapnya harus benar benar jujur, tidak boleh ragu-ragu, dan tidak boleh juga munafik.
- Orang orang yang bertauhid tidak akan kekal di Neraka Jahannam. Mereka akan memasuki Neraka disebabkan dosa-dosa pribadi, tetapi akan dikeluarkan lagi darinya setelah mereka benar benar suci.
Poster

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ
“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم