Niatilah untuk Menuntut Ilmu Syar'i

Rasulullah ﷺ bersabda, “Barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkan dia dalam urusan agamanya.”
(HR. Bukhari no. 71 dan Muslim no. 2436)
Kajian Aqidah

ʙɪꜱᴍɪʟʟᴀʜ

📚┃Materi :Syarah Kitab Riyadush Shalihin Bab 51. 
🎙┃ Pemateri : Ustadz Abu Nafi' Sukadi hafizhahullahu.
🗓┃ Hari, Tanggal : Jum'at [Sebelum Maghrib], 25 September 2026 M / 14 Rabi’ul Akhir 1448 H
🕌┃Tempat : Masjid AL-Qomar - Jl. Slamet Riyadi no. 414 A, Purwosari Solo
📖| Daftar Isi:



Hadits ke-422: Allahﷻ Menjadikan Manusia sebagai Makhluk Pendosa agar Memohon Ampun

وَعَنْهُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّه صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ لَمْ تُذنِبُوا لَذَهَبَ اللَّهُ بِكُمْ، وَجَاءَ بِقَوْمٍ يُذْنِبُونَ، فَيَسْتَغْفِرُونَ اللَّهَ تَعَالَى، فَيَغْفِرُ لَهُمْ رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Demi zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, seandainya kamu semua tidak berdosa, Allah pasti akan memusnahkan kamu semua dan mendatangkan kaum yang berdosa kemudian mereka memohon ampunan kepada Allah, maka Allah pun akan mengampuni dosa mereka.”

[Shahih Muslim no. 2749]

Hadits ini menjelaskan karunia Allah berupa ampunan. Tanpanya kita sebagai manusia akan binasa. Ibnu Abbas Radhiyallahu'anhuma, salah satu sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam
mengatakan,

وإن للسيئة سواداً في الوجه ، وظلمةً في القلب ، ووهناً في البدن , ونقصاً في الرزق ، وبغضة في قلوب الخلق

“Maksiat itu berdampak menghitamnya wajah, kegelapan hati, kelemahan badan, berkurangnya rezki dan rasa tidak suka di hati manusia yang sholih.” (Ibnul Qoyyim dalam kitabnya Ad-Da’ wad Dawa’ hal 135, Dar Alam al-Fawaid)

💡 Kandungan Hadits

  1. Penjelasan tentang karunia Allah yang dilimpahkan kepada para hamba-Nya berupa pemberian maaf dan ampunan.
  2. Setiap anak Adam itu pasti melakukan kesalahan. Oleh sebab itulah, hendaklah setiap hamba segera memohon ampunan dan bertaubat. 
  3. Di antara hikmah taklif adalah munculnya nama-nama Allah yang mengandung sifat santun, memberikan maaf serta ampunan serta penghapusan-Nya (terhadap dosa para hamba-Nya), juga maaf-Nya terhadap hamba-hamba-Nya, maka pembebasan (dari dosa) kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Dari sini tampak jelas hikmah Allah dalam penciptaan  berbagai hal yang Dia benci yang mengakibatkan munculnya berbagai pengaruh dari nama-nama ini, misalnya penciptaan Iblis. Jika tidak demikian tentu tidak akan berfungsi berbagai hikmah dan manfaat tersebut.
  4. Di dalam hadits tersebut tidak terdapat anjuran untuk melakukan kemaksiatan berulang kali, akan tetapi semata-mata mengungkapkan kabar gembira tentang pemberian ampunan dan penghapusan dosa karena tingginya rasa takut di dalam jiwa para Sahabat Rasulullah . Di mana mereka berlarian ke gunung-gunung dan hidup menyendiri serta menghindari berbagai kenikmatan semu karena tingginya rasa takut mereka. Sehingga kabar gembira tersebut dapat memberikan ketenangan dan harapan akan pemberian maaf dan ampunan Allah.

*****

Hadits ke-423: Allah Menciptakan Makhluk yang Melakukan Dosa

وَعَنْ أَبِي أَيُّوبَ خَالِدِ بْنِ زَيْدٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: « لَوْلاَ أَنَّكُمْ تُذْنِبُونَ، لَخَلَقَ اللَّهُ خَلْقًا يُذْنِبُونَ، فَيَسْتَغْفِرُونَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Ayyub Khalid bin Zaid radhiyallahu anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seandainya kamu semua tidak melakukan dosa, Allah pasti menciptakan makhluk lain yang melakukan dosa. Kemudian mereka memohon ampunan, Allah mengampuni dosa mereka.”

[Shahih Muslim no. 2748]

*****

Hadits ke-424: Iman yang Benar Dapat Memasukan ke Surga

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: كُنَّا قُعُودًا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، مَعَنَا أَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهٌمَا فِي نَفَرٍ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ بَيْنِ أَظْهُرِنَا، فَأَبْطَأَ عَلَيْنَا، فَخَشِيْنَا أَنْ يُقْتَطَعَ دُونَنَا، فَفَزِعْنَا، فَقُمْنَا، فَكُنْتُ أَوَّلَ مَنْ فَزِعَ، فَخَرَجْتُ أَبْتَغِي رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، حَتَّى أَتَيْتُ حَائِطًا لِلأَنْصَارِ وَذَكَرَ الْحَدِيثَ بِطُولِهِ إِلَى قَوْلِهِ: فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: « اِذْهَبْ فَمَنْ لَقِيتَ وَرَاءَ هَذَا الْحَائِطِ يَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إلاَّ اللَّهُ، مُسْتَيقِنًا بِهَا قَلَبُهُ فَبَشِّرْهُ بِالْجَنَّةِ » رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dia berkata, “Kami pernah duduk mengelilingi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam sebuah kumpulan, dan bersama Abu Bakar dan Umar. Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beranjak pergi dari sekeliling kami dan terlambat untuk kembali hingga kami kuatir kalau Rasulullah tertangkap oleh musuh atau ditimpa musibah. Kami semua sangat risau, dan aku adalah orang yang pertama kali kuatir dengan keadaan Rasulullah. Maka aku pun berdiri dan keluar untuk mencari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga sampai pada sebuah kebun milik kaum Ansar dan Bani Najjar.” Seterusnya dia bercerita panjang lebar, menyampaikan ucapannya, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Pergilah, dan siapa pun yang kamu temui di sebalik kebun ini, dia bersaksi bahawa tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan dia mengukuhkan keyakinan ini dalam hatinya, maka berilah khabar gembira kepadanya dengan surga.”

[Shahih Muslim no. 31]

💡 Kandungan Hadits

  1. Tingginya rasa cinta para Sahabat , kepada Nabi Muhammad ﷺ dan keseriusan mereka untuk menjaga keselamatan beliau dari segala hal yang tidak dikehendaki.
  2. Iman yang benar dapat memasukkan seorang hamba ke Surga, baik dia dimasukkan sejak awal dengan sebab ampunan Allah ﷻ maupun setelah masuk Neraka.
  3. Disyariatkan menyampaikan berita gembira.

*****

Hadits ke-425: Besarnya Kasih Sayang Nabi Kepada Umatnya dan Kedudukannya di Sisi Allah

وَعَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَلاَ قَوَلَ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي إِبْرَاهِيمَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثيرًا مِنَ النَّاسِ فَمَن تَبِعَنِي فَإِنَّهُ مِنِّي} [ إبراهيم: ٣٦]، وَقَوْلَ عِيسَى صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ} [ المائدة: ١١٨ ]، فَرَفَعَ يَدَيْهِ وَقَالَ « اَللَّهُمَّ أُمَّتِي أُمَّتِي » وَبَكَى، فَقَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: « يَا جِبْرِيلُ اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ، فَسَلْهُ مَا يُبكِيهِ؟ » فَأَتَاهُ جِبْرِيلُ فَأَخْبَرَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمَا قَالَ: وَهُو أَعْلَمُ، فَقَالَ اللَّهُ تَعَالَى: { يَا جِبْرِ يلُ اذْهَبْ إِلَى مُحَمَّدٍ فَقُلْ: إِنَّا سَنُرضِيكَ فِي أُمَّتِكَ وَلَا نَسُوؤُكَ } رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Daripada Abdullah bin Amr bin Ash radhiyallahu anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah Ta'ala yang menceritakan tentang Nabi Ibrahim 'alaihissalam, “Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu menyesatkan sebagian besar manusia, maka barangsiapa yang mengikuti aku, maka sesungguhnya ia adalah termasuk dalam golonganku,” sampai akhirnya ayat, (QS. Ibrahim: 14: 36) Dan juga tentang Nabi Isa 'alaihissalam, “Jika Engkau -ya Tuhan- menyeksa mereka, maka sesungguhnya mereka itu adalah hamba-hamba-Mu sendiri dan jikalau Engkau memberi pengampunan kepada mereka, maka sesungguhnya Engkau adalah Maha Mulia lagi Bijaksana.” (QS. Al-Maidah: 5: 118)

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, “Ya Allah, tolonglah umatku, tolonglah umatku,” dan Rasulullah terus menangis. Kemudian Allah Ta'ala berfirman, “Wahai Jibril, pergilah kepada Muhammad -dan Tuhanmu sebenarnya Maha Mengetahui, dan tanyakan kenapa dia menangis?” Kemudian Jibril mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahu apa yang telah diucapkannya, kemudian Allah Ta'ala berfirman, “Wahai Jibril, pergilah kepada Muhammad dan katakanlah, “Sesungguhnya Kami (Allah) akan memberikan keridhaan pada umatmu dan Kami tidak akan membuat keburukan padamu.”

[Shahih Muslim no. 202].

💡 Kandungan Hadits

  1. Penjelasan mengenai besarnya rasa kasih sayang Nabi kepada umatnya, serta tingginya perhatian beliau terhadap kepentingan dan urusan mereka.
  2. Keterangan mengenai kedudukan Rasulullah g di sisi Allah, dan bahwasanya ditegaskan ihwal Dia akan mengangkat derajat beliau hingga meridhainya.
  3. Termasuk sunnah dalam berdoa adalah mengangkat kedua tangan, dan masing-masing dari doa mempunyai sifatnya sendiri dalam hal mengangkat kedua tangan. Ini sebagaimana yang telah saya jelaskan dalam kitab tulisan saya yang berjudul: an-Nubadz al-Mustathâbah fi ad-Da'awât al-Mustajâbah.
  4. Penetapan sifat ketinggian Allah ( atas semua makhluk-Nya, dan bahwasanya Dia berada di langit, di mana hati dan tangan semuanya tertuju kepada-Nya. Dan barang siapa mengklaim bahwa mengangkat tangan itu disebabkan karena langit adalah kiblat bagi doa, maka pendapatnya itu sama sekali tidak bisa diterima dari sisi mana pun. Hal itu sudah saya jelaskan di dalam buku saya: Aina Allah, sebuah pembelaan terhadap hadits tentang budak perempuan, baik dari segi riwayat maupun dirayah.

•┈┈┈┈┈┈•❀❁✿❁❀•┈┈┈┈┈•

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أُشْرِكَ بِكَ وَأَنَا أَعْلَمُ ، وَأَسْتَغْفِرُكَ لِمَا لا أَعْلَمُ

“Ya Allah, aku meminta pada-Mu agar dilindungi dari perbuatan syirik yang kuketahui dan aku memohon ampun pada-Mu dari dosa syirik yang tidak kuketahui”.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم